Pemerintah Mempercepat Pembangunan di Papua

Marco Soares )*

Pembangunan di Papua merupakan salah satu fokus pemerintah dalam upaya pemerataan pembangunan, melalui pembangunan di wilayah paling timur tersebut, masyarakat Bumi Cenderawasih mengalami peningkatan kualitas hidup, hal tersebut ditandai dengan menurunnya angka pengangguran.

Lima Program Utama Percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat resmi dikenalkan oleh staf khusus (stafsus) Presiden RI Billy Mambrasar dalam kesempatan webinar “untukmu Indonesiaku – Membangun Indonesia secara Berkelanjutan dari Timur”.Program yang akan digerakkan oleh anak-anak muda Orang Asli Papua (OAP) ini merupakan bentuk perwujudan Asli Papua (OAP) ini merupakan bentuk perwujudan dari instruksi Presiden No. 9 tahun 2020.

Dalam rilisnya Billy mengatakan bahwa Presiden RI Joko Widodo berkomitmen untuk memajukan Papua, oleh sebab itu, Jokowi mengeluarkan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2020, yaitu tentang percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat, di mana Orang Asli Papua akan menjadi sasaran utama dari program peningkatan kesejahteraan tersebut. Program bertajuk BAPER yang merupakan akronim dari Bawa Perubahan, diharapkan akan ikut membantu menyelesaikan permasalahan di Papua dan Papua Barat, khususnya dalam kesejahteraan dan pembangunan orang asli Papua.

Program tersebut diantaranya,
Pertama, menciptakan wirausahawan muda Papua melalui pembangunan Papua youth creative Hub, dan pengelolaan ekosistem pelatihan dan permodalan bisnis oleh Papua Muda Inspirasi (PMI). Program ini akan dipantau langsung oleh Presiden dan diharapkan akan melahirkan 100 wirausahawan muda asli Papua dan Papua Barat alam sektor UMKM, start up, bahkan industri kreatif.

Kedua, menciptakan 100 ribu petani Milenial yang saat ini sudah dijalankan di sepuluh provinsi, termasuk Papua dan Papua Barat. Program dari Kementerian Pertanian ini diharapkan akan menghasilkan 20 ribu petani di dua provinsi paling timur Indonesia, dan 80 ribu petani di delapan provinsi yang lain. Program ini merupakan perpaduan dari pelatihan teknis, hingga permodalan dan proses untuk dihubungkan dengan pasar.

Ketiga, meluncurkan website Manajemen Talenta Papua (MTP) yang berisikan talenta-talenta terbaik anak-anak asli Papua. Mereka akan diberikan pelatihan secara berkelanjutan dan dihubungkan dengan kesempatan kerja di berbagai sektor, baik sektor swasta, maupun pemerintahan. MTP ini akan dikelola langsung di bawah supervisi Kementerian Dalam Negeri, Direktur Jenderal Otonomi Daerah.

Keempat, pembangunan pusat-pusat pembelajaran non-formal untuk memberikan akses pendidikan. Diharapkan pada pusat pembelajaran ini dapat diperoleh keahlian untuk dapat bertahan hidup yang disesuaikan dengan konteks lokal di wilayah Papua dan Papua Barat. Program ini diintegrasikan langsung dengan strategi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang merupakan entitas pengampunya.

Kelima, meluncurkan sebuah aplikasi dan website untuk menerima masukan dan saran kebijakan terbaik untuk seluruh komponen masyarakat Papua, khususnya anak-anak muda, bernama “Policy Bootcamp untuk Papua”. Website ini diharapkan akan dikelola oleh Desk Papua, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), dalam koordinasi langsung dengan Kantor Staf Presiden.

Hal tersebut bertujuan agar masukan-masukan dari masyarakat dapat langsung diimplementasikan dalam program kerja lintas kementerian/lembaga. Pihaknya berharap agar intervensi dari program ini akan menciptakan ribuan pekerjaan baru bagi anak-anak asli Papua dan mereka akan menciptakan dampak positif berganda secara ekonomi di Papua dan Papua Barat.
Dampak positif tersebut diantaranya adalah, turunnya angka pengangguran, turunnya angka kemiskinan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat. Hal tersebut tentu dampak positif yang harus diakui.

Billy meyakini hal ini akan memberikan dampak besar kepada masyarakat untuk turut membangun Indonesia yang berkelanjut Sebelumnya, Jokowi pernah mengatakan, jika infrastrukturnya bagus, jalan dan pelabuhan bagus, maka ekonomi Papua akan tumbuh lebih cepat karena distribusi logistik untuk barang dan orang meningkat. Wilayah timur Indonesia memang telah bertahun-tahun mengalami keterisolasian karena medan yang sulit dilalui, sehingga sangat sulit bagi masyarakat Papua untuk menjangkau ke berbagai desa yang lain.

Sehingga pembangunan infrastruktur harus terus digalakkan, agar nantinya lahir konektifitas yang menjadi arus perputaran uang. Percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat tentu patut diapresiasi, sehingga nantinya impian pemerintah untuk membangun pemerataan Indonesia dapat terwujud.

)* Mahasiswa Hubungan Internasionl Unps Bandung

Tinggalkan Balasan