KAMI Menyampaikan Kritik Soal Penanganan Covid-19, Ace Hasan : Jangan Manfaatkan Pandemi Untuk Manuver

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) terus menuai sejumlah kritikan dari berbagai pihak. Sebab, didalam pembacaan maklumat, KAMI terkesan menyudutkan posisi Pemerintah, terutama dalam hal penanganan Covid-19. Deklarator KAMI, Din Syamsudin, dalam pembacaan maklumat, menyebutkan Pemerintah wajib bersungguh-sungguh mengatasi Covid-19 yang tengah diderita masyarakat. Pemerintah tidak boleh membiarkan rakyat menyelamatkan diri sendiri, sehingga menimbulkan banyak korban. Selain itu, Din Syamsudin meminta Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Pemerintah harus mengalokasikan anggaran yang memadai, termasuk untuk membantu langsung rakyat miskin yang terdampak secara ekonomi.”, begitu bunyi maklumat yang dibacakan di Gedung Proklamasi, Jakarta Pusat.

Din Syamsudin, mewakili KAMI menilai upaya yang dilakukan Pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 beserta dampaknya kurang maksimal. Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani. Ia mengatakan bahwa Pemerintah tidak sanggup mengatasi persoalan ekonomi dampak pandemi, sehingga menyebabkan tingginya jumlah masyarakat miskin.

“Pemerintah tidak sanggup mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Hingga kini akibat Pemerintah gagal hadapi Covid-19, jumlah masyarakat miskin terus bertambah”, ujar Ahmad Yani.

Ahmad Yani, selaku Ketua Komite Eksekutif KAMI pun menepis tudingan hadirnya kelompok ini untuk kepentingan politik. Ahmad Yani mengaku, pihaknya berkumpul dan mendeklarasikan diri dalam KAMI karena memiliki pandangan yang sama. Yakni kondisi Indonesia saat ini sedang dalam situasi yang berbahaya. Menurutnya, ada kekhawatiran kalau umur negara ini tidak sampai hingga 2024.
Merespon tudingan KAMI, Politikus Golkar Ace Hasan Syadzily menyayangkan manuver politik, orang-orang yang tergabung di Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Menurut dia, seharusnya elite politik bisa menahan diri untuk tidak menggelar acara yang melanggar protokol kesehatan. Urusan deklarasi bisa dilaksanakan ketika pandemi Covid-19 mulai mereda di Indonesia.

Lanjut Ace Hasan, dirinya menilai perjuangan yang digaungkan KAMI tidak solutif. Diksi “menyelamatkan” yang disuarakan oleh KAMI pun tidak jelas dan berdasar. “Sebagai sebuah gerakan penyelamatan, pertanyaannya, apanya yang perlu diselamatkan? Sejauh ini, pemerintahan Jokowi ini merupakan produk dari mekanisme demokrasi yang telah sejalan dengan konstitusi kita dan hasil dari pemerintahan rakyat Indonesia”, ujar Ace Hasan. –

(Ade Wahab Pemerhati masalah Sosial dan Politik)

Tinggalkan Balasan