Pemerintah Terus Upayakan Kesejahteraan Bagi Rakyat Papua

Berbagai upaya Pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan terus dilakukan. Baik melalui pembangunan infrastruktur maupun pengembangan kualitas SDM di Papua. Sisi pembangunan infastruktur menjadi hal penting untuk membuktikan upaya Pemerintah tersebut. Infrastruktur itu bukan hanya pajangan, namun benar-benar dibuat untuk kesejahteraan rakyat Papua.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, pemerintah akan memperkuat upaya penyelesaian berbagai persoalan di Papua dan Papua Barat. Seperti yang sudah-sudah, permasalahan akan diselesaikan menggunakan metode pendekatan kesejahteraan.

“Yaa, Pemerintah akan terus mensejahterakan warga Papua. Hal itu dapat dilakukan dengan pembangunan infrastruktur dan pengembangan SDM,” ujar Mahfud.

Mahfud menjelaskan, pendekatan kesejahteraan yang dimaksud adalah program pemerintah dari berbagai instansi, seperti Kementerian Perdagangan, Perindustrian, hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Tokoh Papua, Izak R Hikoyabi, mengatakan langkah Jokowi dinilai efektif dengan melakukan pendekatan dialog guna mengurai persoalan dan merumuskan solusi alternatif. Menurutnya, integrasi nasional dan NKRI harga mati adalah fondasi yang dibangun atas kesejahteraan, keadilan di atas tatanan hukum yang menghargai konteks sosial budaya.

“Bisa dihitung, Jokowi datang ke Papua bisa sampai 15 kali bahkan lebih. Komunikasi seperti ini diapresiasi. Terlebih lagi dengan adanya Inpres nomor 9 tahun 2020 tentang percepatan pembangunan kesejahteraan propinsi Papua dan Papua Barat,” tegas Izak.

Berbagai pernyataan itu menentang pernyataan berbagai pihak yang selama ini berupaya memisahkan Papua dari Indonesia. Mereka sebelumnya menebarkan informasi bahwa kegagalan Pemerintah Indonesia mensejahterakan Papua karena tidak ada niat baik untuk membangun Papua. Mereka bahkan memprovokasi warga, keberadaan Negara di Bumi Cendrawasih hanya untuk mengambil kekayaan alam Papua untuk kepentingan pusat.

Tinggalkan Balasan