Sejumlah aksi yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di wilayah Papua dapat dikategorikan sebagai sebuah tindakan brutal dan melanggar hak asasi manusia (HAM). Bukan hanya memakan sejumlah korban nyawa, aksi KKSB ini turut membuat rasa ketakutan warga terus meningkat. Warga tidak ingin menjadi korban aksi kekejaman KKSB ini yang tidak pandang bulu untuk menembak.

Ketua DPW Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (BAIN HAM RI) Provinsi Papua, Ali Albert Kabiay menilai aksi kekerasan KKB sebuah kejahatan kemanusiaan. Tindakan ini layakdisebut sebagai teroris karena menyasar warga sipil yang tidak bersenjata.

“KKB Papua layak sekali disebut sebagai teroris, karena mereka kerap kali menebar teror kepada masyarakat. Bahkan warga sipil tak berdosapun mereka tembaki hingga meninggal dunia,” ucap Ali Albert Kabiay.

Tindakan KKSB, menurut Ali, sudah melewati batas karena memakan korban jiwa, baik aparat maupun sipil. Untuk itu, dirinya mengajak warga Papua mendukung aparat menumpas kelompok separatis itu.

“Saya mengingatkan kepada mereka KKB, bahwa apa yang selama ini mereka lakukan merupakan tindakan keji, melanggar HAM, dan kalian sudah seperti teroris,”ungkap Ali.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw memastikan pihaknya mengawasi ketat dan membatasi pergerakan kelompok separatis ini. Waterpauw mengatakan polisi tengah fokus melakukan penindakan terhadap KKSB. Salah satu yang telah dilakukan adalah menangkap KKSB yang kerap melakukan serangan.

“Kami masih terus mengawasi peregerakan mereka karena kelompok tersebut tidak segan-segan masuk ke dalam kumpulan masyarakat dan melakukan kekerasan terhadap masyarakat,” kata Irjen Paulus Waterpauw.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa kelompok kriminal bersenjata di wilayah Kabupaten Intan Jaya telah melakukan aksi kekerasan. Berbagai aksi KKSB paling banyak melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM).