Polri Sebut Ada Bukti Bahwa KAMI Provokasi Massa Untuk Lakukan Aksi Anarkis

Bareskrim Polri menangkap delapan petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Penangkapan ini berkaitan dengan dugaan penyebaran narasi mengandung permusuhan dan SARA di tengah gejolak demo UU Cipta Kerja. Mereka ditangkap di wilayah Medan dan Jakarta.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Mabes Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono, mengatakan Polisi menangkap delapan petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang diduga menjadi dalang aksi anarkis dibalik demo UU Cipta Kerja. Polri pun tegas menyebut mereka memiliki bukti keterlibatan KAMI dalam aksi demo UU Cipta Kerja yang berlangsung rusuh.

Lebih lanjut, kata Awi, mereka memiliki WhatsApp (WA) Grup untuk provokasi agar demo penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja berujung kerusuhan. Isi pesan menyesatkan berbau SARA dan penghasutan. “Mereka ditangkap karena memberikan informasi yang membuat rasa kebencian dan permusuhan terhadap individu atau kelompok berdasarkan SARA dan penghasutan,” kata Awi.

Hal ini pun mendapat perhatian dari pihak Pemerintah. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebutkan bahwa tokoh-tokoh KAMI memiliki peran dalam aksi demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. KAMI terbukti melakukan provokasi sehingga membuat situasi demo menjadi tidak kondusif.

Ditambah Ngabalin, KAMI tidak secara terbuka mengungkapkan dukungan terhadap aktivitas demo menolak UU Cipta Kerja. “Kita tidak tahu apakah (KAMI) memberikan dukungan, apakah dukungannya logistik, dukungannya finansial, atau apa?” kata Ali Ngabalin.

Untuk itu, desak Ngabalin, KAMI terus terang bentuk keterlibatannya dalam aksi anarkis dibalik penolakan UU Cipta Kerja. Jangan sampai prediksi masyarakat akan peran KAMI terbukti ikut memprovokasi massa. “Jangan juga disalahkan kalau nanti ternyata Anda dan teman-teman (KAMI-red) dituduh menjadi provokator dari dukungan terhadap para demonstran yang akhirnya menjadi perusuh,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan