Waspada Provokasi KAMI Soal Dukungan Aksi Buruh

Berbagai pangamat dan tokoh kembali memberikan kritikan keras atas sikap pimpinan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Kritikan tersebut karena provokasi KAMI ke buruh soal rencana aksi mogok nasional.

Politikus Senior PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno menegaskan bahwa KAMI harus dapat mengendalikan diri. Hal tersebut agar tidak memperkeruh suasana kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan yang melanda negeri. “Sebaiknya KAMI tidak memperkeruh situasi melalui rencana buruh melakukan mogok nasional. Semua pihak harus menahan diri agar suasana tidak semakin buruk,” ujar Hendrawan.

Lanjutnya, meski setiap aspirasi yang diutarakan suatu kelompok harus didengar, namun tidak dibarengi dengan gerakan provokasi. KAMI harus melihat situasi kapan waktu yang tekat untuk melakukan aksi. “Pengendalian diri diharapkan dari semua pihak untuk tidak memperkeruh suasana kebersamaan ini,” tegasnya.

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean pun ikut memberikan kritik. Ferdinand menilai dukungan Gatot soal aksi mogok massal hanya akan membuat kondisi ekonomi makin terpuruk. Kondisi itu, kata Ferdinand, memang diinginkan oleh kelompok yang disebutnya untuk memuaskan nafsu politik mereka. “Dengan begitu mereka punya momentum utk terus mewujudkan ambisi dan nafsu politiknya. Merekalah musuh rakyat, lbh suka bangsa krisis demi ambisi,” kata Ferdinand.

Pandangan yang sama pun diutarakan oleh lembaga Indonesia Political Studies (IPS). Direktur IPS, Alfarisi Thalib, mengatakan provokasi KAMI kepada buruh perihal isu UU Cipta Kerja sangat berbahaya bagi stabilitas politik dalam Negeri.

“Petinggi KAMI sangat paham bagaimana cara memainkan isu yang memicu sentimen sosial, strategi propaganda dan kontra-pemerintah seperti ini,” kata Alfarisi. Pernyataan KAMI itu dapat dijadikan alat legitimasi pemogokan buruh, juga dapat melegitimasi pemberontakan dan vandanisme rakyat.

Sebelumnya KAMI menyampaikan akan terus mendukung mogok buruh nasional untuk menggagalkan omnibus law RUU Cipta Kerja. Namun, banyak pihak yang menilai bahwa dukungan itu hanya bagian strategi politik KAMI saja untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat.

Tinggalkan Balasan