Rizieq Shihab Harus Ikuti Protokol Kesehatan

Oleh : Zakaria )*

Rizieq Shihab dikabarkan pernah dirawat di sebuah RS swasta di Bogor. Desas-desus berkata bahwa ia dan istri kena corona, namun belum ada keterangan resmi tentang hal ini. Seharusnya sejak dulu ia mau dites swab dan karantina mandiri, serta disiplin pakai masker, sehingga fisiknya tidak mudah kena corona.

Kabar sakitnya Rizieq Shihab membuat publik mengaitkannya dengan terbentuknya klaster corona baru di Petamburan dan Bogor. Karena di 2 tempat itu pernah ada kegiatan yang mengundang keramaian dan dihadiri oleh panglima FPI tersebut. Jika ada banyak orang terjangkiti virus covid-19, mungkinkah sang habib juga tertular corona?

Jika benar ia kena corona maka amat disayangkan, karena sebenarnya sudah banyak yang memperingatkannya untuk tes swab, sepulang dari Arab Saudi. Namun Rizieq Shihab menolaknya dengan alasan sudah melakukan tes tersebut sebelum naik pesawat. Ia juga ngotot tak mau karantina mandiri 14 hari, namun langsung tancap gas melakukan safari ceramah.

Masyarakat juga menyesalkan mengapa pihak manajemen Rumah Sakit terkesan menutup-nutupi kondisi kesehatan Rizieq Shihab? Malah para pengurus FPI yang memberi keterangan bahwa ia kelelahan dan hanya melakukan general check up bersama sang istri. Sehingga harus dirawat di Rumah Sakit selama beberapa hari.

Tentang tes swab juga belum ada keterangan yang jelas. Jika benar Rizieq Shihab akhirnya sudah melakukan tes swab, mengapa hasilnya tidak dipublikasikan? Maka publik makin menduga bahwa ia positif corona namun sayangnya malu mengakuinya, karena sudah terlanjur percaya diri untuk tidak isolasi mandiri.

Walikota Bogor Bima Arya mencak-mencak dan mengancam akan melaporkan manajemen RS swasta itu, karena dianggap tidak kooperatif. Seharusnya tiap tes swab diketahui olehnya, sehingga bisa diadakan tracing dan menelusuri siapa ODP dan OTG selanjutnya. Namun karena pihak Rumah Sakit malah terkesan melindungi Rizieq Shihab, maka bisa dipermasalahkan.

Masyarakat tidak bersimpati akan kabar sakitnya Rizieq Shihab. Mereka malah terkesan lega karena jika ia sakit, maka akibat dari perbuatannya sendiri. Rizieq Shihab bertindak arogan dan tak mau tes swab karena tak percaya dengan hasil tes di Indonesia. Ketika ia sakit maka salahnya sendiri karena tak mau isolasi mandiri, padahal itu adalah protokol wajib bagi ODP.

Ia juga tak tertib memakai masker. Karena saat dijemput oleh jamaahnya di bandara, Rizieq Shihab melakukan orasi dan menurunkan maskernya. Padahal hal itu sangat bahaya, karena bisa menularkan virus covid-19 lewat droplet. Juga ada kumpulan massa yang bisa menyebarkan virus, karena mereka melanggar aturan jaga jarak.

Keluarga Rizieq Shihab juga tidak mau melakukan tes swab. Padahal status mereka juga ODP karena telah menyelenggarakan pesta besar, yang mengundang 10.000 orang. Mereka juga berkontak dengan Rizieq Shihab yang saat itu statusnya belum pasti kena corona atau tidak, tapi kena resiko tinggi karena habis bepergian dari luar negeri.

Masyarakat juga ikut gemas karena saat ini rumah sang habib malah dijaga oleh anggota FPI. Apa mereka takut keluarga habib akan ditangkap aparat? Sehingga bertindak berlebihan dan terkesan paranoid. Padahal ketika ada petugas yang datang, mereka hanya ingin menjemput untuk lakukan tes swab dan menyemprot disinfektan ke dalam rumah.

Ketika Rizieq Shihab diduga kena corona, maka masyarakat tak menunjukkan simpati. Karena ia terbukti bandel dan melanggar banyak protokol kesehatan. Mulai dari menolak tes swab, ogah karantina mandiri, melepas masker, sampai mengumpulkan massa. Tingkah laku sang habib yang sudah keterlaluan membuat banyak orang malah mem-bully-nya saat ia sakit.

)* Penulis warganet tinggal di Bogor

Tinggalkan Balasan