Masyarakat Adat Papua Dukung Vaksinasi Covid-19

Oleh : Abner Wanggai )*

Vaksinasi corona nasional sudah dimulai di Indonesia, termasuk di Provinsi Papua dan Papua Barat. Masyarakat adat di Bumi Cendrawasih mendukung program ini, agar pandemi segera berakhir. Warga sipil Papua juga diimbau untuk divaksin corona, agar semua orang sehat dan terbentuk herd immunity.

Ketika vaksin corona ditemukan, maka banyak orang yang berharap agar pandemi bisa lekas selesai. Mereka sudah lelah dan jenuh harus work at home dan ingin bekerja di luar rumah. Termasuk juga warga Papua, yang terkena efek pandemi. Mereka ingin kondisi mencekik ini cepat usai, agar perekonomian di Bumi Cendrawasih bisa membaik.

Di Papua, vaksin Sinovac sudah mendarat sejak awal januari 2021. Namun pelaksanaan vaksinasi baru dimulai di pertengahan bulan, karena menunggu izin EUA dari BPOM dan fatwa halal MUI. Ketika program vaksinasi gelombang 1 sudah dimulai, maka tokoh masyarakat adat Papua mendukung penuh. Karena ia ingin agar warganya sehat dan bebas corona.

Zakarias Horota, Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Domberai, Papua Barat, mendukung vaksinasi di Bumi Cendrawasih. Ia juga menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pemberian vaksin tersebut. Menurutnya, vaksin adalah pilihan sehat untuk hidup di tengah pandemi. Oleh karena itu, semua pihak wajib mendukung vaksinasi di Papua Barat.

Zakarias juga mengingatkan agar semua orang untuk tidak mudah percaya hoax. Tidak mungkin pemerintah mencelakakan masyarakat lewat vaksin, seperti yang dikatakan oleh hoax. Ia percaya pemerintah akan selalu mensejahterakan dan menyehatkan rakyatnya, dan caranya adalah dengan vaksinasi corona nasional.

Memang ada beberapa berita palsu tentang vaksin Sinovac, yang katanya mengandung sel monyet afrika, padahal salah. Juga ada hoax bahwa vaksin ini bisa mengubah DNA manusia, padahal hal itu rumit dan tak bisa dilakukan hanya dengan menyuntik. Hoax paling menggelikan adalah katanya saat disuntik vaksin, jarumnya bisa masuk ke tubuh manusia, padahal salah.

Amatlah menyedihkan ketika hoax vaksin corona juga sudah masuk ke wilayah Papua yang notabena jauh dari ibukota. Di sini memang diperlukan edukasi, tak hanya dari para tenaga medis, namun juga dari tokoh masyarakat seperti Zakarias. Karena ia punya jabatan terhormat dan setiap perbuatannya akan diteladani oleh masyarakat. Sehingga semua warga mau divaksinasi.

Edukasi untuk meluruskan hoax corona sangat diperlukan, karena efek berita palsu ini amat berbahaya. Ketika 1 orang percaya berita palsu, maka akan menyebar ke mana-mana. Akibatnya banyak warga sipil yang tidak mau divaksin, hanya karena hoax yang umumnya beredar di media sosial.

Padahal seharusnya semua orang mau disuntik agar program vaksinasi corona nasional berhasil. Menurut dokter Wiku Adisasmito, Juru Bicara Tim Satgas Penanganan covid, vaksinasi diperlukan untuk membentuk herd immunity (kekebalan kelompok). Sehingga ketika semua orang sudah disuntik, tidak ada yang kena corona, karena imunitasnya sangat baik.

Vaksinasi untuk masyarakat di Papua amat penting karena kondisi alamnya yang beda dengan di Jakarta atau Surabaya. Di daerah pedalaman, ada wilayah yang masih berupa pegunungan, dan umumnya transportasi via jalur darat manual alias jalan kaki. Jika mereka kelelahan, imunitasnya menurun. Ketika lalai melepas masker, maka akan mudah tertular corona.

Jika kita ingin pandemi berakhir, maka jalan satu-satunya adalah dengan vaksinasi. Jadi ketika vaksin Sinovac sudah mendarat di Papua, masyarakatnya tinggal menunggu jadwal untuk disuntik. Mereka mau diinjeksi karena sadar bahwa vaksinasi adalah jalan menuju kebebasan, karena tidak ada lagi penularan corona dan pandemi bisa berakhir secepatnya.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Tinggalkan Balasan