KAMI Hanya Manfaatkan Aksi Buruh Untuk Tujuan Politik Mereka

JAKARTA – Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98), Anto Kusumayuda, mengatakan Langkah Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang mendukung aksi mogok Nasional para buruh yang menolak RUU Cipta Kerja harus diwaspadai. Mereka tidak mungkin jika tidak memilikiiiii maksud dibalik dukungan tersebut.

“Gerak-gerik Jenderal (purn) TNI Gatot Nurmantyo bersama elemen Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) terbukti memanfaatkan seluruh momentum yang ada untuk melakukan manuver politik mereka, termasuk aksi unjuk rasa dan mogok nasional oleh kelompok buruh,”ujar Anto Kusumayuda.

Lebih lanjut, ia menyebut KAMI ingin mendapat popularitas dan elektabilitas dengan menunggangi aksi mogok buruh menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Karena dengan ikut dalam panggung tersebut, nama mereka bisa semakin dikenal. “Sudah ada lembaga survei yang merilis popularitas dan elektabilitas KAMI. Ini artinya ada settingan untuk menaikkan Gatot menjadi capres atau ada kesempatan merebut kekuasaan di tengah jalan,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Direktur Eksekutif Indonesia Political Studies (IPS), Alfarisi Thalib, juga menuding sikap KAMI tersebut hanya untuk mencari simpati dan membangun panggung politiknya. “Isu UU Cipta Kerja, tidak luput ditungganginya, sebagai strategi untuk menarik perhatian. Dan anggapannya tentang UU Cipta Kerja akan membuat Indonesia seperti kehilangan kedaulatan bangsa, meningkatkan kesenjangan sosial, dan memiskinkan buruh. Narasi itu adalah suatu yang mengada-ada dan provokatif,” kata Alfarisi.

Seharusnya, kata ALfarisi, KAMI membantu Pemerintah menanggulangi penyebaran Covid-19 saja, dibanding mempergunakan isu untuk kepentingan politik. “Di tengah pemerintah sedang fokus bekerja keras menekan penyebaran Covid-19 dan menemukan vaksinasi untuk pandemi ini, harusnya semua komponen tanpa melihat latar partai politik, pilihan politik, ideologi politik, kelompok agama dan kebudayaan, harus bersatu dan bergotong royok agar Indonesia bisa keluar dari bencana non alam yang sedang menjangkit,” ungkapnya.

Berbagai tudingan terhadap KAMI yang memanfaatkan isu aksi para buruh melakukan mogok Nasional semestinya menjadi pertimbangan bagi berbagai pihak, bahwa tidak mungkin suatu dukungan atas sikap tertentu murni untuk menolong. Pastinya akan ada maksud tertentu, termasuk kepentingan politik saja.

Tinggalkan Balasan