Oleh : Aprilianto )*

Gugurnya Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya pada hari Minggu (25/4) sekitar pukul 15.30 WIT di Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua menandakan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua memang pantas disebut sebagai kelompok teroris.
Brigjen Putu Danny bersama Satgas BIN dan Satgas TNI-Polri secara tiba-tiba dihadang oleh kelompok KKB. Dalam penghadangan tersebut aksi baku tembak terjadi sehingga Brigjen TNI Putu Danny gugur dalam insiden tersebut.

Awal bulan April KKB dilaporkan juga membakar tiga sekolah dan menembak mati seorang guru di Beoga, Kabupaten Puncak. Selang beberapa hari kemudian, KKB kembali berulah dengan membakar perumahan guru dan rumah kepala suku di Kampung Dambet. Menyikapi kejadian tersebut, Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD telah mengkategorikan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua serta seluruh organisasi dan orang-orang yang tergabung di dalamnya serta yang mendukung gerakan tersebut sebagai teroris.

Pemerintah menetapkan keputusan tersebut berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang. Keputusan ini juga menjadi lampu hijau dan jawaban bagi pertanyaan mendasar terhadap status KKB Papua selama ini. Pasalnya, aksi kekerasan yang dilakukan secara massif oleh KKB kerap berujung pada kematian dan gugurnya putra terbaik bangsa penjaga perdamaian di bumi Cendrawasih tersebut.

Apa yang dilakukan oleh Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua ini adalah suatu bentuk tindak pidana terorisme karena secara fakta mereka telah melakukan serangkaian aksi terror yang telah dilakukan dengan berbagai macam motif dibalik penembakan yang dilakukan KST, tujuannya agar situasi di wilayah Papua semakin tidak kondusif meskipun sudah dilakukan pembangunan infrastrukturyang cukup massif oleh pemerintah.

Pernyataan aktivis dan petinggi KST bahwa banyak pelanggaran HAM yang terjadi di Papua, justru mereka sendiri yang melakukan tindakan pelanggaran HAM. Banyak masyarakat sipil menjadi korban untuk mengatasnamakan perjuangan kemerdekaan Papua. Hal ini semakin memperjelas bahwa mereka adalah sesungguhnya pelanggar HAM berat serta merusak kedamaian masyarakat Papua.

Sudah sepantasnya KST harus ditumpas karena telah menyengsarakan masyarakat dan melanggar HAM dengan bertindak melampaui batas perikemanusian. Mereka tidak peduli pelanggaran HAM, tidak peduli dengan aturan negara dan tidak peduli dengan kerusakan bangsa ini. Saatnya kita berikan dukungan kepada aparat keamanan untuk memberantas kelompok-kelompok yang sering membuat teror di Papua. Indonesia harus bertindak tegas, karena jika tidak ditangani dengan tegas, maka aksi KST yang terjadi di Papua bisa membahayakan integrasi bangsa dan mengancam masyarakat Papua. Jangan lagi ada anggota TNI atau Polri dan masyarakat yang menjadi korban kebiadaban Kelompok Separatis Teroris Papua ini.

)* Jurnalis dan Pemerhati Masalah Keamanan tinggal di Belitung

Oleh Aditya Akbar)*

Pandemi masih melanda seluruh dunia. Masyarakat diminta untuk jangan terlena dan merasa aman dari corona. Jangan lalai sedikitpun dan mengadakan acara kumpul-kumpul lalu ternyata membuat klaster corona baru. Tetaplah menjaga protokol kesehatan dan meningkatkan imunitas.

Dunia diguncang pandemi covid-19 sejak awal tahun 2020. Setelah lebih dari 12 bulan, masyarakat Indonesia sudah lelah karena bertanya-tanya sampai kapan kondisi ini akan berakhir. Sebagian dari mereka masih kukuh memakai masker saat berada di luar rumah, tetapi sayangnya sebagian yang lain sudah mulai malas-malasan dan melanggar protokol kesehatan.

Padahal pelanggaran protokol kesehatan amat bahaya karena corona bisa mengintai dari mana saja. Presiden Jokowi berpesan pada masyaraka untuk tetap waspada terhadap penularan virus covid-19. Meski sudah ada program vaksinasi nasional dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM mikro), tetapi kita tidak boleh lengah sedikitpun.

Presiden Jokowi menambahkan, kurva pasien covid memang agak melandai karena jumlah orang yang sembuh meningkat sedangkan pasien corona baru agak menurun. Tetapi masyarakat masih harus berhati-hati. Jangan berpuas diri dan jangan merasa aman karena situasi sudah terkendali. Kita tidak boleh menyepelekan virus covid-19.

Pesan dari Presiden Jokowi adalah bentuk perhatian penuh kepada seluruh WNI. Karena beliau melihat sendiri fakta saat sedang blusukan, masih ada saja yang memakai masker tetapi posisinya melorot, sehingga tidak melindungi hidung. Padahal masker harus dikenakan secara pas agar mulut dan hidung tidak terkena droplet dari OTG.

Selain itu, menurunnya jumlah pasien corona memang sebuah kabar bagus, tetapi jumlahnya masih mengkhawatirkan. Menurut data dari Tim Satgas covid, jumlah pasien corona mencapai 4.115 orang per hari, dan ini data per tanggal 1 mei 2021. Jika jumlah pasien sebanyak ini tentu mengkhawatirkan karena bisa jadi jumlah OTG lebih banyak lagi.

OTG-lah yang patut kita waspadai karena ciri-cirinya tidak terlalu nampak secara fisik. Ketika ia sakit, tahu-tahu drop dan saat dites swab ternyata kena corona. Jika imunitasnya tidak bagus, apalagi punya komorbid, maka ia bisa terancam kena resiko paling tinggi yaitu kematian.

Sebenarnya kita tidak usah terlalu curiga bahwa banyak orang yang jadi OTG karena bisa jadi malah kita sendiri yang jadi orang tanpa gejala. Sebagai bentuk proteksi, maka sebaiknya kita inisiatif dan melakukan tes swab karena hasilnya lebih akurat daripada tes rapid, walau harganya lebih mahal.

Ketika hasilnya negatif covid, maka jangan euforia berlebihan. Protokol kesehatan masih wajib dilakukan dan jangan lupa untuk selalu cuci tangan dengan sabun antiseptik dan membawa hand sanitizer saat bepergian. Usahakan untuk membawa alat makan sendiri dan ketika terpaksa berbuka di luar rumah, carilah restoran yang mematuhi protokol kesehatan dan ada jarak antar pengunjung.

Begitu juga dengan pasca vaksinasi. Jangan mentang-mentang sudah disuntik, lalu malas-malasan pakai masker. Vaksin memang meningkatkan kekebalan tubuh terhadap corona, tetapi herd immunity belum terbentuk, sehingga situasi pandemi belum selesai. Tetaplah pakai masker, baik yang kain atau disposable. Lagipula harganya juga murah dan mudah didapatkan di minimarket sekalipun.

Selain mematuhi protokol kesehatan, jaga pula higienitas tubuh dan lingkungan sekitar dan jika perlu semprotkan disinfektan setelah mengepel rumah. Saat di kantor, semprotkan juga cairan itu ke meja, kursi, dan dinding kubikel agar aman dari segala virus dan bakteri. Saat ini disinfektan makin mudah ditemukan di online shop.

Jangan lelah dalam melawan corona dan tetaplah menjaga protokol kesehatan. Kita tidak boleh lalai dan malas-malasan pakai masker, karena pandemi global belum berakhir. Tetaplah menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan rajin mencuci tangan.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Firza Ahmad )*

Rizieq Shihab dan Munarman yang sama-sama jadi pentolan FPI akhirnya bernasib serupa, harus bertanggungjawab atas perbuatannya di depan meja hijau. Saat Rizieq terbelit kasus kerumunan, Munarman terkena pasal terorisme. Penangkapan Munarman menunjukkan bahwa penegakan hukum di Indonesia dilakukan dengan seadil-adilnya.

Saat Rizieq Shihab merana di penjara, publik sempat bertanya-tanya mengapa sobat karibnya Munarman bisa melenggang bebas di luar. Padahal ia disebut-sebut sebagai otak FPI, sedangkan Rizieq hanya sebagai corong alias yang menyebarkan paham ekstrimisme.

Namun dugaan publik langsung dipatahkan ketika Munarman digelandang oleh polisi. Ia diduga sebagai pendukung terorisme, karena pernah beberapa kali menghadiri baiat kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS, salah satunya di Makassar. Penangkapan ini sekaligus menunjukkan bahwa ia tidak sesakti itu, dan Munarman hanya WNI biasa yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan majelis hakim.

Penangkapan ini bukan sekadar dari hasil tuduhan, melainkan berdasarkan keterangan beberapa saksi yang merupakan anggota FPI. Saat dicokok, Munarman sengaja ditutup matanya agar tidak mengetahui siapa yang menangkapnya. Karena dikhawatirkan jika ia tahu dan menginformasikan ke laskar FPI, akan ada kerusuhan yang terjadi.

Munarman pantas dihukum karena menghadiri baiat teroris. Meski bukan ia yang membaiat, tetapi ia tetap dinyatakan bersalah. Karena membiarkan sebuah tindak kejahatan adalah sebuah kejahatan juga, karena sama saja ia membantu para teroris untuk tetap eksis di Indonesia.

Hukuman yang menanti Munarman tidak main-main, karena ada ancaman penjara seumur hidup. Penyebabnya adalah ia terkena 2 pasal sekaligus di UU nomor 5 tahun 2018 tentang terorisme. Munarman didakwa melanggar pasal 14 juncto pasal 7 dan pasal 15 juncto pasal 7.

Jika Munarman diancam hukuman seberat itu sudah sangat pantas. Pertama, terorisme adalah kejahatan yang susah diampuni, karena kekejamannya sudah melewati batas. Kedua, jika ia tidak dihukum berat, maka dikhawatirkan akan cepat bebas dan mengulangi lagi perbuatan jahatnya.

Ancaman hukuman ini dianggap setara dengan kejahatannya. Apalagi ketika diadakan penggeledahan di markas FPI, ditemukan bubuk yang ternyata bahan peledak. Barang bukti itu makin menunjukkan bahwa FPI adalah organisasi teroris dan Munarman adalah sosok di balik kegarangan ormas ini, yang sayangnya saat ini sudah tak berkutik bagai ayam sayur. Setelah FPI dibubarkan oleh pemerintah.

Pasca penangkapan Munarman, Rizieq makin ketakutan di dalam penjara. Ia tak bisa berkonsultasi, karena Munarman adalah salah satu dari tim kuasa hukumnya. Sementara Rizieq masih menanti sidang-sidang selanjutnya dan hanya bisa berdoa semoga dipertemukan dengan Munarman.

Sementara itu, Rizieq masih harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan diancam hukuman minimal 6 tahun penjara. Penyebabnya adalah ia menolak isolasi mandiri pasca bepergian dari luar negeri, sehingga melanggar UU kekarantinaan. Kedua, Rizieq berbohong mengenai hasil tes swab, sehingga menyebabkan 80 orang kena corona, termasuk dokter yang merawatnya.

Kesalahan Rizieq yang paling fatal adalah ia nekat mengundang 10.000 orang dalam pesta pernikahan putrinya. Acara itu tentu mengundang kerumunan dan sebagian tamu undangan tidak memakai masker. Klaster petamburan terbentuk dan menyebabkan banyak orang kena corona, termasuk pejabat KUA yang menikahkan putrinya.

Jangan heran ketika Rizieq didakwa pasal berlapis, karena ia memang melanggar banyak peraturan dan tidak mengindahkan protokol kesehatan. Mau tak mau ia menunggu jadwal persidangan selanjutnya, dengan atau tanpa kehadiran Munarman di sisinya.

Munarman dan Rizieq sama-sama bersalah, walau kasusnya berbeda. Rizieq melanggar protokol kesehatan dan UU kekarantinaan, sedangkan Munarman terbelit pasal terorisme. Keduanya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di dalam penjara dan semoga bui mengubah mereka agar sama-sama tidak arogan.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Oleh : Sabby Kosay )*

Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan event olahraga multicabang yang diikuti oleh seluruh Provinsi di Indonesia. Pada tahun ini Papua kebagian jatah untuk menjadi tuan rumah dalam event berskala nasional tersebut. Masyarakat Papua merespons positif acara tersebut, sehingga diharapkan mampu mempromosikan Papua kepada Dunia.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua juga meminta dukungan masyarakat adat untuk mendukung Training Center (TC) atlet-atlet Papua yang akan berlaga di pekan Olahraga Nasional (PON) XX tanggal 02-13 Oktober 2021 mendatang.

Sementara itu, pemerintah Kota Jayapura juga menyiapkan sejumlah obyek wisata pantai untuk mendukung penyelenggaraan PON XX Papua di kluster kota Jayapura, Papua.

Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM) di Jayapura menuturkan, Tuhan memberikan tanah kita Port Numbay dengan segala keindahan obyek wisata pantainya, sehingga dapat mendatangkan pemasukan untuk kesejahteraan, apalagi saat PON 2021 ini, di mana tentu saja wisatawan akan berbondong-bondong datang ke kota Jayapura.

Dirinya mengakui, keindahan objek wisata pantai di Kota Jayapura merupakan peluang yang bagus untuk mendatangkan uang bagi masyarakat pengelola pantai.

Pada kesempatan berbeda, sekretaris komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Kenius Kogoya berharap agar seluruh masyarakat Papua selalu optimis dan mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua.

Kenius menuturkan, bahwa PON tidak hanya milik pemerintah maupun KONI, akan tetapi juga milik seluruh warga masyarakat yang berada di Papua.

Dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak pesimis dan harus optimis bahwa PON harus sukses di Papua. Tidak boleh kita menanggapi hal-hal yang membuat kurang bagus di sini, meskipun pihaknya tahu ada yang terjadi di Papua, tetapi dukungan terhadap event ini harus tetap solid.

Bagi Papua, PON adalah event yang sangat penting, karena event ini tentu saja akan menjadi nilai tambah bagi pemerataan pembangunan di Papua hingga pemerataan pembangunan ekonomi di Papua. Karena sukses PON tidak hanya soal sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi saja.

Event nasional ini patut didukung karena PON mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di kampung-kampung apalagi masyarakat bisa menjual aksesoris khas lokal Papua, juga makanan-makanan khas lokal bisa dijual di tempat wisata. Hal itu tentu saja akan mendongkrak penjualan ekonomi bahkan PAD di setiap daerah yang ditunjuk sebagai cluster PON.

Pada kesempatan berbeda, Tokoh perempuan di Wamena, Marta Itlay, mengajak kepada seluruh masyarakat di Papua untuk menyukseskan PON XX di Papua.

Ia mengatakan, bahwa masyarakat harus antusias untuk turut serta dalam mendukung pelaksanaan PON 2021 di Papua.

Marta menyebutkan dukungan kegiatan PON di Papua juga patut didukung oleh anak muda di Papua sebagai penerus bangsa. Oleh karena itu, jangan sampai kita terpengaruh oleh hal yang merugikan dan menghalangi pelaksanaan PON XX 2021 DI Papua.

Pelaksanaan PON di Papua akan mendatangkan banyak atlet dari seluruh Indonesia. Untuk itu, masyarakat harus menjadi tuan rumah yang baik dan membantu pelaksanaan PON berlangsung baik dan lancar.
Penyelenggaraan PON di Papua tidak hanya sebagai ajang memperebutkan medali semata. Hal yang paling penting adalah menjadi arena untuk memperkuat jalinan persaudaraan, jalinan persatuan dan solidaritas antardaerah.

Presiden Joko Widodo sempat mengingatkan, bahwa PON di Papua itu bukan hanya kompetisi olahraga semata. Namun PON adalah arena bersama untuk merayakan keragaman, mempertebal semangat persaudaraan dan arena memperkuat persatuan dan kesatuan. Sehingga ditengah Pandemi ini, tentu semua pihak akan tetap mempersiapkan diri sebaik mungkin.

PON memiliki sejarah yang panjang, event tersebut pertama kali dilakukan pada tahun 1948 dalam kondisi perang dan diblokade Belanda, pemerintah Indonesia tak gentar menggelar hajatan besar Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama. Presiden Ir Soekarno sendiri hadir dalam pembukaannya pada 9 September 1948.

Saat itu PON tidak hanya menyelenggarakan event olahraga semata, PON juga mengandung pesan politik, dimana dengan terselenggaranya PON ini bermaksud ingin menunjukkan kepada Belanda bahwa Indonesia adalah negara berdaulat.

Dalam event PON nanti, tak kurang akan ada 6.442 atlet dari berbagai penjuru Tanah Air akan datang ke Papua. Jumlah tersebut belum ditambah official dan suporter. Tentu hal tersebut akan menjadikan Papua menjadi semakin semarak dengan semangat persatuan.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Aparat Penegak Hukum telah menangkap mantan Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam, Munarman. Ia ditangkap di rumahnya dengan dugaan menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Penangkapan Munarman terjadi sekitar pukul 15.00 pada hari Selasa (27/4/2021). Munarman langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia tiba di Polda Metro Jaya malam harinya sekitar pukul 19.55 WIB. Memakai baju koko putih dengan tangan diborgol dan mata tertutup kain hitam.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes, Ahmad Ramadhan, menyampaikan alasan penangkapan Munarman karena dirinya terindikasi terlibat dalam baiat teroris di tiga kota.

“(Ditangkap terkait) baiat di UIN Jakarta, kemudian juga kasus baiat di Makassar, dan mengikuti baiat di Medan,” Ucap Ahmad Ramadhan.

“Baiatnya kalau Makassar (ke) ISIS. Kalau Jakarta belum kami terima, Medan juga belum,” tambahnya.

Ditempat terpisah, Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, menyebut bahwa Munarman bermufakat melakukan aksi terorisme. Munarman juga diduga menyembunyikan informasi prihal terorisme.

“Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme, dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme,” jelas Argo.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, pembangunan fisik tahap awal atau soft groundbreaking di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) ibu kota negara (IKN) diagendakan setelah pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) IKN.

Adapun RUU tersebut kini telah tercantum dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021. “Oh iya jelas (menunggu pengesahan). Itu kan bisa paralel kan,” kata Suharso saat meninjau lokasi titik Istana Negara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (12/4/2021). Suharso melanjutkan, pihaknya terus memantau perkembangan RUU IKN tersebut.

Menurut dia, pembahasan mengenai RUU ini akan dipercepat ketika Surat Presiden (Surpres) diturunkan ke DPR. “Begitu Surpres diturunkan ke DPR, saya kira pada saat yang sama kita berharap, itu bisa dibahas dengan cepat,” jelasnya. Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa pihaknya juga menunggu program vaksinasi nasional yang dilakukan secara bertahap, dengan target 181.550.000 jiwa untuk mencapai herd immunity terselesaikan.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan, pembangunan IKN juga dirancang sebagai salah satu strategi pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi. “Berdasarkan tahapan pembangunan IKN, target pembangunan hingga 2024 mencakup pembangunan KIPP dengan sarana dan prasarana pendukungnya,” ucapnya.

Suharso menambahkan, persiapan pemindahan IKN telah tercakup dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Hal ini meliputi pembangunan fasilitas penyelenggaraan pemerintahan di IKN yang baru serta aktivitas pembangkit kegiatan ekonomi bagi IKN dan sekitarnya.

Dia berharap, dengan hadirnya IKN, mampu membangkitkan aktivitas perekonomian di sekitar KIPP seperti Balikpapan dan Samarinda. “IKN ini tidak berdiri sendiri, ada Samarinda, ada Balikpapan. Regional economic-nya itu yang diharapkan berkembang karena IKN ada di sini. Jadi harus dihitung Balikpapan sekitarnya, Samarinda sekitarnya, gitu,” pungkasnya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyoroti perkembangan persentase kasus aktif, progres pembentukan posko, dan perkembangan zonasi risiko pada 6 provinsi. Ia menyandingkan data perkembangan pada 6 provinsi, yakni Jawa Tengah, Aceh, Jawa Barat, Riau, Sumatera Barat dan Kalimantan Barat.

Dari keenamnya, terdapat 3 provinsi yang mengalami perkembangan baik sejalan dengan meningkatnya jumlah posko. Seperti di Jawa Tengah, menurunnya kasus aktif selama 4 minggu berturut-turut dibarengi penambahan posko 4.463 poskos hingga tanggal 25 April 2020.

“Hal ini menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi jumlah posko terbanyak di Indonesia,” kata Wiku memberi keterangan pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Kamis (29/4/2021) yang disiarkan secara daring.

Lalu, Aceh meski sempat terjadi kenaikan pada persentase kasus aktif, kemudian menurun selama 3 minggu berikutnya. Penurunan ini juga dibarengi pembentukan posko yang meningkat cukup tajam pada minggu ketiga, dari 352 menjadi 3.211 posko di minggu keempat. Aceh menjadi provinsi kedua terbanyak memiliki posko.

Jawa Barat, kenaikan kasus aktif sempat terjadi selama 3 minggu kemudian menurun pada minggu keempat. Penurunan ini juga sejalan dengan peningkatan jumlah posko hingga mencapai 3.117 posko. Dan provinsi menjadi ketiga terbanyak memiliki posko.

“Zonasi di ketiga provinsi ini juga cukup stabil, dimana pada provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat, tidak ada kabupaten/kotanya yang berpindah ke zona merah pada minggu ini,” lanjut Wiku.

Hasil perkembangan yang berbeda terlihat di provinsi Riau, Sumatera Barat dan Kalimantan Barat. Terjadi peningkatan kasus aktif yang konsisten selama 4 minggu terakhir dengan 2 atau lebih kabupaten/kota berpindah ke zona merah pada minggu ini. Hingga 25 April, jumlah posko pada masing-masing provinsi tersebut kurang dari 50 posko.

Dari perbandingan ini membuktikan bahwa posko yang berfungsi dengan baik akan menurunkan jumlah kasus. Maka dari itu, seluruh provinsi diminta untuk memastikan terbentuknya posko di tingkat desa dan kelurahan, dan pastikan posko berfungsi aktif. Maksimalkan fungsi posko dengan rutin melakukan monitoring, sosialisasi serta edukasi masyarakat terkait COVID-19. Sehingga efektif dalam menekan penularan.

“Diharapkan semakin banyaknya poskos terbentuk kedepannya, maka semakin banyak titik-titik pusat koordinasi penanganan COVID-19 hingga tingkat terbawah. Sehingga penanganan COVID-19 dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin,” pungkas Wiku.

Perkembangan terkini pada kasus positif COVID-19, per 28 April 2021 terjadi penambahan harian pasien terkonfirmasi positif sebanyak 5.241 kasus dengan jumlah kasus aktif ada 100.502 kasus atau persentasenya 6,1% dibandingkan rata-rata dunia 12,9%.

Tenaga Ahli Komisi X DPR RI, Hasan Basri menulis di media online Kumparan (3/4/2020) dengan judul “PON Ajang Memupuk Persaudaraan, Persatuan untuk membangun Karakter Bangsa”.

Dalam tulisannya, Hasan mengatakan bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX akan berlangsung di Papua. Menurutnya dalam catatan sejarah, gagasan awal dilaksanakannya PON adalah mencari bibit atlit berbakat di seluruh penjuru negeri untuk mempersiapkan diri dalam keikutsertaan Asian Games pertama kali tahun 1951 dan Olimpiade Musim Panas Helsinksi tahun 1952. Selain itu, semangat yang digelorakan melalui PON adalah memupuk persaudaraan, persatuan membangun karakter bangsa melalui olahraga.

UU No. 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN), hadir dengan tujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa.

PON di Indonesia diadakan setiap 4 tahun sekali oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan diikuti seluruh provinsi di Indonesia. Sejak pertama kali diadakan di Kota Surakarta tahun 1948, PON telah diselenggarakan 19 kali kecuali PON ke-4 yang gagal diselenggarakan karena G30S tahun 1965.

Penyelenggaraan PON ke-XX tahun 2020, sudah ditetapkan di Provinsi Papua yang sebelumnya berhasil memenangkan bidding sebagai tuan rumah penyelenggara, mengalahkan Bali dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Provinsi Papua memperoleh 66 suara pada Rapat Anggota Tahunan KONI. Tuan rumah PON ditetapkan melalui SK Menteri Pemuda Olahraga No. 0110 tahun 2014. Tercatat, Provinsi Papua pertama kali ikut adalah pada penyelenggaraan PON ke-VII Tahun 1969 di Jawa Timur.

PON ke-XX adalah Sejarah untuk Papua

Menurut Hasan Basri, menjadi tuan rumah PON ke-XX adalah sejarah untuk Papua, mengingat selama ini pelaksaaan PON hanya berputar di wilayah barat Indonesia dan pulau Jawa. Penyelenggaraan PON di Papua dinilai memiliki nilai strategis dari sisi percepatan pembangunan di wilayah Provinsi Papua yakni:

Pertama, dari sisi ekonomi akan semakin berkembang melalui pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, bandar udara dan semakin meningkat sektor informal seperti hotel, restoran dan jasa pariwisata.

Kedua, dari sisi sosial-budaya, akan terjadi interaksi sosial yang massive, dimana masyarakat Papua akan dikunjungi dan berinteraksi dengan saudara-saudara sebangsanya dari seluruh wilayah Tanah Air.

Ketiga, dari sisi politik, akan mengembalikan kepercayaan masyarakat Papua terhadap pemerintah nasional sekaligus mengukuhkan rasa nasionalisme Indonesia di kalangan masyarakat Papua. Meskipun fasilitas olahraga di Papua masih tertinggal ketimbang daerah lainnya yang juga mencalonkan diri sebagai tuan rumah, namun penyelenggaraan PON di Papua dinilai lebih sebagai upaya untuk memperkuat identitas kebangsaan dan solidaritas nasional.

Sebanyak 37 cabang olah raga akan dilombakan dan dipertandingkan yaitu Aerosport, Akuatik, Atletik, Anggar, Angkat Berat, Baseball, Biliard, Bermotor, Bola Basket, Bola Tangan, Bola Voli, bulutangkis, Catur, Kriket, Dayung, Gulat, Hoki, Judo, Karate, Kempo, Layar, Menembak, Muaythai, Panahan, Panjat Tebing, Pencak Silat, Rugby 7s, Selam, Senam, Sepak Bola, Sepak Takraw, Sepatu Roda, Taekwondo, Tarung Derajat, Tenis, Tinju, dan Wushu.
Oleh karena itu menurut Hasan untuk mengejar sukses penyelenggaraan PON harus dipersiapkan secara ekstra tentang tenaga akomodasi bagi seluruh atlet, official, volunter, pemangku kepentingan olahraga, tamu dan seluruh penggembira yang hadir pada PON ke-XX Papua.

Jumlah atlet diperkirakan sebanyak 6.442 orang, official sebanyak 3.221 orang dan SDM pertandingan (panitia pelaksana, wasit/juri, dewan hakim, technical delegate) sebanyak 2.860 orang, total keseluruhan sebanyak 12.523 orang. Sebagaimana hasil keputusan rapat terbatas 13 Agustus 2019, standar akomodasi khusus atlet dan official sesuai peraturan KONI, minimal dengan standar pelayanan hotel bintang tiga.

Selain sukses penyelenggaraan, PON Papua diharapkan sukses administrasi tanpa meninggalkan masalah hukum, sukses ekonomi dengan memanfaatkan momen PON ke-XX sebagai pembangkit peningkatan ekonomi masyarakat setempat, dan sukses pasca-event dengan penguatan rencana pengelolaan venue-venue pertandingan pada pasca penyelenggaraan PON ke-XX Papua. Sehingga infrastruktur olahraga yang telah terbangun tidak terbengkalai dan dapat bermanfaat secara maksimal bagi kemajuan olahraga di daerah.

Sementara itu Moses Waker, Mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo menulis di neraca.co.id (12/3/2021) dengan judul “Kesuksesan PON XX Kebanggaan Rakyat Papua”.

Menurut Moses, PON ke-XX papua yang akan dilaksanakan pada akhir 2021 menjadi kebanggaan bagi warga asli Papua. Menjadi tuan rumah adalah sebuah kehormatan, karena baru kali ini acara sebesar PON diselenggarakan di Papua. Selain itu, saat acara ini dilangsungkan di Bumi Cendrawasih, rasa nasionalisme mereka akan meningkat.

Masyarakat Papua sangat bangga karena mendapatkan kesempatan jadi tuan rumah PON ke-XX. Kesempatan emas ini sangat langka, karena baru kali ini acara berlevel nasional diselenggarakan di Papua, yang notabene sangat jauh dari ibukota. Mereka senang lalu ikut meramaikan timeline Facebook dan Twitter dengan konten berupa logo PON dan foto-foto venue olahraga di Papua.

Nowela Elizabeth, penyanyi asli Papua mengaku senang akan penyelenggaraan PON di Papua. Ia merasa bertanggungjawab secara moral akan suksesnya penghelatan acara olahraga ini. Menurutnya, acara sebesar PON masih kurang gaungnya, oleh karena itu ia berusaha agar mempopulerkannya, agar semua orang tahu bahwa ada ajang olahraga berlevel nasional di Papua.

Nowela bersama Edo Kondologit dan penyanyi asli dari Bumi Cendrawasih yang lain membuat proyek dan menghasilkan single berjudul Papua Bangkit. Dengan harapan, PON ke-XX akan menjadi momen untuk membangkitkan wilayah Papua. Dalam artian, PON bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga kesempatan untuk membuat perekonomian di Bumi Cendrawasih bangkit lagi.

Kebangkitan ekonomi di Papua memang harus dilakukan, agar kondisi finansial warganya tak lagi terpuruk akibat efek pandemi. Saat ada PON, maka ribuan atlet, pelatih, dan suporter akan mengunjungi Jayapura dan kota lain yang jadi lokasi pertandingan. Otomatis mereka akan butuh makanan, dan mencari hidangan khas Papua. Akan banyak konsumen baru dan meningkatkan omzet dari pedagang makanan.

Selain itu, PON ke-XX juga akan meningkatkan komitmen berbangsa dan bernegara, serta rasa nasionalisme bagi warga asli Papua. Selama ini, mereka sudah cinta NKRI dan merasa bahwa wilayahnya adalah bagian dari Indonesia. Namun sayang ada hasutan dari kelompok separatis, sehingga perdamaian dan persatuan di Papua terancam.

Ketika ada PON ke-XX, maka seluruh rakyat bersatu untuk mendukung timnas Papua. Mereka tak menghiraukan bujukan kelompok separatis untuk berpisah. Karena merasa lebih baik menjadi bagian dari Indonesia. Papua dan Papua Barat adalah provinsi di Indonesia yang sah di mata hukum, dan rakyatnya tidak mau jika diajak membelot.

Keberadaan PON ke-XX meningkatkan rasa nasionalisme warga Papua. Karena mereka akan menonton pertandingan sambil bersatu dengan suporter lain dari seluruh provinsi, dan merasakan persatuan dalam arti yang sebenarnya. Inilah Indonesia, bangsa yang terdiri dari banyak suku, tetapi tetap bisa bersatu dan menjunjung tinggi toleransi. Serta mengutamakan perdamaian dan tidak saling mem-bully.

Penunjukan Papua sebagai tuan rumah PON ke-XX adalah suatu anugerah, karena pemerintah pusat mempercayakan provinsi tertimur di Indonesia untuk meng-handlenya. Berarti mereka merasa bahwa orang Papua sanggup jadi panitia dan mampu menyelenggarakan acara berlevel nasional.

Orang asli Papua juga dianggap cerdas dan bisa menyelenggarakan acara akbar. Berarti rumor bahwa warga di Bumi Cendrawasih dianggap sebelah mata, salah besar. Karena masyarakat Papua adalah warga Indonesia juga, dan sangat pantas diberi kesempatan untuk jadi panitia PON. Agar ada asas keadilan di seluruh Indonesia.

PON ke-XX menjadi ajang untuk bersatu walau mendukung tim dari provinsi yang berbeda. Para suporter tetap sportif dan tetap solid, walau pertandingan telah usai. Mereka tak lagi bertikai, tetapi mau bekerja sama dan saling menolong. Masyarakat Papua sangat bangga akan penyelenggaraan ini di Papua, karena dipercaya oleh pemerintah pusat.

Jadi mari kita dukung suksesnya PON ke-XX Papua. Jadikan olahraga sebagai sarana membangun karakter bangsa dan mempererat persaudaraan dari sabang sampai merauke. Dengan diselenggarakannya PON ini, tidak hanya mecari bibit-bibit atlit berbakat saja, akan tetapi bersama-sama membangun bangsa dan Negara melalui olahraga.

“PON XX Papua: Torang Bisa”!! (*)

Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua masih terus melakukan kekejaman. Mulai dari penembakan, pembunuhan, penyanderaan, hingga pembakaran pesawat serta fasilitas publik.

Perwira Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letnan Kolonel Laut KH Deni Wahidin mencatat, setidaknya terjadi 15 kali kekejaman KKSB terhadap masyarakat sipil atau nonmiliter hingga 15 April 2021.

Berikut daftar kekejaman KKSB itu:

  1. Pesawat MAF PK-MAX Dibakar KKSB
    Tanggal 6 Januari 2021, KKSB melakukan pembakaran Pesawat MAF PK-MAX Jenis Codiak di Kp. Pagamba Distrik Biandoga Kabupaten Intan Jaya Papua oleh KKSB Intan Jaya pimpinan Undius Kogoya (KSB wilayah Distrik Sugapa) dan Ayun Zagani (KSB wilayah Distrik Wandai) (06/01),” kata Deni dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Sabtu (17/4/2021).
  2. Helikopter Bell Ditembak KKSB
    Tanggal 6 Januari 2021, KKSB melakukan penembakan terhadap Helikopter Bell 407 HP/PK-ZGM milik PT. Sayap Garuda Indah oleh KKSB Tembagapura di area Benangin Kp. Tsinga Distrik Tembagapura Kab. Mimika Provinsi Papua.
  3. Tower BTS 5 Dibakar KKSB
    Tanggal 8 Januari 2021, KKSB melakukan pembakaran tower BTS 5 PT. Palapa Ring Timur Telematika oleh KKSB di bukit Duagi Wilayah Muara Distrik Mabuggi Kabupaten Puncak Provinsi Papua.
  4. KKSB Panah 2 Warga Sipil
    Dua orang warga dipanah KKSB pada 13 Januari 2021. Dua warga itu adalah Sentot (35) warga asal Madiun yang terkena panah di bagian leher sebelah kanan, dan Taperinus (28) yang terkena panah di bagian dada sebelah kanan. Peristiwa itu terjadi di Jalan Cendrawasih SP 3 Karangsenang Kuala Kencana Kabupaten Mimika Provinsi Papua atau di sekitar bekas kantor GSBJ Timika).
  5. Seorang Warga Sipil Tewas Ditembak
    Seorang warga, Boni Bagau ditembak KKSB di Perbatasan Distrik Sugapa dan Distrik Homeyo Kabupaten Intan Jaya Provinsi Papua pada 30 Januari 2021 hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
  6. Warga Sipil Ditembak KKSB
    Pada 8 Februari 2021, KKSB melakukan penembakan terhadap masyarakat pendatang asal Makassar, Ramli. Penembakan itu dilakukan oleh KKSB di kios milik korban, Kampung Bilogai Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Papua.
  7. Tukang Ojek Dibunuh
    Seorang warga pendatang, Rusman (41) yang berprofesi sebagai tugas ojek asal Bugis dibunuh KKSB di Kampung Jenggerpaga, Distrik Ilaga Kabupaten Puncak, 9 Februari 2021.
  8. Pesawat Susi Air dan Pilotnya Disandera KKSB
    KKSB pada 12 Maret 2021 melakukan penahanan pesawat Susi Air (Pilatus PC-6 S1-9364 PK BVY) dengan pilot Ian John Terrence Hellyer oleh sekitar 30 orang KKSB Distrik Wangbe Kabupaten Puncak.

9.Warga Sipil Profesi Guru Tewas Ditembak
KKSB pada 8 April 2021 melakukan penembakan terhadap warga pendatang, Oktovianus Rayo (guru) oleh KKSB di Kampung /Kelurahan Yulukoma Distrik Beoga Kabupaten Puncak hingga korban meninggal dunia.

  1. Rumah Dinas Guru dan Tiga Sekolah Dibakar KKSB
    Tanggal 8 April 2021, KKSB melakukan pembakaran rumah dinas Guru, bangunan SD Jambul, SMP 1 dan SMA 1 Beoga Kab. Puncak oleh KKSB.
  2. Warga Sipil Berprofesi sebagai Guru Tewas Ditembak KKSB
    Tanggal 9 April 2021, KKSB melakukan Penembakan terhadap masyarakat pendatang a.n. Yonatan Renden (guru honorer SMP 2 Beoga) oleh KKSB di Kp/Kel. Yulukoma Distrik Beoga Kab. Puncak hingga korban meninggal dunia.
  3. Helikopter di Bandara Dibakar KKSB
    Tanggal 11 April 2021, KKSB melakukan pembakaran Heli Upmi815 milik PT. Ersa Air yang terparkir ron di Apron Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak.
  4. Rumah Milik Kepala Sekolah dan Anggota DPRD Kabupaten Puncak dibakar KKSB
    Tanggal 13 April 2021, KKSB melakukan pembakaran dua unit rumah atas nama Junaidi Sulele (Kepala Sekolah SMP N Beoga) dan Menas Mayau (Anggota DPRD Kab Puncak).
  5. Tukang Ojek Tewas Ditembak KKSB
    Tanggal 14 April 2021, KKSB menembak mati seorang sopir ojek bernama Udin di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua.
  6. Pelajar SMA Tewas Ditembak KKSB
    Tanggal 15 April 2021, KKSB menembak seorang pelajar SMA di Kampung Tagaloa, Kabupaten Puncak. (*)