Oleh : Timotius Gobay )*

KKB berulah lagi dengan membakar BTS tower milik salah satu perusahaan telekomunikasi. Peristiwa ini membuat komunikasi terhambat, karena tidak ada alat yang meneruskan sinyal. KKB benar-benar ngawur saat membakar BTS, karena mengacaukan suasana dan menyusahkan orang banyak.

Papua dan Papua Barat adalah wilayah yang dianugerahi kecantikan alam, dengan hutan dan pantai yang eksotis. Namun sayang keindahan ini tercoreng oleh kaum separatis alias kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang ngotot ingin merdeka. Padahal pemerintah sudah membangun banyak infrastruktur dan fasilitas, namun mereka menutup mata.

KKB melakukan aksi protes dengan berbagai cara. Terakhir, mereka membakar 2 tower BTS milik perusahaan telekomunikasi. Lokasinya di perbukitan Pingeli di Distrik Omukia, dan di Distrik Maggubi kabupaten Puncak. Padahal salah satu BTS baru berdiri pada medio desember 2020. Namun terbakar sia-sia karena ulah kelompok kriminal bersenjata.

AKBP Dicky Hermansyah Saragih, Kapolres Puncak, membenarkan bahwa ada 2 BTS yang dibakar KKB. Beliau mengetahuinya dari laporan masyarakat dan penyelidikan di lapangan. Ketika petugas dari Ring Palapa memeriksa 2 BTS dengan helikopter, maka ketahuan bahwa 2 tower tersebut dalam keadaan terbakar.

Saat 2 BTS terbakar, maka komunikasi warga sipil Papua otomatis terganggu. Karena tidak ada tower yang meneruskan sinyal HP. Akibatnya sungguh fatal, karena yang hilang adalah sinyal 4G. Sehingga masyarakat di kawasan Puncak tidak bisa menelepon, mengirim pesan WA, maupun mengakses internet.

Akses internet yang mati total sangat meresahkan, karena anak-anak akan kesulitan untuk belajar di rumah. Kelas online tak bisa dilakukan dan para murid tidak bisa menyetor tugas ke bapak dan ibu guru. Mereka bingung karena tak bisa mengakses Zoom dan WA, lalu harus menghentikan kelas selama tower belum berfungsi.

Selain itu, orang dewasa juga kesusahan karena tak bisa menggunakan HP. Bagaimana jika ada hal yang urgent, misalnya harus menelepon tenaga medis ketika ada kecelakaan? Atau ada istri yang mau melahirkan namun tak bisa menghubungi gadget suaminya. KKB benar-benar kejam dengan memutus jalur komunikasi dan menyusahkan banyak orang.

Belum diketahui berapa nominal kerugian yang didera oleh perusahaan komunikasi yang memliki tower BTS tersebut. Namun dipastikan mereka pusing karena harus mengganti tower dengan yang baru, dan ada biaya lagi untuk pemasangan, operasional, dan lain-lain. KKB jadi makin dibenci oleh banyak orang karena membuat berbagai kekacauan.

Entah apa yang ada di pikiran KKB saat membakar 2 tower BTS. Mungkin mereka kira dengan memutus jalur komunikasi, pemerintah akan kesulitan. Namun mereka tak memikirkan dampaknya bagi warga sipil yang notabene saudara sesuku, sebangsa dan setanah air.

Bagaimana bisa mewujudkan kemerdekaan Papua jika sering merugikan masyarakat di Bumi Cendrawasih? Cara-cara kekerasan yang dipakai oleh KKB malah jadi bumerang, karena warga sipil makin membenci mereka. Juga akan menolak jika bergabung ke dalam Republik Federal Papua Barat dan melengos saat diberi bendera bintang kejora.

Untuk apa KKB ngotot memerdekakan Papua? Saat ini di Bumi Cendrawasih sudah jauh berbeda dengan zaman orde baru, karena sudah banyak sekali modernitas di sana. Bahkan Papua ditunjuk jad tuan rumah PON 2021, sehingga membuat masyarakat di luar Papua melihat berbagai kemajuan di sana. Belum tentu jika Papua merdeka, mereka membuat hal yang sama.

Kekejaman KKB membuat masyarakat makin antipati, karena mereka tega membakar 2 BTS tower di wilayah Puncak, Papua. Ketika BTS tak berfungsi, maka otomatis masyarakat tak bisa berkomunikasi. Akan sangat pusing ketika tak bisa menelepon maupun mengakses internet. KKB perlu diberantas sampai ke akar-akarnya, agar tak lagi mengacau di wilayah Papua.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Gorontalo

Oleh : Andi Gumilang )*

Jawaban atas penantian panjang ini agaknya segera terbayar. Vaksin yang disebut-sebut sebagai senjata untuk melawa pandemi COVID-19. Telah memiliki legalitas lengkap hingga izin BPOM, sehingga siap diedarkan ke masyarakat.

Serangan pandemi COVID-19 yang telah meluluhlantakkan negeri. Kini tengah menghampiri titik terang. Beragam uji coba dilakukan demi mengetahui seluk-beluk sang virus. Bukan hanya hilangnya mata pencaharian. Namun juga nyawa melayang dengan angka yang cukup tinggi.

Problematika pandemi kian lengkap saat semua seolah tak kunjung menemukan solusi. Tumbangnya korban jiwa hingga remuknya roda perekonomian menjadi dilema banyak pihak. Terlebih rakyat kecil dengan kondisi kemiskinan dan rentan kesehatan.

Diketahui, COVID-19 bakalan cepat menjalar pada kondisi individu dengan riwayat penyakit dalam. Gejalanya umum ditemukan mampu memperparah kesehatan seseorang. Namun, adapula yang terjangkit dengan kondisi badan yang sehat walafiat. Yang demikian acapkali disebut OTG atau Orang Tanpa Gejala.

Dan orang-orang ini termasuk pihak lain tetap memiliki potensi menularkan. Sehingga wajib sekali untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Baik dari memakai masker hingga menerapkan prokes lainnya.

Berita terbaru menyebutkan jika Badan POM telah resmi menerbitkan atas izin penggunaan darurat. Alias emergency use authorization yang kerap disebut EUA. Dari vaksin Sinovac yang telah menjadi buah bibir seluruh pihak.

Pemberian izin ini ditengarai menandakan jika vaksin siap dipakai untuk proses vaksinasi pada 13 Januari 2021. Vaksin ini kabarnya juga menggalang kerjasama dengan PT Bio Farma. Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh kepala BPOM. Yakni Penny Lukito.
Seperti diketahui vaksin Sinovac telah melalui serangkain hasil uji klinis tahap 3. Yang mana telah dilakukan di Bandung Provinsi Jawa Barat. Selain itu pihak BPOM juga melakukan uji di mancanegara, Brasil serta Turki.

Hasil yang didapatkanpun cukup memuaskan. Vaksin ini dinilai aman, dengan kemungkinan efek samping relatif kecil hingga medium. Vaksin ini juga memiliki dua dosis saat nantinya diberikan. Bahkan, telah digunakan di beberapa negara seperti Chile, Turki juga Brasil.

Sinovac diklaim memiliki tingkat efikasi tinggi. Dimana vaksin ini mampu membangun sebuah antibodi dalam tubuh manusia. Yang mampu menetralkan hingga membunuh virus. Atau lebih tepatnya dapat disebut imunogenesitas.

Sementara hasil uji klinis pada tahap 3 menunjukkan efikasi di angka 65.3 persen. Angka ini tentunya sudah cukup memuaskan. Mengingat standar efikasi yang diberikan oleh pihak WHO minimal ialah 50 persen.

Rentetan uji klinis ini bak kejar tayang, terus menerus dilakukan dengan maksimal. Sehingga pandemi cepat dapat diatasi. Sebelumnya juga beredar aneka rekomendasi obat hingga vaksin lain. Namun, agaknya masih terkendala beragam hal. Mulai dari ketersediaan bahan, efek samping hingga faktor lainnya.

Menilik beragam upaya yang dilakukan pemerintah, langkah apresiasi tentu wajib diberikan. Bukan hanya kompeten menghasilkan solusi atas vaksin untuk pandemi. Namun juga dukungan lain yang berbentuk materi.

Sebut saja penggelontoran aneka bansos, atau bantuan sosial. Bansos-bansos ini diberikan bertahap hingga tahun 2021. Baik yang jumlahnya ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Mulai dari wujud sembako hingga pelatihan dengan bantuan modal nyata.

Bantuan-bantuan ini juga disesuaikan dengan ragam sektor di Indonesia. Misalkan saja, pihak terdampak PHK karena pandemi, pengelola UMKM, guru, pelajar hingga sektor lainnya.

Pendistribusiannyapun masih berlangsung hingga sekarang. Dengan total target yang telah dirincikan. Bantuan-bantuan inipun dimaksudkan untuk menyetabilkan kondisi keuangan masyarakat. Sehingga memiliki ketahanan saat pandemi masih berlangsung.

Deretan upaya pemerintah terkait penanggulangan COVID-19 tentu tak bisa dipandang sebelah mata. Jika dikonversikan dengan nominal tentu sudah tak terkira. Hal ini tak lain demi masyarakat negeri agar segera terbebas dari beban akibat pandemi ini.
Datangnya kabar terbaru terkait rilisnya izin penggunaan Vaksin Sinovac yang telah lama dinanti. Tinggal menunggu hari saja untuk proses vaksinasi, yang kabarnya bakal dimulai dari tanggal 13 Januari tahun ini.

Pemerintah juga telah menyiapkan kelengkapan proses vaksinasi. Dengan pendataan lengkap terkait pihak yang akan mendapatkan vaksin tersebut. Bahkan, pemerintah juga sudah mendeklarasikan siapa saja yang terdaftar dalam program ini. Harapan kedepan, vaksin ini mampu memberikan sumbangsih yang cukup tinggi. Agar serangan pandemi lekas bisa diatasi.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Tangerang

Oleh : Adyarso Wibowo )*

UU Cipta Kerja adalah Undang-Undang sapujagat yang memperbaiki dunia investasi, ekonomi, ketenagakerjaan, dan lain-lain. Jika UU ini terlaksana dengan baik, maka akan ada kemajuan di berbagai sektor. Sehingga Indonesia akan jadi negara yang unggul di kawasan Asia.

Indonesia adalah negara yang potensial, karena punya sumber daya alam yang melimpah, mulai dari tembaga hingga batu bara. Namun mengapa kita masih terjebak di status negara menengah dan belum meraih papan atas? Kemajuan mustahil terjadi, ketika mindset orang-orangnya belum diubah. Selain itu, Undang-Undang wajib dirombak, agar perekonomian membaik.

Pemerintah membuat UU Cipta Kerja sebagai cara untuk menjadi negara maju, minimal di kawasan Asia. Karena selama ini kita sudah kalah jauh dengan negara tetangga. Mereka lebih maju dalam berbisnis, padahal merdeka jauh setelah Indonesia didirikan tahun 1945. Jika Indonesia jadi negara maju, maka masyarakatnya pun akan maju dan sejahtera.

Tadjoeddin Noer Effendi, pengamat ketenagakerjaan dari UGM menyatakan bahwa UU Cipta Kerja diimplementasikan dengan baik, akan menjadikan Indonesia maju. Bahkan akan jad leader alias macan asia. Karena UU ini mempermudah masuknya investasi ke Indonesia.

Investasi sangat penting, karena salah satu indikator kesuksesan sebuah negara adalah jumlah investasinya. Logikanya, jika banyak investor maka banyak pula penanam modal, sehingga makin banyak pabrik yang dibangun. Sehingga perekonomian akan makin maju.

Di Indonesia, investasi yang masuk sangat kecil, tidak sampai 5%. Padahal di negara tetanggal seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand, investor yang masuk hampir 9%. Dengan adanya UU Cipta Kerja maka investor akan masuk dan jumlahnya makin meningkat. Sehingga dana dari mereka akan membuat perekonomian Indonesia kembali membaik.

Dana investor amat penting, karena kita tidak bisa mengandalkan hutang ke IMF atau negara lain. Lagipula, pandemi covid-19 membuat krisis global, sehingga keadaan finansial di negeri lain juga sama rendahnya. Jadi harapan untuk maju ada di dana investor. Mereka juga dengan senang hati masuk ke Indonesia, karena pangsa pasarnya bagus sekali.

Kita tidak boleh mengatakan bahwa investasi adalah penjajahan model baru, karena ada asas sama kuat antara penanam modal dengan pengusaha lokal. Simbiosis mutualisme akan menghasilkan produksi barang sesuai dengan standar investor yang tinggi, karena quality control-nya lebih ketat.

Investasi adalah solusi bagi pengusaha lokal yang kesulitan modal tapi punya ide yang bagus untuk berjualan. Dengan suntikan dana dari investor, maka mereka bisa berproduksi lagi, setelah usahanya sempat pingsan karena efek pandemi. Dunia bisnis akan berkembang dengan baik dan kondisi finansial negara juga naik.

Investor juga bekerja sama dengan pemerintah dalam berinvestasi, jadi masyarakat tidak usah takut dengan penanaman modal asing. Untuk mengatur investasi ini, maka didirikan SWF (Soforeign Wealth fund), berupa badan hukum Indonesia yang mendapat dana dari investor asing. Sehingga kepemilikan infrastruktur yang dibangun dari proyek ini masih milik SWF.

Lagipula, penanaman modal asing sudah terjadi, bahkan saat orde baru. Seharusnya kita tak usah takut dengan kata-kata investasi dan alergi dengan dana asing, karena buktinya kerja sama selama ini baik sekali. Dengan klaster investasi di UU Cipta Kerja, maka investor masuk dan mereka senang karena ada jaminan untuk kemudahan mendapat perizinan.

Dengan dana dari investor maka dunia bisnis akan makin maju, dan Indonesia selamat dari ancaman resesi atau krisis ekonomi jilid 2. Perekonomian akan membaik, dan kita bangkit menjadi macan asia yang mengaum dengan gagahnya. Indonesia akan disegani karena punya stabilitas finansial dan pemerintahan yang tegas.

)* Penulis adalah kontributor Milenial Muslim Bersatu

Oleh : Zakaria )*

Ketika FPI dibubarkan, maka rekeningnya juga dibekukan oleh PPATK. Para pengurus ormas tidak bisa protes, karena pemblokiran ini sudah sesuai dengan aturan. Karena jika tak dibekukan, takutnya akan digunakan untuk operasional neo FPI. Masyarakat juga mendukung pemblokiran rekening itu agar mereka tak lagi meresahkan.

Aziz Yanuar, Munarman, dan mantan pengurus FPI lain mencak-mecak ketika rekening FPI dibekukan. Mereka menuduh uangnya diambil, dan mengaku bahwa masih ada sumbangan masyarakat di dalamnya. Namun mereka tak bisa memperkarakan hal ini ke depan hakim, karena pemblokiran rekening sudah sesuai dengan aturan dan ada dasar hukumnya.

Dasar hukum dari pemblokiran rekening FPI adalah SKB 6 Kepala Lembaga, yang ditandandatangani oleh Kapolri, Ketua BNPT, dan kepala lembaga lain. Jika FPI dinyatakan terlarang, maka otomatis rekeningnya boleh dibubarkan. PPATK membekukannya karena sudah sesuai dengan aturan pemerintah.

Rekening FPI yang diblokir tak hanya milik ormas, Rizieq Shihab, dan keluarganya. Namun juga rekening milik afiliasinya. Puluhan rekening itu ada di beberapa Bank swasta terkemuka. Sekarang juga ada penyelidikan jika ada rekening yang rajin menyumbang ke mereka, karena bisa ditengarai sebagai penyandang dana dan otak di balik sweeping dan kerusuhan lain.

Jika penyandang dananya ketahuan, maka akan sangat menghebohkan publik. Oleh karena itu, penyelidikan dilakukan tak hanya oleh polisi, namun juga pihak Bank yang membuka data nasabahnya. Mereka rela melakukannya karena membantu pemerintah dalam mengungkap fakta penting. Ketika rekening penyumbang dketahui, maka bisa otomatis diblokir.

Pemblokiran rekening ini diperbolehkan karena negara berhak melakukannya, sebagai pencegahan aktivitas organisasi terlarang. FPI sudah dbubarkan sehingga tiap kegiatannya ilegal. Jika sumber dananya tidak dibekukan, maka takut akan memperbesar ormas baru yag didirikan, yakni neo FPI.

Tuduhan Munarman jika uangnya diambil juga salah besar. Karena rekening itu tidak diblokir untuk selamanya, melainkan untuk sementara. Namun kapan bisa digunakan kembali, entah kapan. Munarman juga mengaku jika ada uang ratusan juta di dalam rekening tersebut, termasuk sumbangan dari banyak orang untuk keluarga laskar FPI.

Jika Munarman mengaku seperti itu, maka sama saja dengan membuka kebohongannya sendiri. Karena seharusnya uang sumbangan langsung diserahkan semuanya ke anggota laskar FPI, desember lalu. Namun sampai pertengahan januari, malah diendapkan di rekening. Entah akan dibuat aktivitas apa, tapi ucapan ini menampakkan bahwa mereka tidak amanah.

Uang itu adalah hak dar keluarga laskar, karena sumbangan dari masayrakat untuk mereka. Namun ketika masih berada dalam rekening, maka bisa saja ada tuduhan bahwa mereka merencanakan hal lain dengan dana tersebut. Miris sekali jika mereka yang mengaku membela umat, namun membohongi umat dan menyakiti hati keluarga laskar.

Selain itu, penemuan rekening yang digunakan FPI untuk menyimpan uang, juga mempermalukan mereka sendiri. Karena selama ini mereka berteriak-teriak anti asing, namun ternyata ketahuan memiliki rekening di Bank swasta milik asing. Bagaikan pinokio yang ternyata berbohong lalu malu berat.

Pembekuan rekening yang sudah sesuai aturan ini sebaiknya tak usah dipermasalahkan lagi oleh FPI. Percuma saja mengadakan jumpa pers dan mengundang banyak wartawan, namun tetap saja uangnya tidak keluar. Mereka juga tak bisa mengadu pada Komnas HAM, karena bukan ranah komisi tersebut.

Ketika rekening FPI dan afiliasinya dibekukan, maka mereka tak boleh menuduh sembarangan. Karena pemblokiran ini legal dan tidak melanggar hak siapapun. Eks pengurus FPI akan kesulitan mencari dana untuk kegiatan neo FPI. Malah merekaharus berhati-hati ketika penyandang dananya ketahuan, kebohongannya terbongkar, dan dramanya terkuak di depan publik.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Sejumlah aksi yang dilakukan oleh KKB dinilai oleh sejumlah tokoh sudah melampai batas. Terakhir mereka membakar pesawat jenis twin otter milik Mission Aviation Fellowship (MAF), di Kampung Pagamba, Distrik Biandoga. Padahal pesawat ini sering dipakai oleh para misionaris termasuk para pendeta untuk mengunjungi jemaat di kampung-kampung pedalaman.

Akademisi dari Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua, Marinus Yaung, mengatakan kecewa terhadap sejumlah aksi penyerangan yang dilakukan oleh KKB di wilayah Papua.

Marinus lantas mengecam dan mempertanyakan maksud dari kelompok separatis yang terlanjur melakukan penyerangan. Bahkan ia sempat geram karena peristiwa tersebut seolah dibenarkan oleh Jaffrey Bomanak dan Sebby Sambom yang merupakan tokoh dari pihak TPNPB OPM.

“Apa mau mereka? Ini adalah perjuangan yang bodoh. Para misionaris adalah salah satu profesi yang dilindungi oleh hukum humaniter dan konvensi internasional PBB tentang perang. Jadi mereka harus dilindungi oleh kelompok yang berkonflik,” ujar Marinus.

Marinus yang kesal dengan pernyataan Sebby dan Jeffrey sebelumnya karena menganggap para misionaris adalah agen kapitalis. Disebutkannya hal tersebut hanya karena KKB ingin mengaburkan fakta dan mencoba menggiring opini pada hal yang hanya menguntungkan pihaknya sendiri.

“Ini memperlihatkan bahwa KKB selalu ingin mengaburkan fakta untuk menguntungkan kelompoknya sendiri. Saya pastikan kalau ke depan tidak ada rakyat yang akan mempercayai setiap klaim dari kelompok separatis itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Suku Dani Helmi Murib di Timika, mengatakan dirinya mengecam keras keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di sekitar Timika yang terus menyerang dan menembak mati warga sipil.

Menurut Helmi Murib, apabila ada orang jahat yang membunuh seperti yang sering dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebaiknya segera dilaporkan kepada pihak keamanan agar situasi dan kondisi tempat tinggal warga aman untuk beraktivitas.

“Kami atas nama kepala suku Dani meminta kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama dengan pihak keamanan TNI-POLRI untuk terus menciptakan keamanan dari setiap gangguan baik yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) maupun masyarakat lainnya,” tegas Murib. Untuk itu meminta seluruh pihak bekerjasama dengan keamanan TNI-POLRI guna menciptakan situasi kondisif dan aman.

Oleh : Edi Jatmiko )*

Presiden Jokowi menjadi WNI pertama yang disuntik vaksin corona. Setelah injeksi, tidak ada reaksi apa-apa pada beliau. Hal ini membuktikan bahwa vaksin buatan Sinovac aman dan tidak menimbulkan efek samping. Selain itu, vaksin juga sudah mendapat sertifikat halala MUI. Sehingga tidak ada lagi keraguan dalam vaksinasi corona nasional.

Vaksin Sinovac buatan RRC sudah mendarat di Indonesia pada medio desember 2020. Namun baru akan disuntikkan bulan januari, karena menunggu pengetesan BPOM dan fatwa halal MUI. Setelah semuanya selesai, baru boleh disuntikkan ke seluruh WNI, walau kita masih harus menunggu giliran. Karena vaksinasi gelombang pertama baru diprioritaskan untuk tenaga medis.

Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik vaksin corona. Tanggal 13 januari 2021 jam 10 pagi, beliau diinjeksi terlebih dahulu daripada rakyatnya. Menurut presiden, hal ini bukan karena ego atau jabatan. Melainkan justru beliau memberi contoh kepada masyarakat bahwa vaksin corona buatan Sinovac 100% aman.

Vaksinasi pada Presiden Jokowi disiarkan langsung melalui streaming di akun Youtube sekretariat presiden. Siaran ini dimaksudkan agar seluruh WNI melihat proses vaksinasi yang higienis dan aman. Sehingga mereka yakin dan mau disuntik. Buktinya, setelah divaksin, presiden tidak menunjukkan reaksi negatif dan sehat-sehat saja.

Ketika presiden tidak pingsan atau sakit keras setelah divaksin, maka akan menambah kepercayaan masyarakat dan mereka mau diinjeksi. Selama ini memang ada yang ragu dan bahkan termakan hoax, bahwa vaksin corona kurang aman, karena bisa mengubah DNA manusia. Namun berita palsu ini langsung tertepis ketika publik melihat keamanan vaksinasi di istana presiden.

MUI juga sudah memberi fatwa halal pada vaksin Sinovac, setelah melakukan sidang fatwa. Sehingga mayoritas WNI yang merupakan umat muslim bisa bernapas lega, karena vaksin ini benar-benar halal. MUI juga turut mengawasi ketika vaksin masih dalam proses pembuatan. Sehingga mereka yakin bahwa tidak ada gelatin babi yang tercampur di dalam vaksin Sinovac.

Untuk lebih meyakinkan masyarakat, setelah Presiden Jokowi disuntik, maka beberapa pemuka agama juga disuntik vaksin. Mereka memberi contoh kepada jamaahnya, sehingga tidak ada lagi yang takut atau meragukan vaksinasi corona. Sehingga semua WNI akan mau disuntik dan akan mensukseskan program vaksinasi corona nasional.

Menurut dokter Wiku Adisasmito, vaksinasi adalah kunci dalam mengatasi penyebaran corona. Kesuksesan vaksinasi corona nasional sangat penting karena jika semuanya sudah disuntik, akan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Jika semua orang sehat dan bebas corona, maka pandemi akan lekas berakhir dan kita bisa beraktivitas seperti biasa.

Sebagai warga negara yang baik, sebelum menunggu giliran vaksinasi, maka kita bisa mendukung kesuksesan program ini dengan kampanye di media sosial. Saat ini marak twibbon alias semacam pigura yang mengellingi foto pengguna medsos, yang bertuliskan dukungan terhadap vaksin. Foto profil medsos kita bisa diedit seperti itu, agar makin banyak followers yang mengikutinya.

Selain itu, kampanye pro vaksin juga bisa dilakukan dengan menepi berita hoax dan melaporkan akun media sosial yang hobi meng-share berita palsu mengenai vaksin corona. Laporkan saja ke pihak Instagram beramai-ramai, dan akun itu bisa di-take down, sehingga tidak berfungsi lagi. Pembuat hoax vaksin corona adalah kelompok terkejam karena menyebar fitnah.

Kesuksesan vaksinasi corona pada Presiden Jokowi membuat masyarakat kian percaya pada khasiat suntikannya. Seluruh WNI yang menonton siaran langsung penginjeksian tersebut, maupun yang hanya membaca beritanya, akan mau divaksinasi. Sehingga di Indonesia terbentuk herd immunity dan pandemi corona akan segera berakhir.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh : Savira Ayu )*

UU Cipta Kerja makin sempurna dengan 44 aturan turunannya. Namun peraturan presiden dan peraturan pemerintah yang jadi aturan turunan tersebut, belum 100% jadi. Diharapkan mereka bisa diresmikan februari 2021, karena perlu pertimbangan yang matang, agar bisa segera diimplementasikan.

Masyarakat sempat kaget ketika UU Cipta Kerja mencapai hampir 1.000 lembar, karena UU ini memang mengurus hampir segala aspek. Mulai dari investasi hingga UMKM. Setelah ada UU Cipta Kerja, maka diambah lagi dengan aturan turunannya. Sehingga bisa lebih detail dan jika dipraktekkan di lapangan, akan berlangsung dengan lancar.

Elen Setiadi, Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Perekonomian menyatakan bahwa ada 44 aturan turunan UU Cipta Kerja. Rinciannya, 40 peraturan pemerintah dan 4 peraturan presiden. Aturan turunan ini mencakup berbagai sektor dan klaster. Namun sampai saat ini ke-44 perpres dan PP belum diresmikan.

Lantas kapan lanchig aturan turunan tersebut? Doddy Widodo, Dirjen Pertahanan KPAII Kemenperin, memprediksikan bahwa aturan turunan akan selesai februari 2021. Karena 44 aturan itu masih digodok pemerintah, dan targetnya selesai setidaknya akhir februari ini. Dalam artian, masyarakat diminta bersabar untuk menunggu aturan turunan UU Cipta Kerja ini.

Meski UU Cipta Kerja diresmikan oktober 2020, namun aturan turunanya tak bisa terselesaikan dalam waktu yang sama. Karena diharap 44 perpres dan PP ini lebih detail, dan tak ada kesalahan sedikitpun. Prosesnya, setelah dibuat draft RPP dan Rperpres, maka diupload di situs khusus. Masyarakat bisa membaca dan bahkan memberi masukan pada pemerintah.

Setelah periode masukan ditutup, maka DPR membacanya satu-persatu dan mempertimbangkannya. Apakah masukan itu benar atau hanya kritik kasar. Tidak semua bisa ditampung, karena tak semua orang memberi feedback positif. Masyarakat tak usah kecewa ketika masukannya tidak diimplementasikan, karena mungkin tak sesuai konteks. Lagipula, pemerintah sudah berusaha adil dengan meminta pendapat rakyatnya.

Kemudian, DPR merapatkan aturan turunan ini dengan lembaga dan kementrian terkait. Sehingga mereka bisa memberi masukan dan pertimbangan lebih lanjut, dan nantinya tak ada lagi miskoordinasi. DPR memang berkolaborasi dengan banyak pihak, agar bisa kompak dalam membuat aturan turunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Aturan turunan ini diharap akan berjalan dengan harmonis, dengan sang ‘kakak’ UU Cipta Kerja. Sehingga tidak ada peraturan yang tumpang tindih antara keduanya. Oleh karena itu, proses sebelum aturan turunan diresmikan jadi lebih panjang, agar tidak ada kontra antara perpres, PP, dengan UU Cipta Kerja.

Jika nanti aturan turunan sudah selesai dan diresmikan, maka diharap kehidupan masyarakat akan membaik, walau kita masih berada di tengah pandemi. Ketika nanti ada vaksinasi nasional dan UU Cipta Kerja beserta aturan turunannya diterapkan, maka kondii finansial akan naik perlahan. Karena kepercayaan investor akan naik seiring dengan klaster investasi.

Mereka akan menanam modal dan membangun pabrik padat karya, sehingga masyarakat bisa bekerja di sana. Otomatis banyak yang terentas dari status pengangguran, dan bisa lagi membeli sembako, tanpa harus berharap pada jatah BLT. Daya beli masyarakat akan naik, dan dagangan para pebisnis laku kembali. Roda ekonomi bergulir lagi dan kita bisa selamat dari ancaman krisis ekonomi tahap 2.

Begitu hebatnya efek dari UU Cipta Kerja dan aturan turunannya, sehingga taraf hidup masyarakat bisa terus naik. Oleh karena itu, kita wajib mendukung UU ini beserta perpres dan PP tersebut, agar kehidupan sosial dan ekonomi di Indonesia makin baik. Karena mereka bukanlah aturan di atas kertas, melainkan benar-benar diterapkan di lapangan.

Mari kita tunggu peresmian 44 aturan turunan UU Cipta Kerja, agar penerapannya di lapangan makin baik. Karena pemerintahan Presiden Jokowi tidak pernah membuat UU yang hanya berlaku di atas kertas atau mimbar DPR, melainkan harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Semoga taraf hidup kita membaik, berkat UU Cipta Kerja dan 44 aturan turunannya.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh : Edi Jatmiko )*

Presiden Jokowi menjadi WNI pertama yang disuntik vaksin corona. Setelah injeksi, tidak ada reaksi apa-apa pada beliau. Hal ini membuktikan bahwa vaksin buatan Sinovac aman dan tidak menimbulkan efek samping. Selain itu, vaksin juga sudah mendapat sertifikat halala MUI. Sehingga tidak ada lagi keraguan dalam vaksinasi corona nasional.

Vaksin Sinovac buatan RRC sudah mendarat di Indonesia pada medio desember 2020. Namun baru akan disuntikkan bulan januari, karena menunggu pengetesan BPOM dan fatwa halal MUI. Setelah semuanya selesai, baru boleh disuntikkan ke seluruh WNI, walau kita masih harus menunggu giliran. Karena vaksinasi gelombang pertama baru diprioritaskan untuk tenaga medis.

Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik vaksin corona. Tanggal 13 januari 2021 jam 10 pagi, beliau diinjeksi terlebih dahulu daripada rakyatnya. Menurut presiden, hal ini bukan karena ego atau jabatan. Melainkan justru beliau memberi contoh kepada masyarakat bahwa vaksin corona buatan Sinovac 100% aman.

Vaksinasi pada Presiden Jokowi disiarkan langsung melalui streaming di akun Youtube sekretariat presiden. Siaran ini dimaksudkan agar seluruh WNI melihat proses vaksinasi yang higienis dan aman. Sehingga mereka yakin dan mau disuntik. Buktinya, setelah divaksin, presiden tidak menunjukkan reaksi negatif dan sehat-sehat saja.

Ketika presiden tidak pingsan atau sakit keras setelah divaksin, maka akan menambah kepercayaan masyarakat dan mereka mau diinjeksi. Selama ini memang ada yang ragu dan bahkan termakan hoax, bahwa vaksin corona kurang aman, karena bisa mengubah DNA manusia. Namun berita palsu ini langsung tertepis ketika publik melihat keamanan vaksinasi di istana presiden.

MUI juga sudah memberi fatwa halal pada vaksin Sinovac, setelah melakukan sidang fatwa. Sehingga mayoritas WNI yang merupakan umat muslim bisa bernapas lega, karena vaksin ini benar-benar halal. MUI juga turut mengawasi ketika vaksin masih dalam proses pembuatan. Sehingga mereka yakin bahwa tidak ada gelatin babi yang tercampur di dalam vaksin Sinovac.

Untuk lebih meyakinkan masyarakat, setelah Presiden Jokowi disuntik, maka beberapa pemuka agama juga disuntik vaksin. Mereka memberi contoh kepada jamaahnya, sehingga tidak ada lagi yang takut atau meragukan vaksinasi corona. Sehingga semua WNI akan mau disuntik dan akan mensukseskan program vaksinasi corona nasional.

Menurut dokter Wiku Adisasmito, vaksinasi adalah kunci dalam mengatasi penyebaran corona. Kesuksesan vaksinasi corona nasional sangat penting karena jika semuanya sudah disuntik, akan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Jika semua orang sehat dan bebas corona, maka pandemi akan lekas berakhir dan kita bisa beraktivitas seperti biasa.

Sebagai warga negara yang baik, sebelum menunggu giliran vaksinasi, maka kita bisa mendukung kesuksesan program ini dengan kampanye di media sosial. Saat ini marak twibbon alias semacam pigura yang mengellingi foto pengguna medsos, yang bertuliskan dukungan terhadap vaksin. Foto profil medsos kita bisa diedit seperti itu, agar makin banyak followers yang mengikutinya.

Selain itu, kampanye pro vaksin juga bisa dilakukan dengan menepi berita hoax dan melaporkan akun media sosial yang hobi meng-share berita palsu mengenai vaksin corona. Laporkan saja ke pihak Instagram beramai-ramai, dan akun itu bisa di-take down, sehingga tidak berfungsi lagi. Pembuat hoax vaksin corona adalah kelompok terkejam karena menyebar fitnah.

Kesuksesan vaksinasi corona pada Presiden Jokowi membuat masyarakat kian percaya pada khasiat suntikannya. Seluruh WNI yang menonton siaran langsung penginjeksian tersebut, maupun yang hanya membaca beritanya, akan mau divaksinasi. Sehingga di Indonesia terbentuk herd immunity dan pandemi corona akan segera berakhir.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh: Abner Wanggai )*

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua terus meneror dan melukai masyarakat, tidak terkecuali anggota TNI/Polri. kali ini korban datang dari Batalyon Infanteri Raiders 400 yang mengkibatkan satu personel TNI tersebut gugur. Masyarakat pun mengutuk kekejaman KKB Papua tersebut yang tidak mengindahkan rasa kemanusiaan.

Permasalahan pandemi ini agaknya tak cukup membuat pusing pemerintahan hingga rakyatnya. Kini datang lagi kepelikkan serta intimidasi pihak KKB yang seolah tak ada habisnya. Intimidasi yang diwujudkan dengan beragam kekerasan, bentrok hingga jatuh korban.

Ketenangan serta angin segar diwaktu lalu ini seolah tak ada artinya. Deklarasi jika Papua telah menjadi wilayah NKRI, nyatanya masih diingkari oleh kelompok separatis tersebut. Masih ingat Beni Wenda? Ya, pentolan OPM yang mengatasnamakan HAM bersembunyi dibalik ketiak orang asing. Setelah membuat cukup banyak kekacauan.

Tak terhitung lagi berapa kerusuhan yang digelar. Mulai dari pembakaran hingga pembantaian. Bahkan, ratusan nyawa melayang percuma. Tak hanya warga sipil atau asli Papua. Para pendatang hingga TNI-POLRI banyak yang gugur di sana.

Demi apa? Mempertahankan keamanan, ketenangan serta menggegam erat Papua sebagai bagian dari ibu pertiwi. Pun dengan beragam konsolidasi, perjanjian hingga aneka pertemuan. Namun, pengingkaran demi pengingkaran selalu mereka lakukan kembali.

Menimbulkan gonjang-ganjing serta bentrok disana-sini. Masyarakat merasa diintimidasi, warga asli yang mendiami pulau hitam ini seolah tak lagi punya tempat pijakan. Mereka juga perangkat pemerintahan, TNI-POLRI bak musuh yang kudu dibasmi.

Lantas, masihkah KKB ini berhak menyebut telah mengedepankan HAM? Pantaskah jika semua harus dibayar mahal, dengan nyawa sekalipun?
Berita duka berikut datang kembali dari personil batalyon infanteri Raider 400. Atau yang biasa disebut Banteng Raiders. Yang mana datang dari Kodam IV Diponegoro. Lagi-lagi pahlawan negara ini gugur saat terjadinya bentrokan dengan pihak KKB.

Prajurit elite yang diketahui bernama Prada Agus Kurniawan, gugur. Tepatnya di daerah Titigi, Sugapa di Kabupaten Intanjaya, Papua. Diberitakan jika bentrok senjata ini terjadi di hari Minggu siang. Sekitar 10 Januari 2021 waktu setempat.

Prada Agus mengalami luka tembak saat kejadian tersebut berlangsung. Jenazah kemudian dievakuasi menuju Timika guna diterbangkan menuju kampung halaman. Dengan menggunakan helikopter milik TNI-AU.
Prada Agus bukanlah korban satu-satunya dalam bentrok yang baru-baru ini terjadi. Bahkan, sekitar November 2020 lalu seorang prajurit Yonif Raider 400/BR. Juga dikabarkan mangkat saat kejadian ini berlangsung.

Pasukan berikut ditengarai ditugaskan sebagai satuan pengamanan perbatasan mobile RI-Papua Nugini. Yang mana telah mulai diberangkatkan dari markas asal di Srondol, Kota Semarang Jawa Tengah. Tepatnya pada tanggal 25 Agustus lalu tahun 2020.

Duka mendalam tentu tak hanya dirasakan pihak sanak-famili. Negara hingga aparatur pemerintahan serta rakyat Indonesia juga merasakan kehilangan. Prajurit yang berjuang di garda terdepan didaerah perbatasan harus meregang nyawa.

Kekejian pihak separatis semacam KKB ini agaknya tak kenal rasa takut. Mereka terus mengirimkan sinyal-sinyal kejahatan. Tak peduli dengan keselamatan. Seolah mengancam, jika apa yang mereka ingini tak diwujudi maka siap membasmi siapapun yang menghalangi.

Yang demikian ini sudah masuk dalam tindak kejahatan kelas tinggi. Oknum-oknum yang selalu mengatasnamakan HAM, nyatanya membuat keonaran hingga menyuguhkan rasa sakit tak terperi. Apa yang mereka inginkan seharusnya telah jelas terpampang jawabannya. Kenapa ngotot?

Baku hantam, baku tembak hingga banyak saudara kita yang gugur di pulau hitam. Seolah menjadi tumbal, berdirinya negeri separatis. Lantas, apakah pemerintah tinggal diam? Tidak!

Pemerintah kini masih mati-matian menyusun strategi. Mulai dari pendekatan, hingga langkah lain yang mungkin saja mampu menciptakan suasana yang kondusif lagi. Namun, jika hal demikian ini agaknya tak mampu membantu. Tentunya KKB wajib dibasmi.

Mengutuk kekejaman kaum separatis ini belum cukup. Jika harus dibandingkan dengan banyaknya pihak yang jadi korban. Komplotan-komplotan macam ini perlu diburu. Mereka perlu dijejali empati, simpati hingga rasa cinta. Yang harusnya tetap ada di setiap sanubari.

Sehingga, kesadaran dan toleransi tercipta sedari dini. Namun, jika empati ini telah musnah berganti dendam. Hilang sudah hati nurani. Dan nyawa yang telah pergi tak ada artinya lagi.

KKB serta aneka kelompok separatis memang harusnya diburu. Yang begini tentu meresahkan warga asli maupun pendatang. Sebab mereka tak memiliki rasa takut sekalipun, bahkan saat kematian menjelang.

Akhir kata, turut berduka cita atas gugurnya prajurit pahlawan bangsa. Yang mana pengorbanan mereka tak tergantikan oleh apapun. Semoga pemerintah segera bisa membumihanguskan kelompok-kelompok tak berperikemanusiaan ini.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Oleh : Farid Ridha )*

Ex pengurus FPI tak berkutik ketika Komnas HAM menyatakan bahwa laskar ormas itu memiliki senjata api rakitan. Temuan ini menangkis tuduhan mereka bahwa 6 anggota FPI jadi korban pada peristiwa di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Karena kejadian sebenarnya adalah polisi terpaksa melakukannya untuk melindungi diri.

Akhir tahun 2020 masyarakat kaget karena ada peristiwa di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Beritanya jadi perhatian banyak orang, karena ada tindakan tegas dari aparat pada 6 laskar FPI. Namun masyarakat tetap percaya pada integritas petugas, karena polisi adalah sahabat rakyat.

Namun, para petinggi FPI tidak terima ketika anggotanya jadi korban. Mereka menuduh pemerintah dan meminta aparat untuk mengaku ke depan publik. Bahkan FPI sempat berencana untuk mengadu ke Komnas HAM, bahkan ke lembaga hak asasi internasional, saking emosinya.

Kemudian penyelidikan berlanjut dan ada reka ulang adegan. Komnas HAM juga ikut meneliti kasus ini dan menuruti permintaan FPI. Lantas, pengurus FPI bagaikan ada di atas angin karena merasa dibela oleh Komnas HAM. Sayangnya pihak lembaga perlindungan hak asasi itu malah menemukan bukti yang menjungkalkan dugaan FPI.

Mohammad Choirul Anam, Komisioner Komnas HAM menyatakan bahwa ada senjata api rakitan yang ternyata dimiliki oleh anggota FPI. Spontan pernyataan ini membuat petinggi FPI kehilangan muka, karena ketahuan berbohong. Mereka memang sebelumnya mengelak bahwa laskar FPI memiliki senjata api dan meminta simpati masyarakat karena merasa jadi korban.

Belum diketahui dari mana asal senjata api milik laskar FPI ini. Karena mustahil warga biasa seperti mereka mendapatkannya secara resmi. Pertama, harganya sangat tinggi, dan izin kepemilikannya juga susah sekali didapatkan. Kemungkinan laskar FPI membelinya dari pasar gelap, sehingga pemiliknya bisa kena pasal penadahan barang ilegal.

Jika laskar FPI membawa senjata, maka sudah terbukti bahwa ormas ini benar-benar radikal. Untuk apa memiliki senpi saat mengawal Rizieq Shihab? Memangnya dia pejabat penting? Kepemilikan senjata untuk mengawal pimpinan FPI membawa kemungkinan bahwa mereka sudah paranoid, atau jangan-jangan merencanakan tindakan yang ekstrim.

Choirul Anam menerangkan lebih lanjut mengenai kronologi peristiwa pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Mobil milik laskar FPI dan mobil polisi kejar-kejaran sampai berdempetan. Lantas terjadi baku tembak saat suasana sepi, karena kejadiannya sebelum terbit matahari.

Dari keterangan ini dapat disimpulkan bahwa tidak benar jika polisi yang menembak duluan, karena mereka melakukannya untuk melidungi diri. Jika tindakan tegas ini membawa korban pada pihak laskar FPI, maka mereka tak bisa dipidanakan, karena melakukannya saat diserang musuh. Menurut hukum di Indonesia, boleh saja dilakukan, karena untuk proteksi diri sendiri.

Fakta terbaru ini membuat masyarakat makin antipati terhadap FPI. Mereka terbukti berbohong demi meminta simpati banyak orang. Ketika kebohongan terkuak, maka langkah apa yang bisa dilakukan? Menurut istilah jawanya becik ketitik ala ketara, yang bagus terlihat, yang jelek juga akan tampak.

Penemuan senjata FPI oleh Komnas HAM makin menambah fakta, karena beberapa minggu lalu ada netizen yang menemukan foto pistol di internet, yang ternyata milik anggota FPI. Dengan 2 bukti ini, maka mereka tak akan dapat simpati, malah diganjar caci-maki. Karena terbukti melakukan premanisme dan radikalisme.

Sudahi saja semua drama FPI. Setelah dibubarkan, jangan berulah lagi. Penemuan senjata milik laskar FPI membuktikan bahwa mereka telah melakukan tindak kekerasan terhadap aparat, sehingga polisi terpaksa melawan demi membela diri. Para anggota FPI semoga segera bertobat dan tak lagi berbohong, dan melakukan tindakan negatif lainnya.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bengkalis