Masyarakat Harus siap Hadapi Mutasi Virus Corona

Oleh : Ridwan Alamsyah )*

Pandemi belum usai tetapi sekarang sudah ada lagi mutasi virus corona, yakni tipe B117 UK mutation. Sudah 2 orang yang terinfiksi virus corona dari Inggris ini. Namun pemerintah meminta masyarakat untuk tidak panik, karena penularannya bisa dicegah. Mereka juga masih harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Di Inggris sempat heboh karena ada virus corona model baru, yakni B117 UK mutation. Penemuan virus ini makin membuat warga dunia waspada, karena jika ada mutasi biasanya lebih berbahaya. Banyak negara yang menolak kedatangan WN Inggris atau orang yang habis bepergian dari sana, untuk mencegah penularannya.

Di Indonesia, telah ditemukan 2 orang yang terjangkit virus corona B117. Padahal pasien lama banyak yang belum sembuh, dan vaksinasi nasional belum selesai. Namun malah ditambah dengan mutasi virus covid-19. Masyarakat jadi khawatir akan keselamatan mereka, karena tak mau kena corona, baik yang versi lama maupun baru.

Dokter Masdalina Pane dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menyatakan bahwa mutasi virus corona belum dipastikan lebih berbahaya atau tidak. Dalam artian, masyarakat diminta untuk tidak panik, karena belum tentu virus corona B117 akan lebih mematikan. Walau virus ini lebih menular daripada corona lama, tetap masyarakat bisa mencegah penularannya.

Dokter Pane melanjutkan, mutasi virus corona belum dipastikan akan mendominasi, atau memicu lonjakan kasus covid-19 yang baru. Karena harus melihat dari tren kasus penularannya, tinggi atau tidak. Selain itu, wajib dilihat kondisi pasien yang menyebabkan keparahan penyakitnya. Dalam artian, pasien yang punya komorbid akan lebih mudah drop, saat kena virus B117.

Untuk mencegah penularannya, maka dokter Pane menegaskan pentingnya mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Jangan lupa pakai masker, rajin cuci tangan, membawa hand sanitizer, dan jaga jarak. Maskernya harus sesuai standar, yakni masker kain 3 lapis atau masker medis. Gunakan maksimal selama 4 jam, jadi saat keluar rumah, harus bawa masker cadangan.

Jangan pernah lupa pakai masker, karena saat ini masih pandemi. Kenyataannya, masih banyak yang memakainya tapi hanya tersampir di atas dada, sehingga tidak bisa melindungi hidung dan mulut. Pelanggaran ini yang membuat banyak orang kena corona, karena menurut penelitian WHO, virus ini bisa menular via udara. Apakah Anda mau kena corona jenis baru? Jawabannya tentu saja tidak.

Mobilitas juga perlu dicegah, apalagi jika tinggal di kawasan zona merah. Harus ada kedisiplinan dalam mengendalikannya. Jangan malah seenaknya liburan ke luar kota, dengan alasan bosan di rumah. Jika nanti tertular corona dalam perjalanan, siapa yang harus disalahkan? Karena lebih baik mencegah daripada mengobati. Tahan diri untuk tidak bepergian, sebelum pandemi dinyatakan berakhir.

Kedisiplinan sangat penting, karena penularan mustahil terjadi jika semua tertib menaati protokol kesehatan. Selain itu, klaster keluarga bisa dicegah dengan disiplin. Jangan mentang-mentang stay at home tetapi malah mengundang keluarga besar untuk arisan di rumah. Di acara itu pasti susah untuk jaga jarak karena merasa dekat secara emosional.

Kita tidak tahu siapa di antara mereka yang jadi OTG, dan gejala kena corona pada tahap awal tak terlalu terlihat. Oleh karena itu, jangan menerima tamu dulu, kecuali benar-benar penting. Saat ada tamu, tetap pakai masker, sediakan hand sanitizer, dan atur jarak kursi agar tak berdempetan. Kita tak mau kena virus B117 dan wajib menghindari penularannya dengan berdisiplin.

Pencegahan penularan corona jenis baru harus dilakukan masyarakat, karena belum tahu kapan pandemi akan usai. Namun mereka tak usah panik sampai paranoid, karena virus B117 bisa dicegah dengan disiplin protokol kesehatan. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Tinggalkan Balasan