Demi Wujudkan Zona Damai, Warga Papua Siap Jaga Keamanan Wilayah

Sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Mimika mengajak semua komponen yang hidup di atas tanah dan negeri Papua untuk bersama-sama menciptakan wilayah Papua sebagai zona damai. Kepala Suku Mee di Kabupaten Mimika, Piet Nawipa, mengatakan hal itu dapat diwujudkan dengan menolak berbagai provokasi yang menimbulkan konflik dan aksi kekerasan.

Piet Nawipa menambahkan untuk membangun Papua sebagai daerah zona damai maka dibutuhkan kerja sama yang harmonis antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dengan masyarakat dari berbagai suku.

“Harus ada kerja sama yang baik dari semua pihak untuk bisa menciptakan kedamaian di Tanah Papua. Selama ini kerja sama antara TNI-Polri dengan masyarakat sudah berjalan baik terutama kami di Mimika. Masing-masing suku juga dituntut untuk menjaga dan melindungi masyarakat akar rumputnya,” kata Nawipa. Lanjutnya memasuki Desember diharapkan situasi keamanan di Papua jauh lebih kondusif, tanpa ada lagi konflik ataupun kekerasan kepada warga Papua.

Harapan serupa disampaikan Ketua DPP Presidium Putra-putri Pejuang Pepera, Yanto Eluay. Dirinya menyebut setiap tahun memasuki Desember masih saja terjadi konflik-konflik dan kekerasan di sejumlah daerah yang membuat situasi Papua menjadi tidak aman dan kurang kondusif.

Untuk itu, dirinya meminta masyarakat untuk lebih mengedepankan keharmonisan dan kerukunan antar anak bangsa. Hal ini demi terjaganya wilayah NKRI dari para pengkhianat bangsa.

“Mari kita melupakan sejarah masa lalu, kita sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI. Mari sama-sama membangun Papua demi kemajuan anak cucu kita. Ciptakan kedamaian diatas Tanah Papua. Hanya dalam situasi yang damai kita bisa membangun dan membuat rakyat Papua menjadi lebih sejahtera dan lebih maju,” tegas Eluay.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Papua, Yunus Wonda, mengatakan masyarakat Papua perlu bekerjasama menjaga situasi kondusif agar terwujudnya harapan sebagai wilayah zona damai. Masyarakat Papua pun jangan terprovokasi hasutan maupun berbagai isu provokatif yang berpotensi menciptakan konflik.

“Kita (masyarakat) harus bekerjasama menjaga keamanan Papua, demi menciptakan kenyamanan di masyarakat. Jangan lagi warga terprovokasi kelompok-kelompok pengacau”, kata Yunus Wonda.

Tinggalkan Balasan