Masyarakat Mendukung PON XX Papua

Oleh : Moses Waker )*

Masyarakat mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan PON XX di Papua. Perhelatan olah raga nasional tersebut diharapkan dapat mengasah talenta generasi muda dan mempererat persaudaraan sesama anak bangsa.

Ketua Umum KONI Pusat sempat menyampaikan bahwa beberapa provinsi memang tidak menganggarkan dana secara cukup untuk KONI Daerah, karena pada saat penyusunan R-APBD 2021, beberapa pemerintah provinsi masih berasumsi bahwa PON akan ditunda akibat pandemi Covid-19 yang belum mereda.

La Nyalla Mahmud Mattalitti selaku Ketua DPD RI, mengajak kepada pemerntah provinsi se-Indonesia untuk menyukseskan PON dan Peparnas di Papua. Tak hanya itu, dirinya juga memberikan solusi terkait penambahan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi untuk KONI daerah masing-masing.

Pada kesempatan berbeda, Tokoh perempuan di Wamena, Marta Itlay, mengajak kepada seluruh masyarakat di Papua untuk menyukseskan PON XX di Papua.

Ia mengatakan, bahwa masyarakat harus antusias untuk turut serta dalam mendukung pelaksanaan PON 2021 di Papua.

Marta menyebutkan dukungan kegiatan PON di Papua juga patut didukung oleh anak muda di Papua sebagai penerus bangsa. Oleh karena itu, jangan sampai kita terpengaruh oleh hal yang merugikan dan menghalangi pelaksanaan PON XX 2021 DI Papua.

Mantan Kapten Persipura Jayapura, Eduard Ivakdalam mengaku dirinya kagum dengan venue-venue yang telah dibangun di empat cluster. Menurutnya, dengan begitu Papua sudah sangat siap menjadi tuan rumah PON XX 2020.

Senada dengan kekaguman tersebut, mantan pemain terbaik Liga Indonesia 1996, Ronny Wabia mengatakan, bahwa dirinya sangat mendukung perhelatan pesta olahraga terbesar di Indonesia itu.

Ronny optimis, bahwa dengan digelarnya event PON XX di Papua ditambah dengan pembangunan sejumlah venue megah, akan menjadi wadah lahirnya atlet-atlet potensial dari Tanah Papua di masa mendatang.

Ia berharap, pada event PON XX nanti atlet-atlet Papua bisa meraih prestasi terbaik di rumah sendiri.

PON memiliki sejarah yang panjang, event tersebut pertama kali dilakukan pada tahun 1948 dalam kondisi perang dan diblokade Belanda, pemerintah Indonesia tak gentar menggelar hajatan besar Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama. Presiden Ir Soekarno sendiri hadir dalam pembukaannya pada 9 September 1948.

Saat itu PON tidak hanya menyelenggarakan event olahraga semata, PON juga mengandung pesan politik, dimana dengan terselenggaranya PON ini bermaksud ingin menunjukkan kepada Belanda bahwa Indonesia adalah negara berdaulat.

Tentu saja sejarah baru di Papua akan tercetak pada September nanti, dimana penyelenggaraan PON di Papua merupakan loncatan peradaban dan sejarah baru bagi masyarakat Papua.

Pelaksanaan PON di Papua akan mendatangkan banyak atlet dari seluruh Indonesia. Untuk itu, masyarakat harus menjadi tuan rumah yang baik dan membantu pelaksanaan PON berlangsung baik dan lancar.

Zainudin Amali menuturkan, pemerintah balum berencana mengeluarkan opsi penundaan atau pembatalan karena masih berharap pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

Tentu saja berbagai opsi harus dipersiapkan dari berbagai daerah dan cabang olahraga sudah jauh-jauh hari dilakukan. Pihaknya tetap berharap penyakit covid-19 atau virus corona ini segera berakhir sehingga rencana untuk menggelar PON tepat waktu bisa tetap berlangsung.

Seiring dengan persiapan yang terus berjalan, ia juga mempersiapkan pencegahan untuk menekan penyebaran corona. Tentu dengan membatasi hal-hal yang melibatkan banyak orang, dimana pasti akan berpengaruh terhadap pekerja yang mempersiapkan venue atau tempat-tempat penginapan atlet.

Amali mengatakan, pemerintah tentu harus berhitung dan melakukan evaluasi dengan semakin meluasnya virus corona.

Untuk PON, pihaknya akan mengevaluasi perkembangannya bulan depan. Pemerintah harus bicara dengan KONI Pusat dan KONI Daerah serta para pimpinan cabang olahraga untuk mengambil keputusan, penyelenggaraan PON di Papua tidak hanya sebagai ajang memperebutkan medali semata. Hal yang paling penting adalah menjadi arena untuk memperkuat jalinan persaudaraan, jalinan persatuan dan solidaritas antardaerah.

Presiden Joko Widodo sempat mengingatkan, bahwa PON di Papua itu bukan hanya kompetisi olahraga semata. Namun PON adalah arena bersama untuk merayakan keragaman, mempertebal semangat persaudaraan dan arena memperkuat persatuan dan kesatuan. Sehingga di tengah Pandemi ini, tentu semua pihak akan tetap mempersiapkan diri sebaik mungkin.

PON adalah perhelatan multievent yang penting, dimana sukses dan tidaknya acara tersebut juga dipengaruhi oleh dukungan dari masyaraka yang membantu kondusifitas selama PON berlangsung.

) *Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Bali

Tinggalkan Balasan