KAMI Terindikasi Ingin Merebut Pemerintahan Secara Inkonstitusional

JAKARTA – Manuver gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dikritik oleh sejumlah kalangan. Tidak hanya akan menghambat upaya Pemerintah yang tengah melawan pandemi Covid-19 saja, tetapi juga merupaya menggulingkan Pemerintahan secara inkonstitusional. Ajakan dan provokasi yang diupayakan oleh tokoh-tokoh KAMI dikhawatirkan akan menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat.

Kekhawatiran itu juga muncul dari diri Politikus PDI Perjuangan Kapitra Ampera. Ia bahkan menyebut upaya menghasut dan penggiringan opini negatif yang dilakukan KAMI terhadap rakyat dapat dinilai sebagai permulaan strategi untuk menggulingkan Pemerintahan yang sah.

“Dengan demikian, seruan-seruan KAMI yang menggerakkan massa dan membentuk distrust masyarakat terhadap kepada pemerintah sehingga menyebabkan upaya menggulingkan pemerintahan yang sah (omwenteling) dengan cara yang inkonstitusional telah memenuhi unsur tindak pidana makar,” kata Kapitra.

Sambung Kapitra, KAMI berupaya membentuk poros perlawanan yang besar dengan menghimpun masyarakat secara masif guna menjatuhkan pemerintahan yang sah. Kapitra mengacu pada maklumat KAMI dalam deklarasi di Tugu Proklamasi, Jakarta, yang dinila tidak sesuai dengan landasan yang disebutkannya sebagai gerakan moral nonparlemen.

Sejalan dengan pandangan Kapitra, GP Ansor Banyuwangi juga menuding gerakan KAMI merupakan gerakan politik yang berpotensi makar dengan berusaha merebut kekuasaan secara inkonstitusional. Ketua GP Ansor Banyuwangi, Sukron Makmun Hidayat, juga menyebut keberadaan KAMI tidak relevan terhadap kondisi negara saat ini, yang tengah berjuang menghadapi Covid-19.

Oleh karena itu, dirinya, secara tegas menolak keberadaan gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Gerakan tersebut pun disinyalir mampu menimbulkan perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Tegas, kami menolak keberadaan KAMI di Banyuwangi,” ucap Sukron Makmun Hidayat.

Sukron pun meminta seluruh kader GP Ansor Banyuwangi, untuk lebih peduli pada lingkungan sekitar. Khususnya dalam upaya partisipasi mencegah penyebaran Covid-19. Berperan aktif dalam pembangunan dan dakwah serta selalu waspada terhadap munculnya gerakan yang mampu merongrong keutuhan NKRI.

Tinggalkan Balasan