Khawatir Menjadi Korban, Masyarakat Papua Tolak Keberadaan KKSB Papua

Anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua terus berulah, dengan melakukan penembakan terhadap warga sipil serta kepada aparat keamanan di sejumlah titik wilayah Papua. Tidak sampai disitu saja, mereka pun menyerang kendaraan yang berisi logistik yang rencananya akan diberikan ke warga.

Tentu saja situasi ini memberikan ketakutan di masyarakat. Tidak hanya resah, warga sipil Papua menganggap bahwa tindakan penyerangan KKSB ini bisa merusak mental masyarakat. Perwakilan Kepala Desa di Intan Jaya, Johanes Sani, mengatakan bahwa sejak gerombolan KKSB masuk ke wilayah Intan Jaya, banyak masyarakat yang merasa tidak aman dan takut.

Kegiatan warga pun terhambat dan terganggu, karena khawatir menjadi korban. Untuk itu, Johanes Sani meminta TNI/Polri serta Pemda untuk menjaga keamanan karena masyarakat sudah sangat menderita. “Saudara-saudara saya dibunuh oleh KKSB, saat ini anak saya masih kecil dan kalau saya menjadi korban KKSB maka siapa yang akan menjaga keluarga saya. Oleh sebab itu kami minta TNI/Polri dan Pemda untuk menjaga keamanan di wilayah ini karena masyarakat sudah sangat menderita sekali,” pungkasnya,” ujar Johanes sani.

Ditempat terpisah, Tokoh Perempuan Banti, Martha Natkime, mengatakan sejumlah warga dari empat kampung asal distrik Tembagapura berinisiatif mengungsi ke wilayah Kota Timika. Mereka, lanjut Martha, takut menjadi korban kekerasan kelompok kriminal bersenjata. “Masyarakat takut jadi sasaran perang. Suara tembakan itu sering terdengar dekat dari rumah mereka,” kata Martha.

Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Iwan Setiawan, mengatakan akan segera merespon ketakutan masyarakat terhadap KKSB. Danrem berharap agar Bupati Intan Jaya dan masyarakat tegas dalam menyikapi aksi dari KKSB. Ia mengatakan Prajurit TNI/Polri siap 24 jam dalam menjaga keamanan untuk mendukung pembangunan Papua khususnya Kabupaten Intan Jaya sesuai dengan Nawacita Presiden RI Joko Widodo yaitu membangun Indonesia dari wilayah terluar dan terpencil.

Tinggalkan Balasan