Kemunculan KAMI Selayaknya Gerakan Anti Pemerintah

JAKARTA – Deklator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Din Syamsudin menyebut hadirnya koalisi ini untuk memberikan masukan terhadap Pemerintah. Namun tidak sedikit pihak yang menyebut hadirnya KAMI hanya akan menciptakan narasi yang kontraproduktif terhadap kebijakan-kebijakan Pemerintah. Sehingga wajar banyak yang menilai kelompok ini bernuansa politik praktis. Bahkan ada menyebut gerakan ini merupakan rangkaian kegiatan jelang Pilpres 2024.

Ketua Umum Rembuk Nasional Aktifis 98, Sayed Junaidi Rizaldi, mengatakan pembentukan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dapat dikatakan sebagai bentuk gerakan anti Pemerintah. Ia mengatakan bahwa adanya konspirasi yang sengaja dibangun oleh KAMI untuk menjatuhkan Presiden Joko Widodo. “Kalau kami lihat, gerakan ini sebagai bentuk anti-Pemerintah. Mereka ini melakukan perlawanan dengan topeng demokrasi,” ujar Sayed Junaidi Rizaldi.

Tokoh-tokoh yang terlibat didalam gerakan KAMI, lanjut Sayed Junaidi, memiliki rekam jejak yang bersebrangan dengan Pemerintah. Mereka muncul sebagai pihak yang selalu membangun sentimen negatif kepada Presiden Joko Widodo. “Jika dilihat tokoh-tokoh didalam organisasi KAMI, yang sudah jelas bersebrangan dengan Pemerintahan Presiden Jokowi. Jadi nggak heran akan menyerang Presiden,” lanjutnya.

Ditempat terpisah, Pengamat Kebijakan Publik, Togar Situmorang, menyebut KAMI tidak menjunjung tinggi etika politik kenegaraan. Semestinya, katanya, para tokoh yang tergabung didalam gerakan KAMI bergabung dengan Pemerintah untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Togar menyebut narasi-narasi yang dimainkan oleh KAMI, cenderung melawan dan bersebrangan dengan Pemerintah. “Kemunculan KAMI menunjukan adanya gerakan yang tidak menjunjung etika politik kenegaraan. Seharusnya para deklarator sadar, bahwa yang dibutuhkan saat ini yakni etika kebersamaan, gotong royong dan saling mendukung,”ujar Togar Situmorang.

Togar meminta tidak ada lagi narasi yang dibangun untuk membuat masyarakat resah dan bingung, apalagi menjerumuskan. “Mari kita kembali pada hakikat kita adalah anak bangsa, isilah tujuan pembangunan negeri dengan hal-hal yang positif, jangan buat aura yang bertentangan bahkan mengancam kedaulatan bangsa kita,” pungkasnya.

Publik pun terus mempertanyakan tujuan dibentuknya KAMI yang selalu mengungkapkan demi kepentingan rakyat. Walaupun hingga kini, masyarakat mengaku belum merasakan perjuangan KAMI. Masyarakat meminta semua pihak fokus terhadap penangangan dan pemutusan rantai Covid-19, ketimbang gerakan politik terselubung. (AC)

Tinggalkan Balasan