JAKARTA – Media merupakan komponen penting yang memiliki peran multi fungsi , terutama saat pandemi covid-19 Dan program vaksinasi. Yakni sebagai edukatif, sumber informasi yang mampu mempengaruhi masyarakat.

Dalam perannya sebagai edukatif, media harus mampu memberikan wawasan tentang apa dan bagaimana dan manfaat vaksinasi.

“Hampir 79 % masyarakat luas mengambil informasi dan wawasan dari media. Kemudian sebagai penyedia informasi juga media mampu mempengaruhi masyarakat termasuk kalangan artis atau selebriti misalnya himbauan agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menyampaikan pentingnya vaksinasi dan lain sebagainya,” kata Rakisa, juru bicara Indonesia Care Forum dalam tajuk ‘Ngobrol Cerdas di Radio Muara Jakarta dengan tema ‘Peran Aktif Media, Publik Figur Dalam Mengajak Masyarakat Menerapkan Protokol Kesehatan Pasca Vaksinasi Covid-19, Rabu (24/2/2021).

Kemudian lanjut Rakisa, peran media sebagai hiburan adalah satu upaya menjaga stamina imun supaya tidak mudah terdampak Covid-19.

“Spaya tidak mudah stres dan untuk meredakan ketegangan sosial di butuhkan hiburan di sini peran media di butuhkan,” tambahnya.

Oleh karena kata Rakisa, peran lainnya dari media saat ini yang harus di hindari oleh media selama pandemi Covid-19 adalah
menghindari pemberitaan hoax serta mampu meredam stigma stigma negatif dengan menyajikan informasi yang jelas sumbernya dan ramah lingkungan.

“Terakhir bahwa peran penting media saat pandemi covid -19 ini adalah sebagai bagian dari alat kontrol harus mampu menyampaikan, menginginkan publik bahwa setelah di vaksin tetap harus mematuhi protokol kesehatan,” paparnya.

Tak lupa Rakisa mengajak masyarakat agarmendukung program vaksin dan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Senada Neng Ifini, artis yang juga presenter program salah satu televisi swasta menyampaikan bahwa peran aktif selama pandemi dan juga vaksinasi Covid-19 adalah bagaimana mengajak fans-fansnya agar mematuhi anjuran pemerintah selama pandemi.

“Jujur selama pandemi ini kita dunia hiburan ini juga terdampak Covid-19, namun kami berusaha agar tetap produktif dan beraktivitas terbatas,” kata Ifni.

Ifni juga mengajak masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat dalam beraktivitas ditengah pandemi. []

Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) mengajak warganet dan generasi milenial untuk memproduksi dan menyebarkan konten yang positif untuk melawan hoaks seputar vaksinasi covid-19.

FPMSI sendiri merupakan komunitas masyarakat yang terdiri dari kalangan  pegiat sosial media, baik YouTuber, blogger, vlogger, dan konten kreator serta telah sering mempublikasikan aksi÷aksi literasi positif di sosial media berupa kemasan-kemasan kreatif seperti meme, video pendek, dan artikel seputar manfaat dan edukatif terkait program vaksinasi Covid-19.

“FPMSI dan kalangan Warganet Mendukung serta ikut melaksanakan vaksinasi covid-19 demi ketangguhan dan Kemajuan Indonesia” ujar Ketua FPMSI Rusdil Fikri.

Rusdil juga mengimbau dan mengajak warganet untuk memviralkan konten positif serta melawan Informasi hoaks dan Informasi negatif terkait Vaksinasi Covid-19.

“Hindari Virus Hoaks dan Cegah Disinformasi Terkait Vaksinasi Nasional Dengan Sebar Konten Positif Dukung Penanganan Pandemi Covid-19” Ajak Rusdil.

Diketahui FPMSI telah melakukan berbagai  kampanye literasi positif terkait vaksinasi sejak awal februari 2021 serta melakukan deklarasi online bersama  komunitas warganet Nusantara dalam melawan disinformasi dan hoaks vaksinasi demi suksesnya penanganan pandemi Covid-19 di media sosial, yang isinya diantaranya:

Pertama, Siap menjaga Persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila Dan Undang – Undang Dasar 1945 Serta Kebhinekaan.

Kedua, Siap bekerjasama melawan hoaks dan konten negatif  serta disinformasi di media sosial seputar vaksin Covid-19 demi suksesnya penanganan pandemi covid-19 oleh pemerintah.

Kedua, Siap menyebarkan konten narasi positif di lini media publik guna mendukung program vaksinasi demi suksesnya  upaya pemerintah menangani Covid-19 dan pulihnya ekonomi nasional. 

Jakarta, 14  Februari 2021.

Tertanda, Forum Pegiat Media Sosial Independen Bersama Komunitas Warganet Nusantara.