Oleh : Edi Jatmiko )*

Pandemi covid-19 menimbulkan permasalahan ekonomi, karena banyak yang di-PHK akibat perusahaan merugi. Kalaupun punya pekerjaan, harus rela gajinya berkurang. Agar tidak ada kekacauan akibat keadaan ini, maka pemerintah meresmikan UU Cipta Kerja yang punya klaster investasi, yang memberi efek domino positif pada bidang ekonomi.

Serangan virus covid-19 tak hanya berefek negatif pada kesehatan, tapi juga bidang finansial. Banyak usaha yang tutup mula dari kelas teri hingga kelas kakap. Semua terkapar akibat badai corona yang membuat daya beli masyarakat menurun. Masyarakat megap-megap walau harga sembako tidak naik tapi mereka kehilangan setengah gaji akibat perusahaan merugi.

Pemerintah berusaha keras mengatasi efek pandemi covid-19 dengan meresmikan UU Cipta Kerja bulan oktober lalu. Dalam UU ini, ada klaster investasi yang akan mempermudah aturan penanaman modal di Indonesia. Para investor bisa masuk ke negeri kita dan membangun pabrik serta usaha lain, karena aturannya tidak sekaku dulu.

Selain itu, birokrasi dalam pengaturan investasi asing juga bisa diberantas, karena perizinannya dijamin jadi dalam waktu cepat. Penyebabnya adalah untuk mendapatkan izin, bisa diurus lewat online. Sehingga para mereka waktu dan tidak menyia-nyiakan durasi KITAS (kartu izin tinggal sementara) di Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani terus mempromosikan kegunaan dari UU Cipta Kerja. ia berpendapat bahwa Undang-Undang ini adalah investasi bagi anak-anak kita. Karena nanti jika ada industri pertambangan, pangan, elektronik, otomotif, dan lain-lain, bisa muncul jika ada capital (modal). Capital akan muncul jka negara menciptakan lingkungan investasi yang baik.

Sudah bukan rahasia lagi jika suatu bisnis perlu modal dan tambahan suntikan dana jika ingin naik level. Namun para pengusaha UMKM seringkali kesulitan menambah modal usaha, karena tidak punya sertifikat tanah atau agunan lain saat akan mengajukan kredit ke Bank. Padahal mereka punya ide usaha yang brilian, namun selalu terbentur masalah finansial.

Cara lain untuk menambah modal adalah dengan menggandeng investor. Uang dari penanam modal bisa membuat usaha berkembang, sementara investor mendapat sharing profit. Ada simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan antara pebisnis dan penanam modal, maka bisnis UMKM bisa naik level menjadi kelas atas.

Untuk mengatasi hal ini maka UU Cipta Kerja wajib diterapkan dengan baik, agar makin banyak investor yang masuk. Mereka bisa menambah modal ke pengusaha UMKM dan bekerja sama untuk mengembangkan bisnis tersebut. Sehingga makin berkembang dan mendapat banyak pembeli, tak hanya dari Indonesia tapi juga dunia.

Jika usaha UMKM berkembang maka mereka merekrut lebih banyak karyawan dan mengatasi masalah pengangguran. Otomatis kesejahteraan rakyat akan membaik karena punya pendapatan tetap. Mereka bisa membeli sembako dan kebutuhan lain dengan uang gaji, dan tak lagi bingung saat akan membayar SPP dan keperluan anak-anak.

Ketika banyak pengangguran beralih jadi karyawan maka daya beli masyarakat juga naik. Otomatis keadaan di pasar dan Mall berubah, dari lesu menjadi cerah, karena banyak orang yang berbondong-bondong ke sana. Ketika banyak yang berbelanja, akan meningkatkan produksi barang. Lalu pabrik akan lebih untung karena barng-barangnya laku keras.

Jika pabrik diuntungkan maka juga berdampak positif pada karyawannya. Mereka tak jadi dipotong gajinya. Namun pendapatan kembali ke standar UMP dan bahkan mendapat bonus tahunan. Efek domino positif ini akan terjadi, karena kesaktian omnibus law UU Cipta Kerja.

UU Cipta Kerja membawa kesejahteraan masyarakat karena dalam UU ini ada belasan klaster yang intinya membuat kondisi warga negara Indonesia jadi lebih baik. Dalam klaster investasi, maka penanaman modal asing bisa masuk dengan lancar dan memperbaiki kondisi bisnis di negeri ini.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh : Sultan Kurniawan )*

Kedatangan Habib Rizieq Shihab membawa kerugian karena fasilitas di dalam Bandara Soekarno Hatta mengalami banyak kerusakan. Masyarakat pun menganggap kepulangan Habib Rizieq membawa sejumlah implikasi negatif karena tidak saja merusak fasilitas umum, namun juga berdampak pada tertundanya berbagai penerbagangan.

Deretan kursi di area Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta menjadi saksi brutalnya para pendukung Habib Rizieq Shihab. Kursi di ruang tunggu itu patah kakinya dan sampai terjungkir tak berdaya. Semua ini terjadi karena massa yang ingin melihat langsung kedatangan Rizieq dan akhirnya nekat naik kursi agar wajahnya terlihat jelas.

Tak hanya kursi, namun banyak fasilitas lain dalam Bandara yang rusak parah. Gypsum pembatas area renovasi juga dirusakkan massa, dan kaca pembatas area terminal 3 retak. Selain itu, sejumlah pot berisi tanaman hias dan outlet simcard juga jadi korban, akibat gerombolan pendukung Rizieq yang terlalu antusias dalam menyambutnya.

Peristiwa ini tentu memilukan. Bagaimana bisa massa merusak bagian dalam Bandara? Mereka sudah diingatkan untuk berlaku tertib dan jangan menginjak kursi, namun malah bertindak seenaknya sendiri. Keinginan untuk melihat Rizieq Shihab dari dekat mengalahkan logika.

Apakah begitu susahnya menuruti peraturan? Mereka toh sudah dewasa dan malah bertindak seperti anak kecil yang nekat memanjat kursi, hanya untuk melihat langsung wajah idolanya. Apakah bagi mereka peraturan itu dibuat untuk dilanggar? Sungguh miris, karena massa nekat melakukan vandalisme dan tidak memikirkan efek buruknya di masa depan.

Meskipun massa yang menyambut HRS sudah meminta maaf dan menyebarkannya di media sosial, namun apakah semuanya bisa beres seketika? Semua kursi dan fasilitas lain memang langsung diperbaiki, sehingga dapat dipergunakan oleh calon penumpang pesawat. Namun apakah permintaan maaf juga diiringi dengan tansfer uang sebagai ganti rugi? Tentu saja tidak.

Kursi dan fasilitas lain di Bandara sudah langsung diperbaiki. Hal ini dinyatakan oleh Yado Yarismano, VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura 2. Ia tak menyebut berapa nominal kerugiannya, namun bisa dipastikan perusahaannya harus mengeluarkan banyak sekali uang untuk memperbaiki bagian di Terminal 3.

Ketika kursi sudah baik kembali, apakah massa merasa permasalahan sudah clear? Di mana rasa tanggung jawab mereka? Massa kehilangan attitude dan jadi memalukan, karena peristiwa ini bisa mendunia. Menunjukkan bahwa orang Indonesia tidak bisa tertib. Padahal yang disorot hanya sebagian kecil dari warga negara Indonesia.

Menyemutnya massa juga mengakibatkan kemacetan di area seputar Bandara Soekarno-Hatta. Akibatnya penumpang lain yang akan berangkat jadi terlambat, dan mereka rugi karena hanya ada 1 maskapai yang memberi dispensasi. Apakah massa tidak memikirkan hal ini? Berapa banyak kerugian materi yang harus ditanggung penumpang tersebut?

Massa pendukung HRS juga terbukti melanggar protokol kesehatan. Walau mereka sudah pakai masker namun tetap bergerombol dan melupakan aturan physical distancing. Apakah tidak takut akan tertular corona dari OTG? Mereka bertindak seperti itu dan lupa sekarang masih masa pandemi.

Jika nanti kena virus covid-19, apakah malah menyalahkan pemerintah? Padahal itu adalah kesalahan mereka sendiri. Mencintai seorang tokoh boleh saja namun jangan sampai merugikan diri sendiri dan orang lain. Gunakan logika dan jangan cinta buta. Mengidolakan seseorang boleh saja, namun jangan sampai merugikan orang lain dan terutama diri sendiri.

Rusaknya kursi, kaca, dan fasilitas lain dalam terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sangat memalukan karena menunjukkan sifat sebagian rakyat Indonesia yang tidak bisa tertib. Mereka seenaknya naik kursi dan melanggar aturan, namun tak mau bertanggungjawab dan mengganti kerusakan dengan uang. Penjemputan HRS di Bandara Soekarno-Hatta juga bisa menimbulkan klaster corona baru.

)* Penulis adalah warganet dan pengguna transportasi udara, tinggal di Bekasi

Oleh : Dodik Prasetyo )*

Kita sudah lelah sekali menghadapi masa pandemi dan pemberitaan tentang vaksin yang sudah ditemukan menjadi harapan baru. Meskipun belum jelas kapan akan datang di Indonesia, namun diharap jangan percaya pada hoax yang simpang siur, utamanya tentang Covid-19. Masyarakat pun diimbau untuk terus merujuk informasi dari sumber resmi Pemerintah.

Ketika vaksin corona sudah ditemukan, masyarakat heboh dan ingin segera disuntik. Namun mereka ada yang agak kecewa karena vaksin ini belum masuk ke Indonesia. Karena sesungguhnya banyak orang yang stress, bahkan jelang depresi, saat pandemi covid-19. Tak heran mereka ingin segera diimunisasi agar pandemi lekas berakhir dan bisa bebas seperti dulu kala.

Menanggapi hal itu, Juru bicara Tim Satgas Covd Dokter Wiku Adisasmito meminta masyarakat untuk sabar menunggu datangnya vaksin corona. Pemerintah sedang mempersiapkan roadmap berupa prioritas pemberian vaksin, jadwal imunisasi, distribusi dan alurnya, dll. Karena saat ini vaksin masih dalam tahap uji klinis 3, jadi harap bersabar.

Distribusi vaksin diatur agar bisa menjangkau ke seluruh Indonesia. Dokter Wku melanjutkan, pemberian vaksin diprioritaskan ke wilayah yang paling banyak memilki pasien corona alias zona merah. Dalam artian, bagi masyarakat yang tinggal di luar pulau Jawa jangan khawatir, karena akan diberi imunisasi corona juga secara merata.

Dokter Wiku juga menghimbau agar masyarakat tidak 100% percaya pada berita yang simpang siur tentang vaksin corona. Tunggu saja tanggal mainnya dan pasti vaksin tersebut akan datang ke Indonesia. Sambil menunggu jadwal imunisasi corona, jangan sampai lengah. Tetaplah patuhi protokol kesehatan agar terhindar dari bahaya virus covid-19.

Jangan malah mentang-mentang akan ada vaksin corona malah meremehkan protokol dan lupa ingat pesan ibu. Kita masih wajib melakukan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Justru kewaspadaan harus makin ditingkatkan dan jangan sampai kendor. Jaga kebersihan dan imunitas tubuh, agar tidak ada lagi yang tertular corona.

Masyarakat tetap diminta untuk jaga jarak dan jangan malah nekat menyelenggarakan pesta, arisan, atau acara lain yang mengudnang banyak orang. Pahamilah bahwa kita masih dalam masa pandemi. Jangan malah mengundang corona masuk ke dalam lingkungan keluarga dan selalu taati aturan dari pemerintah.

Masyarakat juga jangan sampai nekat mencari vaksin sendiri karena tidak sabar akan datangnya imunisasi resmi dari pemerintah. Jika ada pihak yang mengklaim punya vaksin covid-19 dan menawarkannya lewat internet, jangan percaya. Karena bisa jadi vaksin tersebut palsu. Walau diklaim bahwa isinya sudah valid, namun kita tak tahu apa yang dimasukkan dalam ampul.

Jika nekat mencari vaksin sendiri bahkan menyuntikannya sendiri, malah fatal akibatnya. bisa jadi vaksin palsu tersebut mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh. Apalagi ketika Anda punya penyakit bawaan, bisa mengalami kontra dengan isinya dan malah harus dilarikan ke Rumah Sakit.

Sabarlah menunggu dan pasti pemerintah akan memberikan imunisasi corona bagi seluruh rakyatnya. Meskipun yang diprioritaskan untuk disuntik adalah tenaga medis, namun bukan berati pemerintah tidak adil. Karena faktanya para dokter dan tenaga kesehatan lain yang paling punya resiko besar untuk terkena corona dari pasien.

Vaksin pasti akan dibagikan dan jangan percaya ketika ada iming-iming imunisasi gratis. Atau menawarkan vaksin dengan syarat harus memilihnya dalam pilkada. Ini adalah kampanye paling gila. Hal semacam ini yang akan merusak kesucian pemilu dan segera laporkan ke KPU.

Masyarakat diminta sabar menanti datangnya vaksin corona dan ikuti alur yang diberikan oleh pemerintah. Nanti semua akan mendapatkannya, dan jangan gelisah lalu marah-marah. Jangan pula kena bujuk oknum yang mengklaim punya vaksin, karena bisa jadi isinya hanya obat palsu.

)* Penulis adalah aktif dalam Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSIS)

Oleh : Yulianus Hilapok )*

Kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) menunjukkan kesombongan dengan melakukan penembakan. Peristiwa itu memakan korban jiwa, dan amat disayangkan. Karena yang kehilangan nyawa adalah sesama orang asli Papua. Hal ini menunjukkan KKSB makin keji dalam bertindak.

Situasi di Papua mulai memanas di akhir tahun, karena ada aksi teror dari KKSB. Mereka yang berafiliasi dengan OPM memang sengaja melakukannya, dan itu adalah tradisi tahunan, jelang ultah mereka tanggal 1 desember. KKSB turun gunung dan memprovokasi warga Papua, serta melakukan berbagai cara agar permintaannya dipenuhi oleh pemerintah daerah.

Sayangnya dalam aksi teror di Nduga tersebut ada 1 orang yang tak terselamatkan nyawanya. Ia bernama Yulius Wotepo, seorang warga asli Papua. Meski sudah dibawa ke Rumah Sakit, namun ia kehilangan nyawa. Kematian Yulius sangat miris, karena KKSB sangat kejam dan menembak sesama saudaranya sendiri.

Kronologinya, Yulius berangkat dari kamp milik perusahaan, ke lokasi kerja. Ia membangun jalan di depan rumah bupati. Lantas karena mendengar ada tembakan, Yulius langsung kembali ke kamp, namun sayang terkena tembakan. Ia dievakuasi ke Mimika namun sayang tak terselamatkan. Hal ini dinyatakan oleh Kabid Humas Polda Papua Ahmad Mustofa Kamal.

Dalam penembakan ini, sebenarnya yang disasar adalah Pos TNI Satgas Penyangga Yonif PR 330/TD Pasar Baru Kenyam, Kabupaten Nduga. Namun sayangnya yang jadi korban adalah warga sipil. Banyak pihak menyayangkan peristiwa ini karena KKSB benar-benar kejam dan berani menembak orang yang tak memegang senjata.

Jika saja KKSB berhasil ditangkap, maka mereka akan beralasan bahwa Yulius adalah aparat berpakaian preman. Namun mereka yag biasa bergerilya tentu tak tahu beda antara aparat berseragam dengan yang sedang menyamar.
Sehingga dengan membabi-buta langsung melontarkan peluru.
Peristiwa penembakan ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya ada tukang ojek yang jadi korban kekejaman KKSB. Mereka juga berani menembaki para pekerja bangunan di Intan Jaya. Sehingga mencatat rekor sebagai kelompok bersenjata yang bertindak ala preman, dan dibenci oleh warga asli Papua.

KKSB makin gagal dalam mencari simpati rakyat di Bumi Cendrawasih, karena mereka selalu sembarangan dalam melakukan aksi. Ketika tega menghabisi saudara sesuku, maka wajar jika mereka dicari oleh aparat. Karena keberadaannya selalu meresahkan warga Papua, mulai dari yang tinggal di Merauke, Sorong, hingga Mimika.

Saat OPM berulang tahun maka KKSB juga mengeluarkan jurus untuk merayu warga Papua. Mereka meyakinkan bahwa lebih baik membuat negara federal Papua Barat daripada bergabung dengan Indonesia. Negeri kita dianggap penjajah. Padahal mereka tak tahu bahwa masyarakat Papua sudah cerdas dan tak mudah kena bujuk rayu, walau dengan iming-iming materi.

Masyarakat sipil Papua membenci KKSB karena mereka melakukan kekejaman, juga menyalahgunakan dana desa. Di Intan Jaya terpergok ada oknum pejabat desa yang menggunakan uang bantuan untuk membelikan KKSB senjata baru. Kesalahan ini tak bisa ditolerir, karena mereka terbukti pro KKSB, walau mengaku melakukannya di bawah ancaman.

Oleh karena itu, masyarakat Papua tidak mau ketika diajak mengibarkan bendera bintang kejora. Alasannya karena mereka punya rasa nasionalisme yang tinggi dan tidak mau menurunkan bendera merah putih. Jika OPM berulang tahun maka jangan sampai menebar teror dan meresahkan masyarakat, karena mereka akan mendapat caci-maki.

Kemunculan kelompok separatis KKSB sangat meresahkan karena mereka berani menembak warga asli Papua. Aksinya yang makin ngawur membuat mereka dibenci masyarakat. Karena memaksakan kehendak untuk memerdekakan Papua serta mengajak warga asli di Bumi Cendrawasih untuk ikut memberontak.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo

Oleh : Yulianus Hilapok )*

Kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) menunjukkan kesombongan dengan melakukan penembakan. Peristiwa itu memakan korban jiwa, dan amat disayangkan. Karena yang kehilangan nyawa adalah sesama orang asli Papua. Hal ini menunjukkan KKSB makin keji dalam bertindak.

Situasi di Papua mulai memanas di akhir tahun, karena ada aksi teror dari KKSB. Mereka yang berafiliasi dengan OPM memang sengaja melakukannya, dan itu adalah tradisi tahunan, jelang ultah mereka tanggal 1 desember. KKSB turun gunung dan memprovokasi warga Papua, serta melakukan berbagai cara agar permintaannya dipenuhi oleh pemerintah daerah.

Sayangnya dalam aksi teror di Nduga tersebut ada 1 orang yang tak terselamatkan nyawanya. Ia bernama Yulius Wotepo, seorang warga asli Papua. Meski sudah dibawa ke Rumah Sakit, namun ia kehilangan nyawa. Kematian Yulius sangat miris, karena KKSB sangat kejam dan menembak sesama saudaranya sendiri.

Kronologinya, Yulius berangkat dari kamp milik perusahaan, ke lokasi kerja. Ia membangun jalan di depan rumah bupati. Lantas karena mendengar ada tembakan, Yulius langsung kembali ke kamp, namun sayang terkena tembakan. Ia dievakuasi ke Mimika namun sayang tak terselamatkan. Hal ini dinyatakan oleh Kabid Humas Polda Papua Ahmad Mustofa Kamal.

Dalam penembakan ini, sebenarnya yang disasar adalah Pos TNI Satgas Penyangga Yonif PR 330/TD Pasar Baru Kenyam, Kabupaten Nduga. Namun sayangnya yang jadi korban adalah warga sipil. Banyak pihak menyayangkan peristiwa ini karena KKSB benar-benar kejam dan berani menembak orang yang tak memegang senjata.

Jika saja KKSB berhasil ditangkap, maka mereka akan beralasan bahwa Yulius adalah aparat berpakaian preman. Namun mereka yag biasa bergerilya tentu tak tahu beda antara aparat berseragam dengan yang sedang menyamar.
Sehingga dengan membabi-buta langsung melontarkan peluru.
Peristiwa penembakan ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya ada tukang ojek yang jadi korban kekejaman KKSB. Mereka juga berani menembaki para pekerja bangunan di Intan Jaya. Sehingga mencatat rekor sebagai kelompok bersenjata yang bertindak ala preman, dan dibenci oleh warga asli Papua.

KKSB makin gagal dalam mencari simpati rakyat di Bumi Cendrawasih, karena mereka selalu sembarangan dalam melakukan aksi. Ketika tega menghabisi saudara sesuku, maka wajar jika mereka dicari oleh aparat. Karena keberadaannya selalu meresahkan warga Papua, mulai dari yang tinggal di Merauke, Sorong, hingga Mimika.

Saat OPM berulang tahun maka KKSB juga mengeluarkan jurus untuk merayu warga Papua. Mereka meyakinkan bahwa lebih baik membuat negara federal Papua Barat daripada bergabung dengan Indonesia. Negeri kita dianggap penjajah. Padahal mereka tak tahu bahwa masyarakat Papua sudah cerdas dan tak mudah kena bujuk rayu, walau dengan iming-iming materi.

Masyarakat sipil Papua membenci KKSB karena mereka melakukan kekejaman, juga menyalahgunakan dana desa. Di Intan Jaya terpergok ada oknum pejabat desa yang menggunakan uang bantuan untuk membelikan KKSB senjata baru. Kesalahan ini tak bisa ditolerir, karena mereka terbukti pro KKSB, walau mengaku melakukannya di bawah ancaman.

Oleh karena itu, masyarakat Papua tidak mau ketika diajak mengibarkan bendera bintang kejora. Alasannya karena mereka punya rasa nasionalisme yang tinggi dan tidak mau menurunkan bendera merah putih. Jika OPM berulang tahun maka jangan sampai menebar teror dan meresahkan masyarakat, karena mereka akan mendapat caci-maki.

Kemunculan kelompok separatis KKSB sangat meresahkan karena mereka berani menembak warga asli Papua. Aksinya yang makin ngawur membuat mereka dibenci masyarakat. Karena memaksakan kehendak untuk memerdekakan Papua serta mengajak warga asli di Bumi Cendrawasih untuk ikut memberontak.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo

Jelang peringatan HUT OPM yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2020, berbagai pernyataan buruk terus bermunculan yang mengarah kepada Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Mulai dari pelanggar hukum dan HAM, pemaksaan, pembungkaman hingga penindasan terhadap warga Papua.

Pengacara HAM, Veronica Koman, mengatakan pasukan aparat keamanan turut membuat kondisi Papua memprihatinkan. Mereka, kata Veronica Koman, tidak segan menyerang warga sipil. Dia menuding pelaku pembunuh Pendeta Yeremia Zanambani merupakan anggota TNI yang sering numpang makan dirumahnya.

“Pembunuh Pendeta Yeremia Zanambani adalah anggota TNI yang sering numpang makan di rumahnya,” ungkapnya lewat jejaring Twitter @VeronicaKoman.

Lanjutnya, pandangan segelintir orang soal orang-orang Papua seringkali salah kaprah. Sebab tidak semua warga Papua bagian dari OPM tetapi selalu dituduh terlibat sehingga tidak jarang menjadi korban serangan aparat keamanan. Aktivisis HAM itu juga mengatakan selama ini orang Papua tak jarang dicap sebagai pengkhianat bangsa, sehingga keberadaannya layak diburu oleh aparat negara.

Sebelumnya Komandan Batalyon Aibon Kogeya, mengakui bahwa kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) terlibat kontak tembak dengan TNI di wilayah Intan Jaya, Papua, yang menewaskan satu orang prajurit TNI. Pasukan TPNPB-OPM menyebut tidak akan berhenti perang sampai Papua merdeka penuh.

Berbagai provokasi ini sangat mengganggu upaya Pemerintah menciptakan keamanan di wilayah Papua. Jelang HUT OPM, para simpatisan gerakan separatisme itu akan terus melakukan berbagai provokasi ke warga lokal. Untuk itu, Pemerintah diharapkan tidak tinggal diam terhadap aksi-aksi kejam itu.

Pemerintah sendiri melalui Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan negara tidak akan tinggal diam terhadap pengganggu keamanan dan keselamatan rakyat. Terlebih itu dilakukan secara terstruktur untuk mengungkap kasus hukum di wilayah Papua. Terlebih berbagai pembentukan opini yang menuding Pemerintah melakukan berbagai pelanggaran HAM di Papua.

Mahfud mengatakan, secara jelas TPNPB OPM merupakan kelompok kriminal yang harus segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. “Karena begitu peristiwa terjadi mereka langsung mengumumkan mereka yang bertanggung jawab. Juru bicaranya langsung,” tegasnya.