Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi kejahatan di Kabupaten Puncak, Papua. KKB membakar dua unit base transceiver station (BTS) yang dioperasikan Palapa Ring Timur di Kabupaten Puncak. Aksi tersebut menyebabkan jaringan telekomunikasi di Ilaga yang merupakan ibu kota Kabupaten Puncak mati total.

Kapolres Puncak, AKBP Dicky Hermansyah Saragih, mengungkapkan bahwa KKB bertanggungjawab atas aksi pembakaran ini. Belum diketahui KKB mana yang melakukan, karena menurut Dicky, banyak pimpinan KKB di wilayah Kabupaten Puncak. “Kami sudah buat laporan polisinya dan nanti kami dalami dari kelompok KKB mana,” ujar Dicky Hermansyah Saragih.

Dia mengatakan, kejadian tersebut benar dari laporan masyarakat dan hasil peninjauan di lapangan. Untuk diketahui, salah satu BTS yang dibakar baru beroperasi pada Desember 2020 lalu. Pembangunan BTS tersebut untuk mempermudah akses komunikasi masyarakat di Ilaga Puncak Papua dan dimanfaatkan oleh hampir seluruh masyarakat kabupaten Puncak.

“Dari hasil pengecekan yang dilakukan kedua BTS ditemukan dalam keadaan terbakar sehingga pembangkit daya ke tower tidak terkoneksi dan link radio ke Telkom maupun Telkomsel terputus,” katanya.

Di kesempatan berbeda, Anggota DPR asal Papua, Yan Permenes Mandenas, mengatakan dirinya menyayangkan dibakar tower milik Telkom oleh jaringan KKB Papua. Akibat pembakaran itu, komunikasi antar warga baik yang tinggal didalam maupun diluar Kabupaten Puncak terputus.

“Saya sudah sempat berkunjung ke Ilaga, ibu kota Kab. Puncak, bulan Oktober 2020 untuk melihat pembangunan BTS PT. Palapa Timur Telematika (PTT), dilanjutkan dengan penyambungan kabel optik oleh PT. Telkom Wilayah Papua dalam waktu satu bulan agar masyarakat bisa menikmati jaringan 4G dengan kuota internet yang cukup dari kurang lebih 10 Mbps menjadi kurang-lebih 100 Mbps,” cerita Yan Permenes Mandenas.

Sebelumnya, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Anang Latif mengutarakan akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mencari tahu identitas pelaku dan motif pembakaran.

Ia pun menyesalkan insiden pembakaran Palapa Ring Paket Timur. “Adanya kejadian ini, tentu menjadi pelajaran berharga bagi kita semua bahwa apabila infrastruktur tidak dijaga akan membawa dampak yang merugikan bagi masyarakat,” katanya.

Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, Dirut BAKTI Kominfo akan mempererat sinergi dengan aparat keamanan di antaranya TNI dan POLRI, serta pemerintah daerah setempat.