UU Cipta Kerja Mendorong Kesejahteraan Rakyat

Oleh : Aldia Putra )*

Kondisi keuangan di Indonesia sempat terpuruk akibat dahsyatnya badai corona. Pemerintah berusaha mengubahnya dengan meresmikan UU Cipta Kerja. Jika UU ini diterapkan dengan baik, maka akan jadi stimulus keuangan yang baik. Karena mendorong masuknya investasi dan memudahkan perdagangan ekspor. 

Masa pandemi yang berlangsung hampir setahun ini membuat banyak orang stress berat, karena kondisi finansialnya terpuruk. Mereka yang bekerja kantoran harus rela gajinya dipotong, bahkan ada yang perusahaannya ambruk dan terpaksa dirumahkan. Para pedagang kaki lima juga merasakan sepinya lapak, karena daya beli menurun.

Pemerintah tidak mau hal ini terjadi dan menyebabkan krisis ekonomi jilid 2. Oleh karena itu, UU Cipta Kerja diciptakan agar merombak peraturan, mulai dari bidang ekonomi sampai investasi. Dalam UU ini ada klaster kemudahan berusaha dan klaster UMKM yang membuat pengusaha sejahtera, karena peraturan akan sangat ramah bagi bisnis mereka.

Akademisi dari FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Djaka Badranaya menyatakan bahwa semangat UU Cipta Kerja adaah mensejahterakan rakyat. UU ini akan meningkatkan pendapatan per kapita Indonesia dan membuat masyarakat bebas dari kemiskinan. Dalam artian, UU Cipta Kerja adalah obat mujarab dari efek negatif badai corona di Indonesia.

Djaka melanjutkan, UU Cipta Kerja jadi penyelamat, karena mendorong investasi asing masuk ke Indonesia. Selain itu, untuk menaikkan pendapatan per kapita, maka diatur agar produksi dan ekspor lancar, serta mendorong konsumsi pemerintah lebih tinggi. Dalam artian, jika ada investasi yang masuk, maka uang dari penanam modal jadi ‘bahan bakar’ dalam menaikkan produksi.

 Setelah dipermudahnya penanaman modal asing melalui klaster investasi di UU Cipta Kerja, maka mereka semangat untuk membuat pabrik baru di Indonesia. Bahkan ketika UU ini belum diresmikan beberapa bulan lalu, suah ada beberapa investor yang akan masuk. Di antaranya pengusaha di bidang elektronik, baterai, dan manufaktur.

Mengapa investasi penting? Karena ketika penanam modal asing masuk, otomatis butuh karyawan dan mengurangi jumlah pengangguran. Selain itu, investor akan membantu pengusaha UMKM yang punya ide bisnis brilian tapi kekurangan modal. Sehingga akan ada simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan, dan bisnis UMKM bisa naik level. Sehingga mereka makin sejahtera.

Investasi juga penting karena menjadi salah satu indikator negara maju. Di negara Asia Tenggara yang maju seperti Singapura, ada banyak investor dan buktinya mereka masih survive saat masa pandemi. Ketika banyak investor masuk, maka dunia bisnis dan ekonomi akan makin semarak, karena mereka berani menyuntikkan modal ke perusahaan lokal.

UU Cipta Kerja tak hanya menguntungkan bagi pengusaha, tapi juga pegawai swasta. Mereka akan mendapat bonus tahunan dari perusahaan, sehingga uang ini bisa mensejahterakan keluarganya. Besaran bonus yang didapatkan tergantung dari durasi kerja. Sehingga bisa jadi penyemangat, agar lebih semangat lagi dalam berkarya di kantor. Jadi amat salah ketika ada yang menuduh bahwa UU ini hanya untuk pengusaha.

Para pekerja juga tak usah khawatir dengan pengaturan upah minimum yang sekarang menjadi hak gubernur. Karena justru ketika UMK diganti dengan UMP, ada keseragaman  gaji yang tidak memusingkan. Lagipula, ketika masa kerja mereka di atas 2 tahun, gajinya dipastikan di atas UMP. Jika tidak, maka perusahaannya bisa dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja. 

UU Cipta Kerja diciptakan untuk kesejahteraan rakyat. Akan ada perombakan aturan, di mana pengusaha dan pekerja sama-sama diuntungkan. Pemerintah membuat UU ini dengan perencanaan dan pemikiran yang matang, sehingga masyarakat menikmati hasilnya. Kondisi finansial mereka akan naik, karena usaha berkembang, berkat dukungan dari pemerintah.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Tinggalkan Balasan