Mewaspadai Donasi Bodong untuk Palestina Digunakan Untuk Kegiatan Radikal

Oleh : Muhamad Yasin )*

Penderitaan rakyat Palestina amat dirasakan oleh masyarakat di Indonesia, karena kedua negara memiliki hubungan emosional yang cukup erat. Setelah Gaza digempur, maka muncul banyak pihak yang meminta bantuan dana dan mereka berjanji akan menyalurkannya ke Palestina. Namun kita wajib waspada karena ada donasi bodong yang abal-abal dan tidak sampai ke masyarakat Palestina.

Saat Palestina berduka karena digembur tembakan oleh tentara Israel, maka seluruh dunia bersimpati, termasuk rakyat Indonesia. Akhirnya ketika ada beberapa pihak yang membuat kotak amal donasi untuk rakyat Palestina, kita langsung terketuk hatinya dan menyumbang sebagian rezeki ke sana. Dengan harapan uang itu akan membantu penderitaan rakyat Palestina.

Akan tetapi ternyata terkuak fakta bahwa ada lembaga donasi abal-abal. Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun, mengungkapkan bahwa ia tidak pernah menerima uang bantuan untuk rakyat di negaranya sepeserpun, dari lembaga-lembaga tersebut. Malah justru bantuan yang datang dari kedutaan besar RI.

Pernyataan ini tentu amat mengejutkan karena masyarakat merasa ditipu oleh akun donasi bodong. Mereka yang rela menyisihkan gajinya untuk beramal malah dibohongi, tega sekali. Apalagi jika uang yang terkumpul tidak sedikit, bisa di atas 10 juta rupiah. Kumpulan uang itu entah diapakan, bisa dimakan sendiri atau digunakan untuk hal lain dan kita jadi menduga yang tidak-tidak.

Bagaimana bisa lembaga tersebut menjual cerita penderitaan rakyat Palestina demi kepentingan pribadi? Karena mereka selalu menggunakan narasi yang memilukan hati, ditambah dengan foto-foto pasca serangan dan juga anak-anak Palestina yang sedang menderita. Namun ternyata semua itu bohong adanya. Sungguh terlalu.

Peringatan tentang lembaga donasi abal-abal ini bukan berarti kita dilarang untuk bersedekah, tetapi harap berhati-hati sebelum menyumbang uang. Pastikan lembaganya valid dan memiliki izin dari Departemen Sosial. Jika bisa, maka datanglah langsung ke kantornya untuk memastikan apakah ia asli dan akan memberikan uang ke Kedubes Palestina, atau malah hanya kedok penipuan belaka.

Penyebabnya adalah saat ini banyak lembaga donasi yang beriklan di media sosial eperti Instagram dan Facebook, dan mereka memiliki rekening dan bantuan bisa ditransfer, dengan alasan kepraktisan dan penghematan waktu. Akan tetapi, donasi online ini memiliki kelemahan, yakni rawan penipuan. Karena kita tak tahu itu lembaga asli atau abal-abal.

Kehati-hatian ini perlu untuk ditingkatkan. Berkaca pada laporan sebelumnya, pada Januari 2021, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan adanya aliran dana dalam jumlah besar dari dalam negeri untuk membiayai kegiatan terorisme di luar negeri. Donasi tersebut,  kerap digalang melalui media sosial baik oleh individu maupun organisasi

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun, menjelaskan tatacara donasi yang benar, agar tidak ada masyarakat yang jadi korban selanjutnya. Menurutnya, jika kita punya kelebihan rezeki, maka bisa dikumpulkan dan diberikan langsung ke kantor kedutaan besar Palestina. Barulah pihak kedutaan yang akan menyalurkan ke Palestina melalui jalur resmi.

Cara ini amat efektif karena pihak kedutaan pasti terpercaya dan memberikan bantuan sesegera mungkin, untuk mengurangi penderitaan rakyat di sana. Karena dari kedutaan maka rekening penyaluran juga resmi dan pasti diterima oleh pihak di Palestina yang amanah untuk memberikan pada warganya.

Jadi, jika Anda ingin menolong rakyat Palestina, lebih baik pergi sendiri ke kantor Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia, dan memberikan bantuan berupa uang atau barang. Atau jika tidak tigngal di Jabodetabek, bisa menitipkannya ke saudara atau teman yang bisa dipercaya. Pihak Kedutaan akan menerimanya dengan senang hati dan berjanji akan menyalurkannya langsung ke rakyat Palestina.

Membantu orang lain, misalnya rakyat Palestina amat baik, karena faktanya mereka memang butuh bantuan untuk bertahan hidup di tengah situasi yang memanas. Akan tetapi saat akan berdonasi, harus melalui jalur resmi yakni via kantor Kedutaan Besar Palestina. Karena jika melalui yang lain bisa jadi itu donasi bodong.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Pekanbaru

Tinggalkan Balasan