WHO Mengapresiasi Kesuksesan Program Vaksinasi Indonesia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memuji langkah pemerintah Indonesia yang telah memulai program vaksinasi (Covid-19) nasional. Perwakilan WHO untuk Indonesia, Navaratnasamy Paranietharan, menganggap sebagai negara berkembang, Indonesia berhasil menunjukkan langkah tegasnya dengan mempercepat dan memaksimalkan program vaksinasi nasional sebagai upaya mengakhiri pandemi Covid-19 di dalam negeri.
Pernyataan itu diutarakan Paranietharan dalam jumpa pers bersama Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, di Bandara Soekarno-Hatta, saat menyambut kedatangan 1.113.600 dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca pemberian aliansi global pengadaan vaksin COVAX. Paranietharan berharap kedatangan bagian pertama dari gelombang I vaksin corona pemberian COVAX ini mampu memperkuat dan memaksimalkan vaksinasi nasional di Indonesia.

Navaratnasamy Paranietharan juga mengatakan, kedatangan satu juta vaksin tahap pertama di Indonesia, merupakan bagian dari tujuan ambisius COVAX untuk menyalurkan sebanyak dua miliar vaksin ke seluruh dunia.
Menurut Paranietharan WHO turut memberikan apresiasi terhadap upaya diplomasi vaksin Indonesia, yang menurutnya menjadi contoh bagi negara lain dengan mengedepankan solidaritas global dan akses yang adil.

“Berkaitan dengan COVAX kami perlu mengapresiasi Indonesia dalam kepemimpinan globalnya. Terutama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang juga menduduki posisi sebagai ketua AMC Group. Yaitu, grup yang beranggotakan negara-negara untuk mengawasi alokasi dan distribusi vaksin ke banyak negara. Indonesia telah menunjukkan contoh kepemimpinan terkait solidaritas global dan keadilan terkait akses vaksin COVID-19 kepada seluruh negara,” paparnya.

Menurut Paranietharan, program inisiasi vaksinasi COVID-19 yang telah dimulai, merupakan sebuah contoh kepemimpinan di tingkat nasional yang sedikit dilakukan oleh banyak negara berkembang.

“Kami berharap dengan tibanya vaksin dari COVAX akan menambah dan memperkuat lebih jauh untuk mendukung program vaksinasi nasional. Ini merupakan saat untuk menolong keadilan untuk seluruh warga dan sangat penting untuk memberikan vaksin ini kepada mereka yang sangat memerlukan dan untuk memastikan pula bahwa tidak ada seorang pun yang ditinggalkan,” tegas Paranietharan.

Sementara itu Menlu RI, Retno mengatakan pengiriman vaksin multilateral melalui mekanisme fasilitas GAVI COVAX akan rampung pada Mei 2021 mendatang. Rencananya akan diikuti batch-batch selanjutnya. Indonesia bersama Kanada dan Ethiopia, saat ini menduduki posisi sebagai ketua COVAX AMC Engagement Group (COVAX AMC EG). Indonesia dan Ethiopia mewakili 92 Economies yang tergabung dalam COVAX AMC EG, yang merupakan forum antara negara AMC dengan negara-negara donor untuk pengadaan dan distribusi vaksin bagi negara AMC.

Menlu Retno mengatakan Indonesia secara total akan menerima setidaknya 11,7 juta vaksin corona dari COVAX. Pemerintah telah mengamankan empat jenis merek vaksin Covid-19 yang digunakan dalam program vaksinasi pemerintah. Keempat vaksin itu yakni Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax. Indonesia menargetkan proses vaksinasi selesai dalam waktu 12 bulan. Seluruh masyarakat akan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 secara gratis.

Apresiasi WHO terhadap suksesnya pelaksanaan vaksinasi di Indonesia membuktikan bahwa program pemerintah berhasil menangani pandemi covid-19 ini. Namun begitu masyarakat juga harus mendukung pelaksanaannya. Jangan percaya kepada berita hoax bahwa vaksin berbahaya. Carilah sumber informasi yang terpercaya. Jika pandemi berakhir maka ekonomi juga akan segera bangkit kembali. Semoga…

Tinggalkan Balasan