Kelompok Krriminal Bersenjata (KKB) hingga kini terus eksis serta menyebar berbagai ancaman baik kepada aparat keamanan hingga ke warga sipil. Mereka diketahui tidak segan melukai aparat dan warga yang sedang melakukan aktivitasnya. Sudah banyak korban jiwa yang tewas akibat penyerangan KKB di wilayah Papua.

Situasi inipun menjadi perhatian tokoh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Hengky Heselo. Dia bahkan meminta aparat memberantas kelompok yang selalu membuat resah warga itu. Tidak hanya disitu saja, dirinya juga meminta Polisi mengusut kelompok berseberangan yang menyebarkan fitnah pengganggu kesatuan NKRI melalui media sosial.

“Aparat Kepolisian harus menindak segala macam aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB, termasuk upaya menyebarkan fitnah pengganggu kesatuan NKRI melalui media sosial,” tegas Hengky Heselo. Lanjut Hengky, berbagai aksi dan provokasi yang dilakukan KKB sudah sangat mengganggu situasi kamtibmas di bumi Cendrawasih.

Di tempat terpisah, Koordinator Masyarakat Bela Keutuhan NKRI (Masbehi) Yogyakarta, Muhammad Alvin Khoiru, mengatakan perlu bagi TNI dan Polri untuk mengambil tindakan tegas dengan memberantas KKB. “TNI dan Polri harus memberantas terhadap segala bentuk upaya dan praktik kelompok-kelompok separatisme yang sengaja merongrong persatuan dan kesatuan NKRI,” ungkap Alvin.

Alvin juga menghimbau kepada mahasiswa Papua yang sedang menuntut ilmu di Yogyakarta, untuk tidak mendukung ide separatis Papua. “Yogyakarta terbuka dan ramah terhadap semua saudara se bangsa dan se tanah air, sepanjang tidak mengganggu keutuhan NKRI, karena Yogyakarta berperan besar dalam sejarah bangsa ini,” ujarnya.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, telah meminta aparat keamanan dari unsur TNI dan Polri, memberantas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang sering melancarkan aksi teror dan kekerasan di Papua.

Hal itu perlu dilaksanakan jika pendekatan dialog atau soft approach melalui tokoh-tokoh masyarakat tidak dihiraukan. Apalagi masyarakat sudah meminta diungsikan ke wilayah yang lebih aman.”Seandainya soft approach tidak bisa dilaksanakan dan mereka melanggar hukum apalagi sampai ada yang meninggal, kami harus bertindak tegas,” kata Tito.