Vaksin Sinovac Mendapat Izin BPOM Siap Diedarkan

Oleh : Andi Gumilang )*

Jawaban atas penantian panjang ini agaknya segera terbayar. Vaksin yang disebut-sebut sebagai senjata untuk melawa pandemi COVID-19. Telah memiliki legalitas lengkap hingga izin BPOM, sehingga siap diedarkan ke masyarakat.

Serangan pandemi COVID-19 yang telah meluluhlantakkan negeri. Kini tengah menghampiri titik terang. Beragam uji coba dilakukan demi mengetahui seluk-beluk sang virus. Bukan hanya hilangnya mata pencaharian. Namun juga nyawa melayang dengan angka yang cukup tinggi.

Problematika pandemi kian lengkap saat semua seolah tak kunjung menemukan solusi. Tumbangnya korban jiwa hingga remuknya roda perekonomian menjadi dilema banyak pihak. Terlebih rakyat kecil dengan kondisi kemiskinan dan rentan kesehatan.

Diketahui, COVID-19 bakalan cepat menjalar pada kondisi individu dengan riwayat penyakit dalam. Gejalanya umum ditemukan mampu memperparah kesehatan seseorang. Namun, adapula yang terjangkit dengan kondisi badan yang sehat walafiat. Yang demikian acapkali disebut OTG atau Orang Tanpa Gejala.

Dan orang-orang ini termasuk pihak lain tetap memiliki potensi menularkan. Sehingga wajib sekali untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Baik dari memakai masker hingga menerapkan prokes lainnya.

Berita terbaru menyebutkan jika Badan POM telah resmi menerbitkan atas izin penggunaan darurat. Alias emergency use authorization yang kerap disebut EUA. Dari vaksin Sinovac yang telah menjadi buah bibir seluruh pihak.

Pemberian izin ini ditengarai menandakan jika vaksin siap dipakai untuk proses vaksinasi pada 13 Januari 2021. Vaksin ini kabarnya juga menggalang kerjasama dengan PT Bio Farma. Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh kepala BPOM. Yakni Penny Lukito.
Seperti diketahui vaksin Sinovac telah melalui serangkain hasil uji klinis tahap 3. Yang mana telah dilakukan di Bandung Provinsi Jawa Barat. Selain itu pihak BPOM juga melakukan uji di mancanegara, Brasil serta Turki.

Hasil yang didapatkanpun cukup memuaskan. Vaksin ini dinilai aman, dengan kemungkinan efek samping relatif kecil hingga medium. Vaksin ini juga memiliki dua dosis saat nantinya diberikan. Bahkan, telah digunakan di beberapa negara seperti Chile, Turki juga Brasil.

Sinovac diklaim memiliki tingkat efikasi tinggi. Dimana vaksin ini mampu membangun sebuah antibodi dalam tubuh manusia. Yang mampu menetralkan hingga membunuh virus. Atau lebih tepatnya dapat disebut imunogenesitas.

Sementara hasil uji klinis pada tahap 3 menunjukkan efikasi di angka 65.3 persen. Angka ini tentunya sudah cukup memuaskan. Mengingat standar efikasi yang diberikan oleh pihak WHO minimal ialah 50 persen.

Rentetan uji klinis ini bak kejar tayang, terus menerus dilakukan dengan maksimal. Sehingga pandemi cepat dapat diatasi. Sebelumnya juga beredar aneka rekomendasi obat hingga vaksin lain. Namun, agaknya masih terkendala beragam hal. Mulai dari ketersediaan bahan, efek samping hingga faktor lainnya.

Menilik beragam upaya yang dilakukan pemerintah, langkah apresiasi tentu wajib diberikan. Bukan hanya kompeten menghasilkan solusi atas vaksin untuk pandemi. Namun juga dukungan lain yang berbentuk materi.

Sebut saja penggelontoran aneka bansos, atau bantuan sosial. Bansos-bansos ini diberikan bertahap hingga tahun 2021. Baik yang jumlahnya ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Mulai dari wujud sembako hingga pelatihan dengan bantuan modal nyata.

Bantuan-bantuan ini juga disesuaikan dengan ragam sektor di Indonesia. Misalkan saja, pihak terdampak PHK karena pandemi, pengelola UMKM, guru, pelajar hingga sektor lainnya.

Pendistribusiannyapun masih berlangsung hingga sekarang. Dengan total target yang telah dirincikan. Bantuan-bantuan inipun dimaksudkan untuk menyetabilkan kondisi keuangan masyarakat. Sehingga memiliki ketahanan saat pandemi masih berlangsung.

Deretan upaya pemerintah terkait penanggulangan COVID-19 tentu tak bisa dipandang sebelah mata. Jika dikonversikan dengan nominal tentu sudah tak terkira. Hal ini tak lain demi masyarakat negeri agar segera terbebas dari beban akibat pandemi ini.
Datangnya kabar terbaru terkait rilisnya izin penggunaan Vaksin Sinovac yang telah lama dinanti. Tinggal menunggu hari saja untuk proses vaksinasi, yang kabarnya bakal dimulai dari tanggal 13 Januari tahun ini.

Pemerintah juga telah menyiapkan kelengkapan proses vaksinasi. Dengan pendataan lengkap terkait pihak yang akan mendapatkan vaksin tersebut. Bahkan, pemerintah juga sudah mendeklarasikan siapa saja yang terdaftar dalam program ini. Harapan kedepan, vaksin ini mampu memberikan sumbangsih yang cukup tinggi. Agar serangan pandemi lekas bisa diatasi.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Tangerang

Tinggalkan Balasan