Aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah dinilai oleh sejumlah pihak semakin keterlaluan. Terakhir mereka diketahui melakukan penyerangan dan pembakaran pesawat jenis twin otter milik Mission Aviation Fellowship (MAF), di Kampung Pagamba, Distrik Biandoga, Intan Jaya pada 6 Januari lalu. Padahal pesawat ini sering dipakai oleh para misionaris termasuk para pendeta untuk mengunjungi jemaat di kampung-kampung pedalaman.

Melihat situasi ini, Akademisi dari Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua, Marinus Yaung mengutuk aksi KKB itu. Dia menjelaskan bahwa pesawat yang sengaja dibakar oleh kelompok teroris OPM tersebut merupakan milik misionaris MAF yang mendedikasikan dirinya untuk mengajarkan agama di wilayah-wilayah terpencil di Papua.

“Apa mau mereka? Ini adalah perjuangan yang bodoh. Para misionaris adalah salah satu profesi yang dilindungi oleh hukum humaniter dan konvensi internasional PBB tentang perang. Jadi mereka harus dilindungi oleh kelompok yang berkonflik,” ujar Marinus Yaung.

Bahkan ia sempat geram karena peristiwa tersebut seolah dibenarkan oleh Jaffrey Bomanak dan Sebby Sambom yang merupakan tokoh dari pihak TPNPB OPM. “Ini adalah catatan kelam dari kelompok biadab. Alasan apa TPNPB OPM menyerang misionaris? Tindakan bodoh sedang dipertontonkan, namun yang lebih bodoh adalah pembelaan dari Jeffrrey dan Sebby,” pungkasnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua, Socratez S. Yoman menganggap bahwa pembakaran pesawat milik misionaris tersebut sama seperti sedang mencoba membunuh kehidupan bagi Papua. Dirinya tegas mengutuk aksi kelompok separatis itu.

“Pembakaran pesawat MAF yang diisikan para misionaris adalah perlawanan terhadap keagungan Tuhan. Saya mengecam perlakuan yang dilakukan oleh kelompok TPNPB itu,” tegas Socratez S. Yoman.

Lanjut Yoman, pendekatan kedamaian yang dibawa para misionaris menjadi satu-satunya harapan bagi Papua dihancurkan juga oleh kelompok separartis. “Biadab, mereka adalah kelompok biadab yang tidak memakai otak dalam setiap tindakannya. Misionaris itu harapan bagi Papua, mereka menyebarkan ilmu dan firman Tuhan untuk kedamaian tanah Papua, kenapa diteror?,” tutupnya.