Waspada Gelombang Kedua Penyebaran Mutasi Covid-19

Oleh : Deka Prawira )*

Mutasi corona makin menggila dan masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan lalai sedikitpun dalam menaati protokol kesehatan, jaga imunitas dan juga higienitas. Karena mutasi virus ini jauh lebih berbahaya dan menular dengan proses yang lebih cepat.

Pandemi masih menjadi mimpi buruk bagi warga dunia. Sementara di Wuhan, RRC, sudah berangsur-angsur normal, di India keadaannya super ekstrim karena kematian massal. Virus covid-19 bermutasi ganda sehingga menyebar dengan lebih cepat dan sporadis. Pasien covid berebut tabung oksigen dan ratusan orang meninggal dunia lalu dikremasi setiap hari.

Masyarakat Indonesia diminta untuk meningkatkan kewaspadaan karena jangan sampai terjadi situasi yang sama seperti di India. Ketika ada penyebaran virus hasil mutasi, maka akan terjadi gelombang dua penyebaran corona, dan akibatnya pandemi akan susah untuk selesai. Penyebabnya karena jumlah pasien covid makin meningkat.

Saat ini, menurut data tim satgas covid-19, jumlah pasien corona di Indonesia mencapai lebih dari 4.000 orang per harinya dan total ada 1,5 juta orang yang masih berjuang untuk sembuh. Angka kematian memang menurun, tetapi bukan berarti kita bisa bernapas lega. Karena jumlah pasien yang ribuan tentu menyesakkan dada.

Apalagi ketika ada mutasi virus covid-19. Setelah ada varian covid-19 B-117, maka mutasi ganda yang terjadi di India diklaim lebih ganas. Penyebabnya karena virus ini menyebar lebih cepat dan lebih ganas, sehingga dikahwatirkan akan berakhir dengan kematian di pihak pasien. Anda tentu tidak mau jadi korban berikutnya, bukan?

Menurut data dari tim satgas covid-19, sudah ada 2 orang pasien di Tangerang Selatan yang terkena corona jenis mutasi ganda (covid India). Mereka masih dipantau agar lekas pulih dan dijaga jangan sampai menularkan ke orang lain. Karena jika virus mutasi ganda sudah terlanjur tersebar, akan sangat sulit untuk tracking dan treatment, karena keganasannya.

Untuk mencegah penyebaran virus corona hasil mutasi ini, maka lagi-lagi kitalah yang harus berdisiplin. Pertama, harus inisiatif untuk melakukan tes swab walau biayanya cukup tinggi. Penyebabnya karena virus mutasi ganda tidak bisa terdeteksi oleh alat rapid test. Walau kita tidak menunjukkan gejala corona, tetapi sekarang semua orang bisa berstatus sebagai OTG.

Kedua, kita masih wajib melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Selain menyetok masker kain dan masker disposable, gunakan masker maksimal 4 jam saja. Jadi bawa minimal 2 helai masker di dalam tas sebagai cadangan. Jangan pernah memakai masker kotor atau masker yang tidak berstandar WHO (misalnya masker buff dan scuba) karena tidak efektif dalam menangkal droplet.

Sedangkan yang ketiga, wajib membeli hand sanitizer saat belanja bulanan. Bawalah botol hand sanitizer saat keluar rumah, sebagai cadangan ketika tidak ada tempat cuci tangan di fasilitas umum. Namun ketika ada wastafel, sebaiknya Anda mencuci tangan di sana (dengan sabun antiseptik), karena hasilnya lebih bersih dan steril.

Botol lain yang wajib dibawa di dalam tas adalah cairan disinfektan. Semprotkan spray ini di kursi dan kubikel kantor serta benda lain yang sering dipegang banyak orang. Misalnya handle pintu, pegangan tangga, dll. Disinfektan ampuh membunuh tiap bakteri dan virus, termasuk corona. Harganya juga tidak terlalu mahal dan bisa dengan mudah didapatkan di online shop.

Jaga jarak juga wajib dilakukan dan jangan nekat membuat kerumunan, meski hanya acara arisan di rumah. Jangan sampai membuat klaster corona baru gara-gara ingin berkumpul, jadi wajib untuk tahan diri. Jagalah higienitas, imunitas, pakai masker, dan selalu ingat untuk cuci tangan. Semoga kita semua bebas corona dan waspadalah terhadap serangan covid gelombang 2. 

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Tinggalkan Balasan