Bagi masyarakat Papua, keberadaan Tol Laut sangat memberikan manfaat dalam peningkatan ekonomi lokal. Tol Laut merupakan salah satu program nasional untuk mempercepat distribusi bahan logistik yang terhubung ke beberapa Pelabuhan sangat tepat disinsergikan guna mewujudkan misi mengembangkan sektor ekonomi Papua.

Penjabat Sekretaris Daerah Papua Doren Wakerkwa mengapresiasi Pemerintah yang membangun Tol Papua ini. Wakerkwa menegaskan Tol laut untuk kepentingan masyarakat Papua khususnya distribusi logistik sembako di Papua.

“Tol laut untuk kepentingan masyarakat Bumi Cenderawasih khususnya distribusi logistik bahan pokok guna menekan kemahalan harga bahan kebutuhan masyarakat di Papua serta meningkatkan ekonomi dengan mengirim balik kontainer yang masuk dengan sumber daya alam yang ada di dalam untuk keluar Papua atau intra Papua,” kata Wakerkwa.

Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni, Yahya Kuncoro, mengatakan KM Logistik Nusantara 2 merupakan satu dari sembilan trayek tol laut yang dioperatori Pelni. Kapal ini akan perdana mendistribusikan bahan pokok dan bahan penting (Bapokting) komoditi unggulan hasil produksi petani Merauke untuk wilayah Papua dan Papua Barat.

Sebagai operator tol laut, Yahya menuturkan perseroan berkomitmen melayani masyarakat khususnya wilayah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar dan perbatasan) ini dan mendukung hasil komoditi unggulan mereka untuk didistribusikan ke penjuru Nusantara. Dia mengajak seluruh pemda dan pelaku bisnis untuk memanfaatkan angkutan tol laut ini menjadi bagian untuk pemerataan Bapokting di Indonesia, khususnya wilayah 3TP.

“Mari kita bersama-sama manfaatkan tol laut untuk mendistribusikan komoditi unggulan petani, terutama wilayah-wilayah yang terkendala angkutan dalam pendistribusian komoditi unggulan daerah,” ungkap Yahya.