Otsus Membuat Papua Semakin Maju

Oleh : Abner Wanggai )*

Otonomi khusus yang telah berjalan sejak 2001, membuat Papua makin berkembang. Tak hanya dari segi infrastruktur, tetapi juga pendidikan dan beberapa bidang lain. Perkembangan ini sangat baik, karena membuat tidak ada ketimpangan kemajuan antara Indonesia timur dan barat. Sehingga ada pemerataan pembangunan dan kecerdasan masyarakat.

Otonomi khusus di Papua berlangsung selama 20 tahun, dan tahun 2021 ini akan dimulai perpanjangannya dengan durasi yang sama. Keberadaan Otsus jilid 2 sangat dinanti oleh masyarakat di Bumi Cendrawasih, karena dananya bisa digunakan untuk pembangunan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga keagamaan. Dana Otsus jilid 2 dipastikan naik, karena ada inflasi dan kenaikan harga barang.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan bahwa dana otonomi khusus berjalan dengan efektif. Dana Otsus jilid 2 dianggarkan sebanyak lebih dari 5 Trilyun rupiah. Uang sebanyak ini selain untuk pembangunan di Papua, juga termasuk membiayai pekan olahraga nasional (PON) XX yang diselenggarakan di Bumi Cendrawasih pada akhir tahun 2021.

Mengapa dana Otsus jilid 2 dianggarkan sampai sebanyak ini? Pertama, uang 5 Trilyun tidak hanya untuk 1 tahun tetapi untuk 20 tahun. Sehingga wajar jika nominalnya cukup tinggi. Kedua, harga bahan bangunan untuk membuat fasilitas umum di Papua relatif lebih mahal daripada di Jawa. Ketiga, ada inflasi yang mengakibatkan harga-harga barang pendukung lebih tinggi.

Dominggus berharap pada otsus jilid 2 ada evaluasi, sehingga diberi lebih banyak kewenangan bagi warga asli Papua, baik untuk sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Selama ini dana otsus juga disalurkan untuk beasiswa, sehingga anak-anak Papua bisa sekolah bahkan kuliah di dalam dan luar negeri. SDM yang berkualitas ini diharap bisa disalurkan ke Kementrian terkait.

Sumber daya manusia yang berkualitas ini juga bisa disiapkan untuk jadi calon pemimpin Papua. Karena dalam otonomi khusus diatur bahwa hanya OAP (orang asli Papua) yang diperbolehkan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua. Seperti Lukas Enembe Gubernur Papua) dan Dominggus Mandacan (Gubernur Papua Barat). Tidak seperti dulu yang dijabat oleh orang luar (biasanya purnawirawan).

Ketika gubernur dan wakilnya dijabat orang asli Papua, maka Bumi Cendrawasih akan makin berkembang. Penyebabnya karena mereka lebih paham fasilitas apa saja yang dibutuhkan oleh rakyat Papua. Juga bisa melakukan pendekatan secara kultural dan sosial, sehingga pembangunan dengan dana Otsus berjalan dengan makin lancar. Karena rakyat lebih menurut kepada seorang yang dianggap tetua dan punya kesamaan etnis.

Selain itu, dana Otsus juga disalurkan ke bidang kesehatan, untuk membangun Puskesmas dan Rumah Sakit sampai di daerah pelosok. Sehingga masyarakat tidak harus pergi ke Jayapura atau Manokwari untuk berobat ke RS besar. Karena di daerah mereka ada layanan kesehatan yang representatif. Dana juga digunakan untuk pemberantasan penyakit malaria, TBC, dan AIDS.

Otonomi khusus diharapkan bisa membawa kemajuan bagi provinsi Papua dan Papua Barat, sehingga masyarakat di Bumi Cendrawasih lebih maju dan tak lagi ketinggalan dengan di Jawa. Mereka tak identik dengan keterbelakangan, karena bisa maju lewat pendidikan, dengan beasiswa Otsus. Anak-anak Papua punya kesempatan yang sama untuk kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih layak.

Masyarakat di Papua sangat mendukung perpanjangan Otsus, karena daerah mereka bisa berkembang lebih pesat, berkat banyaknya pembangunan infrastruktur. Selain itu, dana Otsus juga dirupakan untuk bidang kesehatan, sehingga masyarakat makin sehat dan mengurangi angka kematian karena jauhnya jarak ke fasilitas kesehatan yang mumpuni.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Tinggalkan Balasan