Warga Berkomitmen Menolak Kelompok Separatis di Papua

Sejumlah masyarakat secara terang-terangan menolak keberadaan kelompok separatis di wilayah Papua. Selain memang menciptakan ketidakstabilan situasi keamanan di Papua, berbagai aksi kelompok tersebut sering diupayakan untuk menghambat berbagai proyek pembangunan yang sedang dikerjakan Pemerintah.

Kepala Suku Dani, Kabupaten Puncak Ilaga, Papua, Jembatan Murib, mengatakan bahwa sekarang Marga Alom-Magai Suku Damal sudah menolak kehadiran OPM di Kabupaten Puncak. Mereka takut menjadi korban serangan kelompok separatis ini.

“Sekarang Marga Alom-Magai Suku Damal sudah menolak kehadiran OPM di Kabupaten Puncak. Kami trauma setelah perang suku 2010-2011 yang mengakibatkan adanya anggota Suku Damal yang ditembak oleh OPM, sehingga kami Suku Damal menolak kehadiran OPM di Ilaga,” ucap Jembatan Murib.

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa hidup mereka penuh dengan ancaman OPM. “Setiap hari kami dipaksa mendukung kegiatan mereka. Mereka tidak segan untuk membunuh kami jika keinginannya ditolak,” tegasnya.

Sementara itu, Mantan Anggota KKSB, Tenius Tebuni, mengatakan aksi separatis di wilayah Papua sering kali memeras dan menyakiti masyarakat, bahkan membunuh masyarakat yang tidak mau membantu.

“Yaa, mereka itu kerap kali memeras dan mengancam masyarakat, serta menyakiti bahkan membunuh masyarakat yang tidak mau membantu,” kata Tenius Tebuni. Bahkan dirinya merasa tertipu dengan narasi perjuangan kelompok separatis ini.
Anggota Komisi I DPR RI Willy Aditya menegaskan negara tidak boleh kalah dengan tindak kekerasan yang dilakukan pihak mana pun, termasuk KKB. Untuk itu, diperlukan penanganan yang lebih baik.

“Perlu ada perbaikan pendekatan yang lebih komprehensif dalam menyelesaikan masalah KKB di Papua. Bertahun-tahun kita selalu disuguhi berita demikian ini, tapi pendekatan untuk menyelesaikan masalah KKB ini belum juga komprehensif,” ujar Willy.

Tinggalkan Balasan