Oleh : Abner Wanggai  )*

TNI dan Polri berusaha keras untuk menegakkan hukum di Papua, dengan memberantas segala bentuk kejahatan, termasuk separatis dan terorisme. Kelompok separatis teroris seperti KKB wajib dibasmi agar mereka tak lagi meneror masyarakat. Karena hukum harus ditegakkan seadil-adilnya dan kenyamanan warga sipil adalah yang utama.

Keamanan warga sipil di Papua adalah nomor utama dan TNI dan Polri berusaha mewujudkannya, dengan menjaga ketertiban di sana. Selama ini, masalah menahun di Bumi Cendrawasih adalah kelompok separatis alias KKB dan OPM. Untuk memberantas mereka, maka pemerintah memberi label sebagai kelompok teroris, agar makin efektif.

Untuk membantu kinerja para prajurit TNI di Papua maka diterjunkan 400 prajurit dari Yonif/315 alias pasukan setan. Mereka langsung datang di Bumi Cendrawasih dan membantu pemberantasan KKB. Pasukan setan dipilih karena memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengendus musuh dan diharap akan menemukan KKB lebih cepat sampai ke markasnya.

Satgas Nemangkawi juga menunjukkan prestasi mumpuni. Mereka berhasil menyerang 3 anggota KKB di Mayumberi, Ilaga, Kabupaten Puncak, pada tanggal 16 mei 2021. Penyerangan ini membuat kroco KKB tidak berkutik karena kena pelor. Daerah Ilaga, Puncak, dipilih untuk operasi penyerbuan, karena memang rawan konflik dan sering ada serangan KKB.

Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, Ketua Satgas Bidang Humas Operasi Nemangkawi menyatakan bahwa dari 3 anggota KKB tersebut, sayang sekali ada 1 orang yang berhasil melarikan diri. Walau dalam kondisi tertembak, ia bisa kabur. Dalam artian, ia bisa jadi lari ke markasnya dan membuat anggota KKB lain jadi takut akan keberadaan Satgas Nemangkawi.

Selama ini memang banyak anggota KKB yang berkesan meremehkan aparat, bahkan ada sniper mereka yang tega menembak Kepala BIN Papua I Gusti Putu Danny Karya Nugraha. Namun ketika ada pasukan setan dan Satgas Nemangkawi, KKB makin kocar-kacir. Karena keberadaannya mulai terendus sampai ke markasnya.

Penegakan hukum di Papua memang harus dilakukan dengan tegas. Karena semua ini demi keamanan rakyat. Bayangkan saja jika anggota KKB hanya ditangkap dan dibui, maka ia bisa melarikan diri lalu meneror masyarakat, lagi dan lagi. Atau, ia bisa menanti hukumannya habis lalu bebas dan merencanakan aksi separatisme bersama oknum lain.

Masyarakat juga setuju akan tindakan tegas terukur yang dilakukan oleh pasukan gabungan TNI dan Polri. Pasalnya, teror mereka sudah terjadi selama lebih dari 10 tahun. Warga sipil sudah stress dan lelah mentalnya karena ada ancaman, baik secara fisik maupun psikologis. Dengan cara memamerkan senjata api, memaksa untuk mengibarkan bendera bitnang kejora, sampai membunuh masyarakat tanpa sebab.

Teror juga terjadi di dunia maya ketika anggota KKB menyebar hoaks ke netizen, tak hanya bagi orang Papua tetapi juga warganet seluruh dunia. Mereka berdalih bahwa keberadaan TNI akan memberantas ras Melanesia. Padahal itu jelas salah, karena aparat akan melindungi keamanan warga sipil dari ancaman KKB.

Oleh karena itu, penegakan hukum di Papua dilakukan dengan makin intensif. Selain mencari di mana markas-markas KKB (karena ada lebih dari 1), maka aparat juga meminta masyarakat untuk bekerja sama. Tujuannya agar mereka jadi informan ketika ada situasi yang mencurigakan. Warga juga diminta untuk tidak membantu KKB sekecil apapun, walau hanya memberi tumpangan tidur.

Kita hidup di negara hukum dan seluruh WNI harus taat hukum. Akan tetapi KKB dan OPM selalu melanggar hukum. Dengan membakar sekolah, merusak fasilitas umum, sampai menembak warga sipil dan aparat. Oleh karena itu, tindakan tegas terukur sudah sangat pantas mereka dapatkan. )* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Oleh: Achmad Faisal

Gelaran multievent Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dijamin akan berjalan aman dan terbebas dari ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Hal itu diungkapkan Sekretaris Umum Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional PON (PB PON) XX Papua, Elia Loupatty. Selain itu, segenap masyarakat Indonesia, khususnya warga Papua, sangat antusias ingin menyukseskan even olahraga berstandar nasional tersebut.

Komitmen pemerintah yang selalu sigap untuk menjaga keamanan di bumi Cendrawasih, tidak perlu diragukan. Tentu komitmen ini akan lebih dipertegas saat moment nasional PON XX Papua. Terlebih PON ini sempat tertunda setahun yang lalu akibat pandemi Covid-19.

Jaminan keamanan ini terlihat dari pernyataan pemerintah yang menyatakan akan menerjunkan TNI-Polri dari Kodam Cendrawasih dan Polda Papua untuk mengamankan kontingen PON sejak mereka turun dari pesawat.

Pengamanan PON XX juga melibatkan pemuda setempat. Para pemuda tersebut dijadikan sukarelawan untuk ikut mengamankan PON Papua di empat klaster, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. Pemuda ini direkrut oleh divisi SDM PB PON XX Papua. Dengan demikian, pengamanan PON XX bersifat persuasif dan kekeluargaan

Sebelumnya, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menegaskan Papua siap menyelenggarakan PON XX. Kesiapan tersebut didukung dengan kondisi keamanan Papua yang aman.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut mengatakan, berdasarkan laporan Bupati dan Wali Kota Jayapura, mereka sangat siap menghadapi perhelatan olahraga nasional itu.

Gubernur Papua Lukas Enembe yang juga merupakan Ketua PB PON XX mengamini pernyataan Marciano. Lukas memastikan Papua aman dikunjungi dan siap menggelar PON XX Papua.

Lukas menyatakan masyarakat Papua bangga menjadi tuan rumah PON XX. Ia juga meyakinkan bahwa tidak ada ancaman apa pun dan Papua dalam kondisi aman.

Sementara itu dukungan penyelenggaraan PON XX Papua datang dari Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti berharao PON XX akan menghasilkan atlet-atlet berprestasi dan bermental juara. Ke depannya, para atlet juga diharapkan mampu menembus panggung olahraga internasional. 

Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni senada dengan La Nyalla. Menurut Sylviana, senator 34 provinsi di seluruh Indonesia siap menyukseskan PON Paua 2021. Para senator akan menggaungkan PON 2021 di daerah masing-masing.

Menteri Pemuda dan Olahraga Amali memaparkan kemajuan persiapan pelaksanaan PON Papua 2021. Ia menyebut, venue pertandingan hampir semua tuntas 100 persen. Venue Panahan, Sepatu Roda, dan Dayung diperkirakan selesai April 2021. Sementara untuk persiapan akomodasi dan tranportasi atlet di Kota dan Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke hampir rampung.

Amali juga menjelaskan, kontingen olahraga dari 34 provinsi menyatakan siap mengikuti PON Papua 2021. Dapat dipastikan, semua hal terkait PON XX sudah paripurna untuk segera dilaksanakan.

Dari seluruh persiapan itu, Saya sangat yakin PON XX Papua yang dijadwalkan digelar pada 2 sampai 15 Oktober 2021 dapat berlangsung dengan baik dan lancar. Sesuai dengan tagline event PON XX “Torang Bisa”, Papua pasti bisa melaksanakan event ini. Jika seluruh masyarakat Papua dapat bekerjasama dengan baik, tagline “Torang Bisa” dapat terwujud. Abaikan saja semua teror dari Kelompok Separatis Papua (KSP) yang memang berniat merusak citra Papua menjadi buruk.

PON XX menjadi sebuah kesempatan bagi Papua untuk membuktikan pada dunia bahwa Papua bisa bangkit dan lepas dari KSP yang hanya menjadi parasit perusak bagi kemajuan Papua. Ayo Papua, Torang Bisa.

)*Penulis adalah mantan jurnalis