Banyak Manfaat, Sejumlah Pihak Mengapresiasi Berbagai Pembangunan di Papua

Sejumlah pihak menilai realisasi pembangunan di wilayah Papua memunculkan berbagai manfaat bagi warga lokal. Apresiasi ini bukan tanpa alasan, mengingat pertumbuhan ekonomi masyarakat Papua meningkat signifikan dibanding saat belum adanya pembangunan secara berkelanjutan di bumi cenderawasih itu.

Tokoh Papua, Izak Randi Hikoyabi, mengatakan semenjak masifnya pembangunan infrastruktur di wilayah Papua segala akses jadi mudah. Beragam sektor merasakan dampak dari pembangunan infrastruktur yang dikerjakan oleh Pemerintah.

“Infrastruktur itu urat nadi pembangunan kesejahteraan Papua secara berkelanjutan. Untuk itu, Papua harus maju dan sejahtera,” kata Izak Randi Hikoyabi.

Izak Randi mengungkapkan pertumbuhan penduduk membutuhkan banyak akses penunjang. Baiknya akses penunjang bisa berdampak pada ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lain. Kini, dengan tersambungnya akses jalan, jembatan, listrik dan sebagainya, masyarakat merasakan banyak kemudahan.

“Pembangunan infrastruktur saat ini dinikmati anak-anak kita. Mereka pun merasa mendapat banyak kemudahan akses,” ungkapnya.

Kepala Pusat Analisis Kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Velix Wainggai, mengatakan pembangunan infrastruktur dalam kacamata sosial sangat berdampak besar. Sebab dengan terbangunnya infrastruktur yang baik, mempermudah akses antar wilayah sehingga menjadi ajang pertemuan beragam etnik Papua.

“Dengan adanya infrastruktur ini memperlancar sistem logistik nasional. Tentunya, mempermudah akses antar-Papua dan luar,” kata Velix.

Sementara itu, Pemerhati Isu Papua, Imron Cotan, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Papua sungguh luar biasa dan patut diapresiasi. Dirinya menyebut dengan adanya infrastruktur ini memudahkan masyarakat dalam mempercepat distribusi barang dan memasarkan hasil bumi Papua.

“Dengan infrastruktur ini akan memudahkan akses masyarakat dalam menuju kemajuan dan kesejahteraan. Kita harus mengapresiasi pembangunan di Papua,” tegas Imron.

Tinggalkan Balasan