Oleh : Ismail )*

Pemerintah sedang menggenjot vaksinasi karena akhir-akhir ini karena jumlah pasien Corona mengalami kenaikan drastis. Jika makin banyak yang diinjeksi vaksin maka akan menurunkan penularan virus covid-19. Masyarakat juga mendukung upaya pemerintah dengan mempercepat program vaksinasi nasional.

Serangan Corona makin menggila kala kenaikan jumlah pasien melonjak hingga lebih dari 12.000 pasien per hari. Kenaikan ini sangat menyesakkan dada, karena menunjukkan betapa masyarakat masih belum berdisiplin dalam menjaga protokol kesehatan. Untuk mencegah kenaikan lagi, maka program vaksinasi nasional harus digenjot kembali.

Program vaksinasi nasional sejak awal sudah menjadi sorotan publik karena gratis 100%. Namun karena banyaknya jumlah penduduk Indonesia, maka ada antrian yang panjang. Sehingga warga sipil harus bersabar untuk mendapatkan giliran diinjeksi vaksin. Per pertangahan tahun ini sudah ada 12,5 juta WNI yang mendapatkan vaksin Corona.

Namun pemerintah tak tinggal diam karena ingin semua WNI divaksin sesegera mungkin. Cara pertama untuk mewujudkan 100% vaksinasi di Indonesia adalah dengan vaksinasi mandiri. Sehingga para pegawai bisa disuntik di RS swasta yang ditunjuk dan mereka tak usah mengantri vaksinasi di Puskesmas. Hal ini bisa memperpendek antrian vaksin dan vaksinasi mandiri sangat aman karena di bawah kendali Kementrian Kesehatan.

Cara kedua untuk mempercepat vaksinasi adalah dengan mendatangkan vaksin, baik dalam bentuk jadi maupun bahan baku (bulk). Vaksin dalam bentuk bahan baku bisa diolah sendiri dan kita sudah memiliki lab serta para ahli yang mumpuni. Sehingga distribusi vaksin akan aman karena stoknya mencukupi.

Masyarakat juga diperlukan dalam upaya mempercepat selesainya program vaksinasi nasional. Mereka berperang melawan hoax tentang vaksin Corona karena yakin akan khasiatnya. Jika ada berita negatif tentang vaksin maka tidak langsung di-share, melainkan diperiksa dulu kebenarannya. Sehingga tidak ada teman di dunia maya yang juga tersesat dan akhirnya takut divaksin.

Jika ada yang meng-counter hoax tentang vaksinasi maka sebagian masyarakat itu lama-lama akan percaya dan mau disuntik vaksin. Sehingga akan memenuhi target pemerintah, yakni maksimal 12 bulan sudah selesai vaksinasi nasional. Namun ketika semua orang coek akan hoax, bisa-bisa program vaksinasi nasional akan selesai dalam 18 bulan atau lebih, bahkan berpotensi gagal.

Edukasi tentang keamanan vaksin diperlukan karena masih ada saja yang takut untuk disuntik. Memang pasca diinjeksi vaksin AstraZeneca, tubuh bisa demam dan merasa kelelahan. Namun itu bisa diatasi dengan minum obat penurun panas dan istirahat yang cukup. Perusahaan juga wajib memberi izin jika ada karyawannya yang ingin mengajukan cuti sakit pasca divaksin.

Pemerintah berusaha mempercepat selesainya vaksinasi agar terbentuk herd immunity dan masyarakat wajib mendukung program vaksinasi nasional, agar setidaknya 80% WNI sudah disuntik. Ketika makin banyak yang sudah diinjeksi maka makin cepat pandemi akan berakhir, karena kekebalan kelompok sudah terbentuk.

Lagipula untuk mendapatkan vaksin juga sangat mudah, jika tidak punya kesempatan untuk vaksinasi mandiri. Datang saja ke Puskesmas dan tanya kapan jadwal vaksinasi Corona. Cara lain adalah dengan melihat akun media sosial dari beberapa RS swasta yang menyelenggarakan vaksinasi. Anda tinggal menelepon atau mengisi formulir untuk booking, lalau mendapatkan vaksin dengan gratis.

Upaya pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi nasional wajib didukung oleh segenap kalangan masyarakat, karena sebagai warga negara yang baik kita wajib taat peraturan. Jangan takut untuk divaksin karena aman dan halal. Carilah informasi di mana ada vaksinasi dan mendaftarlah, lalu disuntik dan imunitas terhadap Corona akan naik.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini