Kontroversi pasca penangkapan sejumlah aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) serta manuver politik yang diupayakan tokoh-tokohnya, kini koalisi yang dibuat oleh Din Syamsuddin cs terus mendapatkan sentimen negatif dari masyarakat. Pertentangan kemunculan KAMI ditengah masyarakat terus masif.

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Kapitra Ampera, mengatakan gerakan KAMI tidak memiliki manfaat yang konkret bagi warga Riau. Gerakan KAMI karena hanya akan memecah belah masyarakat Riau, terlebih mereka hanya mempergunakan frase gerakan moral hanya demi kepentingan politik saja.

“Apa yang mampu dilakukan KAMI terhadap kebutuhan Riau? Gak ada. Kita coba lihat, tahun ini tidak ada asap. Tol Riau sudah bisa dimanfaatkan. Jadi kita tak punya manfaat untuk ikut KAMI. Ini gerakan apa? Ini gerakan politik yang memperkosa kata-kata moral,” pungkas Kapitra. KAMI, ungkap mantan Caleg DPR dari Riau ini, merupakan gerakan politik yang ingin merampas kedaulatan Pemerintahan hari ini.

Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Cabang Pamekasan, Agus Yulianto, mengatakan warga Pamekasan tegas menolak gerakan KAMI. Penolakan ini demi menjaga kondusivitas warga, karena khawatir kehadiran KAMI hanya akan memecah belah bangsa.

Tidak ada alasan bagi KAMI untuk melakukan provokasi, sebab Indonesia saat ini dalam keadaan kondusif, pemerintahan berjalan dengan baik dan Pancasila tetap kokoh sebagai dasar Negara. Seharusnya, saran dia, saat ini semua pihak mesti bersatu padu untuk memecahkan masalah pandemi virus Covid-19 ini.

“Termasuk mendukung Pemerintah dalam berupaya mengatasi virus Covid-19. Ini harus menjadi perhatian. Karena wabah ini perlu dicegah agar tidak semakin meluas,” ajak Agus.

Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Grobogan Bersatu (AMGB) untuk NKRI menyuarakan penolakan terhadap KAMI. Dalam aksinya, puluhan orang yang membawa spanduk beragam tulisan itu menilai gerakan yang dideklarasikan Din Syamsuddin dan beberapa tokoh lain cenderung memecah belah bangsa.

Koordinator Aliansi Masyarakat Grobogan Bersatu (AMGB), David Ulil, mengatakan selain memecah belah bangsa, kemunculan KAMI ini tidak tepat lantaran pemerintah sedang fokus dalam penanganan wabah virus corona baru (Covid-19).

“Sangat tidak bijak seorang tokoh nasional Bapak Din Syamsudin dan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mementingkan kepentingan mereka disaat pemerintah sedang fokus menangani Covid-19. Untuk itu, AMGB untuk NKRI menolak adanya gerakan KAMI,” tegas David.