Berbagai Tokoh Papua Dukung Program Vaksinasi Pemerintah Di Bumi Cendrawasih

Pemerintah memaksimalkan program vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia demi menanggulangi pandemi Covid-19. Upaya itu juga dilakukan di wilayah Papua dan Papua Barat. Sejumlah tokoh masyarakat setempat diketahui mendukung upaya ini agar dapat melindungi warga dari ancaman virus Covid-19.

Ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah III Domberai, Papua Barat, Zakarias Horota, mengatakan dirinya mendukung program penyuntikan vaksin Covid-19 secara nasional oleh Pemerintah sebagai upaya cepat penanggulangan pandemi di wilayah Papua Barat. “Ini masalah pilihan sehat untuk hidup di tengah ancaman pandemi, bukan persoalan diajak atau terpaksa. Oleh karena itu semua pihak ikut mendukung program vaksinasi di Papua Barat,” kata Zakarias Horota.

Dia mengatakan, Pemerintah tak mungkin mencelakakan masyarakat lewat vaksin Covid-19. Dia pun mengakui, sempat berniat untuk menolak program vaksinasi di wilayah Papua Barat, karena terhasut kabar bohong. “Saya meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan berbagai kabar bohong tentang bahaya vaksinasi Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu Anggota DPRD Maybrat, Papua Barat, Yonas Yewen, mengatakan warga Kabupaten Maybrat mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan serentak di Indonesia.

“Intinya kita mendukung, rakyat Maybrat pasti menerima vaksin COVID-19, sepanjang itu baik bagi kebutuhan dan keselamatan warga masyarakat Maybrat,” ungkap Yewen.

Kedepannya diharapkan adanya sosialisasi secara berkelanjutan untuk memberikan pemahaman ke masyarakat terkait program vaksinasi sehingga tidak adanya penolakan akibat salah paham informasi.

Di kesempatan terpisah, Alberth Maniani selaku Perwakilan Generasi Muda Papua menyebut vaksin buatan Sinovac yang dipergunakan oleh Pemerintah Indonesia itu aman. Menurutnya, pengalamannya disuntik vaksin COVID-19 pun serupa dengan vaksinasi lainnya.

“Rasanya disuntik vaksin COVID-19 sama seperti rasa disuntik obat atau vaksin lainnnya. Makanya saya mengajak kawula muda untuk mau menerima vaksin dan tidak percaya berita hoaks,” kata Maniani yang juga lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih.

Tinggalkan Balasan