Oleh : Prita Puspitasari )*

UU Cipta Kerja dibuat pemerintah untuk menolong para pengusaha UMKM, agar bisnis mereka bisa bangkit lagi. UMKM menjadi sasaran, karena merekalah tulang punggung perekonomian di Indonesia. Penyebabnya, 90% badan usaha di indonesia adalah bisnis kecil dan menengah. Jika UMKM dibantu, maka otomatis kondisi finansial negara akan membaik.

UU Cipta Kerja menjadi UU yang paling populer, karena mengatur banyak hal, mulai dari ketenagakerjaan hingga UMKM. Perubahan birokrasi diharap akan mempermudah kehidupan masyarakat, karena tak perlu lagi dipusingkan oleh peraturan yang memusingkan. Selain itu, jika pedagang dipermudah, akan membantu dalam menggulirkan kembali roda perekonomian di Indonesia.

Klaster unggulan dalam UU Cipta Kerja adalah klaster investasi. Karena uang dari para investor yang akan digunakan untuk membangkitkan kembali sektor perekonomian di Indonesia. Dana ini bukanlah hutang, tetapi diberikan untuk proyek kerja sama dengan Indonesia. Tingkat keamanannya juga tinggi, karena diatur oleh lembaga pengelola investasi. Sehingga dipastikan tidak ada kecurangan di dalamnya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa UU Cipta Kerja tak hanya membantu investasi sektor jumbo, tapi juga menolong pengusaha kecil dan menengah. Karena target dari UU Cipta kerja adalah memberdayakan pengusaha kecil dan menengah, sehingga kontribusi UMKM terhadap PDB naik jadi 65%.

Bantuan dari pemerintah berupa UU Cipta Kerja sangat disyukuri oleh pengusaha kecil dan menengah. Karena berkat klaster UMKM, ada kemudahan dalam mendapatkan izin usaha. Dalam peraturan baru tersebut, UMKM dimasukkan dalam usaha resiko rendah. Sehingga hanya butuh nomor izin berusaha (NIB), tanpa harus mengurus izin HO yang rumit dan mahal.

Jika sudah ada nomor izin berusaha, maka UMKM dianggap sebagai usaha yang legal. Mereka bisa mengekspor produknya, karena jika memasuki pasar internasional, harus punya izin usaha yang diberikan oleh pemerintah. Sehingga usaha para pebisnis UMKM akan makin maju, karena sudah memasuki ranah ekspor dan mendapat keuntungan dalam mata uang dollar.

Luhur Pradjarto, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan antar Lembaga Kementrian Koperasi dan UKM menyatakan bahwa UU Cipta Kerja memberi kemudahan bagi pelaku UMKM. Karena mereka mendapatkan prioritas dalam pengadaan jasa pemerintah sebesar 40%. Sehingga akan punya langganan tetap, dan biasanya di proyek ini pesanannya dalam jumlah besar.

Jika ada banyak pesanan dari dinas, maka pengusaha kecil dan menengah bisa tersenyum lagi, karena akan mendapat keuntungan yang cukup banyak. Mereka bisa bangkit dari cobaan di masa pandemi, karena sebelumnya sepi pesanan saat daya beli masyarakat menurun. Saat ini, konsumen tetapnya adalah dinas, jadi sudah pasti akan dibayar dengan kontan.

Mengapa UMKM selalu dibantu oleh pemerintah? Penyebabnya karena manyoritas pengusaha di Indonesia berlevel kecil dan menengah. Bayangkan jika tidak ada bantuan dalam bentuk UU, maka usaha mereka akan mati merana. Saat bisnisnya sepi, malah terbentur oleh birokrasi yang membingungkan. Sudah jatuh tertimpa tangga.

Ketika UMKM dibantu, maka mereka bisa semangat melanjutkan bisnisnya, lalu efek positifnya adalah roda perekonomian bisa berjalan lagi. Karena izin usaha UMKM bisa membuat bank dan lembaga peminjaman uang mempercayai mereka, lalu ada kredit yang dikucurkan. Dengan uang itu, maka bisnis bisa diperbesar dan mendapatkan keuntungan yang lumayan.

UU Cipta Kerja dirancang untuk membantu para pengusaha UMKM, melalui banyak perubahan peraturan. Birokrasi dipangkas sehingga izin usaha hanya butuh waktu 7 hari. Selain itu, pengusaha UMKM hanya butuh NIB sebagai legalitas usaha, sehingga akan memudahkan mereka untuk melanjutkan bisnis.

 )* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh : Alfred Jigibalom )*

Pemerintah terus bersinergi dalam menyukseskan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX di Papua. Salah satu upaya tersebut adalah dengan memberikan vaksin covid-19 terhadap atlet yang akan bertanding dalam ajang olah raga terbesar nasional itu.

Pada 26 Februari 2021 lalu, sejumlah 820 atlet mendapatkan vaksin, menurut Wakil Presiden Ma’ruf Amin, vaksinasi kepada atlet penting karena mereka akan mengikuti sejumlah pertandingan, baik domestik maupun global.

Ma’ruf Amin menyebutkan, hanya ada dua hal yang dapat membuat bendera merah putih berkibar di negara lain, yaitu saat kedatangan kepala negara, serta ketika ada atlet yang menjuarai sebuah pertandingan.

            Atlet sendiri masuk ke dalam program vaksinasi tahap kedua, bersama dengan lansia dan pekerja layanan publik, seperti awak media, pekerja pariwisata maupun pedagang.

Dalam kesempatan konferensi virtual, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menjelaskan soal pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk para atlet. Ia mengatakan telah meminta sebanyak 5 ribu dosis vaksin Covid-19 untuk atlet nasional ke kementerian kesehatan.

            Dalam kesempatan konferensi virtual, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menjelaskan terkait dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk para atlet. Ia mengatakan telah meminta sebanyak 5 ribu dosis vaksin Covid-19 untuk atlet nasional ke Kementerian Kesehatan.

            Vaksinasi Covid-19 untuk atlet tahap pertama diutamakan untuk atlet yang sedang berada di Jakarta, mempersiapkan diri untuk bertanding.

            Selanjutnya, Kemenpora juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di daerah untuk vaksinasi Covid-19 kepada atlet yang sedang kembali di kota asalnya.

            Pada kesempatan berbeda, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 bagi atlet diprioritaskan abgi mereka yang akan melakukan pertandingan di kancah internasional maupun dalam negeri.

            Pernyataan ini disampaikan oleh Menkes Budi Sadikin ketika dirinya meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi para atlet, pelatih maupun tenaga pendukung di Istora Senayan.

            Pada kesempatan tersebut, Budi bersama menteri pemuda dan olahraga Zainudin Amali, Menko PMK Muhadjir Effendy dan Gubernur DKI Anies Baswedan, mendampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin meninjau vaksinasi.

            Budi menuturkan, vaksin virus coronya yang tersedia saat ini masih terbatas sehingga, prioritas utama masih ditujukan kepada tenaga kesehatan dan lansia.

            Dirinya juga berharap, agar vaksinasi yang diberikan kepada para atlet, nantinya akan mendukung para atlet untuk dapat mengibarkan Bendera Merah Putih di Luar Negeri.

            Pada kesempatana berbeda, sebanyak 620 atlet di Kota Tangerang, Banten menerima vaksin Covid-19 tahap kedua. Ratusan atlet/olahragawan yang mendapatkan vaksin ini nantinya akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten ke-6 yang berlokasi di Kota Tangerang pada 2022 nanti.

            Salah satu atlet difabel dari cabang atletik nomor lempar cakram, Damiri mengaku senang bisa menjadi bagian dari vaksinasi tersebut.

            Pada kesempatan berbeda, seluruh cabang olahraga lolos PON XX Papua di Kepri meminta agar pihaknya segera mendapatkan vaksinasi, mengingat beberapa daerah telah melakukan suntuk vaksin terhadap para atletnya.

            Menyikapi hal ini, Wakil Sekretaris Umum KONI Kepri, Amri meminta agar para atlet untuk dapat bersabar.

            Pihaknya telah berkoordinasi ke Pemerintah Provinsi Kepri terkait vaksinasi Covid-19 bagi seluruh atau atlet lolos PON.

            Amri juga memahami, bahwa para atlet merasa jika persiapan mereka selama ini terhalang oleh Pandemi Covid-19. Ia juga mengatakan bahwa vaksinasi tidak bisa sekaligus, melainkan bergilir, intinya semua atlet akan mendapatkan vaksinasi, tinggal menunggu waktu.

            Tidak menutup kemungkinan, KONI Kepri juga akan menyampaikan aspirasi para atlet lolos PON ini ke Gubernur terpilih, Ansar Ahmad.

            Pasalnya, Pandemi Covid-19 ikut memberikan dampak cukup signifikan terhadap persiapan masing-masing cabang olahraga lolos PON.

            Pada 22 Februari 2021 lalu, masing-masing pengurus cabor sudah memohon kepada KONI Kepri terkait vaksinasi atlet. Tinggal menunggu informasi lanjutan dari mereka.

            Permohonan ini disampaikan dalam bentuk audiensi. Di mana, seluruh aspirasi masing-masing pengurus cabor telah diterima oleh KONI Kepri.

            Vaksinasi kepada para atlet merupakan bentuk dukungan kepada atlet yang ingin berprestasi dan mengangkat harga diri bangsa di kancah nasional maupun internasional.

            Pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sudah sepatutnya memiliki concern terhadap para atlet yang sudah sejak lama aktifitasnya terganggu selama pandemi, sehingga nantinya pada atlet dapat berlaga dengan penampilan terbaiknya.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Solo

Oleh : Alfisyah Kumalasari)*

Indonesia memang belum bebas dari masa pandemi, tetapi meraih prestasi dengan menjadi juara dua vaksinasi di ASEAN. Dengan raihan ini maka kita optimis pandemi akan segera berakhir dan kehidupan akan berangsur normal. Vaksinasi nasional sudah dimulai sejak januari 2021 dan seluruh WNI diharap untuk mensukseskan program ini.

Ketika vaksin corona ditemukan dan langsung diproduksi secara massal, seluruh negara di dunia ancang-ancang untuk vaksinasi. Indonesia memutuskan untuk memesan vaksin covid buatan Sinovac (RRC), baru memesan vaksi dari pihak lain, agar stoknya mencukupi. Karena penduduk negeri ini ada lebih dari 200 juta orang, dan tiap orang butuh 2 kali suntikan.

Saat pemerintah Indonesia sedang fokus pada kesuksesan vaksinasi nasional, ada hadiah manis berupa juara dua vaksinasi di kawasan ASEAN. Karena di negeri kita, sudah ada lebih dari 1 juta orang yang mendapatkan 2 kali injeksi vaksin, alias 2,8% dari jumlah WNI. Sehingga target pemerintah untuk mensukseskan program ini dalam waktu maksimal 12 bulan diperkirakan akan berhasil.

Keberhasilan Indonesia patut dipuji. Karena kita hanya selisih tipis dari Singapura. Padahal jumlah penduduk Indonesia lebih dari 200 juta orang. Sedangkan jumlah penduduk di negeri singa ada 5,7 juta orang. Sehingga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mensukseskan program vaksinasi nasional. 

Jika Indonesia bebas corona maka tidak akan menularkan ke penduduk negara lain, maka kawasan ASEAN akan bebas juga dari virus covid-19. Bayangkan jika pemerintah suatu negara malas-malasan membeli vaksin dengan alasan mahal, maka penduduk akan betumbangan dan dikhawatirkan akan menularkan ke negara tetangga.

Selain itu, pemerintah patut diapresasi, karena mengatur penyuntikan lebih dari 200 juta orang tentu tidak mudah. Harus ada strategi bagaimana mendistribusikan sekian banyak ampul vaksin, bagaimana keamanan penyimpanannya, cara mendapatkan cold storage-nya. Karena vaksin Sinovac perlu disimpan di dalam tempat khusus, agar tidak rusak dan terbuang sia-sia.

Ketika pemerintah berhasil mengawali program vaksinasi nasional dan menjadi yang nomor 2 terbaik di kawasan ASEAN, maka juga menunjukkan kecepatan dalam memberantas corona. Presiden Jokowi memang selalu ingin menyelesaikan suatu program dengan cepat. Oleh karena itu, beliau menargetkan vaksinasi berhasil dalam 12 bulan, bukan 18 bulan seperti pada perkiraan awal.

Pemerintah juga dipuji karena memberikan suntikan vaksin corona secara gratis. Karena di negara lain, ada yang disuruh untuk membayar sampai 600.000 rupiah (jika dikurskan) dalam sekali suntik. Penggratisan ini menunjukkan betapa perhatiannya pemerintah kepada seluruh rakyatnya. Apalagi banyak orang yang kondisi finansialnya turun saat pandemi, sehingga mereka senang karena mendapat vaksin tanpa harus membayar.

Padahal jika vaksinasi ini harus membayar, maka akan ada keuntungan besar. Karena orang akan membayar berapa saja untuk bebas dari teror corona. Namun pemerintah tidak mau seperti itu, tertawa di atas penderitaan orang lain. Oleh karena itu, pemberian vaksin akan digratiskan 100%.

Prioritas pemberian vaksin juga wajib diapresasi. Saat dokter, perawat, dan tenaga medis lain yang menjadi prioritas vaksin, maka mereka akan bebas corona. Sehingga tidak akan menularkan kepada pasien, karena dokter juga manusia, bukan? Bisa sakit dan tidak menunjukkan gejala corona ketika ia jadi OTG. Ketika dokter sehat maka pasiennya juga semangat untuk sehat.

Vaksinasi nasional di Indonesia dipuji karena menjadi yang terbaik kedua di wilayah ASEAN. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi pandemi dan efek negatifnya. Ketika program vaksinasi nasional berhasil, maka kita akan segera bebas corona, lalu membangkitkan lagi sektor ekonomi yang sempat pingsan saat pandemi.

)* Penulis adalah Kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini