Optimalisasi Pembangunan Papua, Tingkatkan Taraf Hidup Warga

Pemerintah mengeluarkan Inpres No 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat. Hal itu untuk menegaskan bahwa Pemerintah serius membangun Papua untuk meningkatkan perekonomian di wilayah Papua.

Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar, mengatakan Pemerintahan Presiden Joko Widodo memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul sebagai bagian dari sebuah bentuk kerangka besar jawaban dari solusi permasalahan yang ada di Papua. Billy meminta masyarakat tidak meragukan komitmen Presiden Jokowi dalam membangun Bumi Nusantara Paling Timur ini, Tanah Papua.

“Sejak menjabat presiden, data menunjukkan terbanyak dibanding Presiden yang lain, setidaknya sudah 11 kali Presiden Joko Widodo tercatat mengunjungi Papua dan Papua Barat. Coba siapa Presiden yang dengan niat dan kerja kerasnya melakukan hal tersebut, kalau tidak benar-benar cinta,” kata Billy. Pemerintah, lanjut Billy, mengingkan Papua bukan lagi menjadi daerah tertinggal.

Dirinya mengungkapkan, terlepas dari posisinya sebagai Staf Khusus, dirinya telah menikmati pembangunan tersebut. “Misalnya, dulu dari Biak ke Serui butuh waktu yg sangat panjang utk naik Feri, sekarang dengan tol laut yang di gagas Pak Jokowi, setiap saat ada kapal cepat, dan mobilitas meningkat, ini di kampung saya sendiri terlihat jelas”, ungkap Billy.

Ditempat terpisah, Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperhatikan pembangunan di dua provinsi ujung timur Indonesia, yakni Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Edy menegaskan bahwa periode 2015-2019, berbagai indikator menunjukkan kondisi sosial ekonomi di Papua dan Papua Barat semakin membaik. Hal itu dapat dilihat di angka kemiskinan dan pengangguran yang menurun. Dirinya pun menunjukan data ini menjadi bukti peningkatan ekonomi di Papua.

“Bukti transformasi ekonomi berjalan baik di Papua. Perbaikan ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat,” tegas Edy.

Sebelumnya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan The Asia Foundation pada 2018 menunjukkan, pembangunan jaringan jalan di wilayah itu telah memperbaiki kehidupan sosial ekonomi masyarakat melalui perbaikan konektivitas. Kehidupan ekonomi masyarakat meningkat karena mereka bisa menjual barang dagangan ke luar daerah dalam jumlah lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Tinggalkan Balasan