Bermanuver Politik, Sejumlah Pihak Minta Masyarakat Tolak Aktivitas KAMI

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) melakukan berbagai kegiatan deklarasi untuk memberi informasi kepada publik bahwa gerakan mereka nyata ada di tengah masyarakat. KAMI mengatakan kehadiran mereka untuk menyelamatkan kondisi Indonesia yang semakin memburuk akibat pandemi Covid-19. Dengan alasan itu, tokoh-tokoh yang tergabung di KAMI merasa penting untuk hadir memberikan solusi bagi rakyat.

Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Berbagai penolakan terhadap aktivitas KAMI terus menerus muncul ke permukaan. Umumnya yang menolak, mereka menilai kehadiran KAMI yang terus memprovokasi rakyat, malah kontraproduktif dengan langkah-langkah Pemerintah menanggulangi berbagai macam persoalan bangsa, termasuk dampak pandemi Covid-19. Salah satu yang menolak, yakni Gerakan Rakyat Jawa Timur (GRJT). Ketua GRJT, Mat Mochtar, mengatakan bahwa KAMI merupakan gerakan yang menyimpang. Ia juga menilai KAMI terindikasi berusaha untuk melakukan makar untuk merebut kekuasaan yang dengan cara inkonstitusional.

“Mau menyelamatkan Indonesia seperti apa, KAMI ini ngelantur dan pikun. Mereka kan mau mencalonkan Presiden nggak bisa, mencalonkan DPR juga nggak bisa, makanya berkhayal ingin menyelamatkan Indonesia,” ujar Mat Mochtar.

Lebih lanjut, GRJT, meminta masyarakat untuk menolak KAMI. Khawatir kelompok ini hanya memanipulasi narasi gerakan moral untuk membuat kondisi Negara semakin tidak kondusif. “Sebaiknya masyarakat menolak gerakan politik ini, hanya akan membuat kisruh saja. Hal itu malah akan membuat negara semakin kacau,” lanjutnya.

Sementara itu, Keluarga Besar BEM Ekonomi Jawa Timur juga ikut mengkritisi KAMI. Koordinator Wilayah Keluarga Besar BEM Ekonomi Jawa Timur, Fahmi Ismail, mengatakan kemunculan KAMI malah akan mempersulit Pemerintah dalam menanggulangi pandemi. Lanjutnya, ancaman KAMI itu nyata, akan memecah belah bangsa. “Seharusnya ditengah Pandemi dan kesulitan ekonomi masyarakat, KAMI ikut serta membantu Pemerintah untuk memutus rantai Covid-19, bukan malah membuat gerakan profokatif yang pada intinya memecah bela masyarakat,” ujar Fahmi.

Untuk itu, Fahmi mengajak semua elemen masyarakat menolak berbagi macam manuver politik KAMI yang akan mengancam stabilitas keamanan Nasional. “Gerakan KAMI cenderung provokatif dan berorientasi politik daripada kemakmuran masyarakat. Kita harus tolak,” tutup Fahmi. (AR)

Tinggalkan Balasan