KKB Terbukti Berupaya Menggagalkan Perpanjangan Otsus Dengan Terus Melakukan Aksi Kekerasan di Papua

Situasi keamanan di Papua kembali menunjukkan eskalasi yang cenderung memanas. Terlebih banyaknya kejadian yang berhubungan dengan penolakan terhadap penerapan Otonomi Khusus (Otsus) Jilid II. Hal ini membuat masyarakat semakin takut dan cemas untuk berkegiatan sehari-hari.

Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw, mengatakan kelompok bersenjata dan separatis tengah merancang aksi besar-besaran yang diupayakan untuk mengganggu pembahasan Otsus Jilid II. Diantaranya dengan melakukan pembakaran Pesawat MAF di Intan Jaya dan penembakan helikopter milik PT Freeport Indonesia di Kampung Tsinga, Distrik Tembagapura.

“Dari hasil pemantauan lewat sarana yang kami punya, memang benar mereka sedang merancang aksi. KKB yang juga didukung kelompok separatis lain yang di kota dan sekitarnya akan melakukan aksi,” kata Waterpauw.

Dirinya mengungkapkan bahwa Polda Papua akan mengantisipasi aksi kelompok tersebut. Kepolisian bekerja sama dengan semua unsur kekuatan di Papua dengan menempatkan pasukan di lokasi-lokasi rawan. Selain itu juga meminta semua pihak untuk mengantisipasi gangguan keamanan di wilayah masing-masing. Terutama di daerah yang terisolasi atau sulit dijangkau pasukan TNI-Polri. Aksi-aksi tersebut juga bisa berkembang menjadi lebih besar jika aparat tidak menghentikan. Bahkan, katanya, bisa pula mempelopori aksi mogok nasional.

Hal senada juga diutarakan oleh Samuel Doko selaku mahasiswa afirmasi Papua asal Boven Digul. Samuel menjelaskan dari catatannya gerakan teror dan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh KKB dan KNPB dalam rangka posisi tawar politik pada isu-isu politik nasional, terutama pembahasan perpanjangan Otsus di Papua.

“Ajakan aksi mogok massa sangat jelas sebagai hasutan kotor oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB)yang tidak menginginkan Papua damai, kita harus mewaspadai berbagai aksi demonstrasi oleh kelompok KNPB dan kelompok lainnya yang menolak pembahasan otsus disinyalir hanya merupakan kelompok pembuat onar yang tidak menginginkan Papua maju yang selama ini sangat besar kontribusinya dari dana otsus,” tutup Samuel.

Berbagai aksi provokasi yang dilakukan oleh KKB, menurut Samuel, justru semakin memperkeruh kondisi damai Papua serta menghambat program pembangunan yang sejatinya didorong untuk mensejahterakan warga.

Tinggalkan Balasan