Mewaspadai Berita Hoax Isu Perpanjangan PPKM Darurat dan Varian Delta

Informasi Covid-19 varian Delta di Amerika Serikat masih nol kasus beredar di media sosial. Informasi itu juga menyebutkan tidak ada kasus Covid-19 varian Delta di AS, saat negara lain mengalami lonjakan.

Penelusuran.

Hasil penelusuran dari situs-situs media di Indonesia, hasilnya informasi tersebut adalah hoaks. Mengacu pada artikel Reuters Fact Check berjudul “Fact Check-The Delta variant death toll is not zero in the United States, as posts claim” pada 13 Juli 2021, dijelaskan bahwa kasus Covid-19 varian Delta di AS sebanyak 51,7 persen. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, Covid-19 varian Delta di Amerika Serikat sudah 51,7 persen selama dua minggu dan mulai berkurang pada 3 Juli 2021.

Kesimpulan

Informasi nol kasus Covid-19 varian Delta di AS adalah hoaks. Kasus Covid-19 varian Delta di AS mencapai 51,7 persen selama dua minggu, dan mulai berakhir pada 3 Juli 2021. Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sementara itu, Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali akan diperpanjang hingga akhir Juli mendatang. Perpanjangan masa PPKM Darurat itu diungkapkan oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy.

“Tadi rapat kabinet terbatas yang saya ikuti waktu saya di Sukoharjo sudah diputuskan bapak Presiden (PPKM Darurat) dilanjutkan sampai akhir Juli. Sampai akhir Juli PPKM,” kata Muhadjir saat meninjau Hotel University Club UGM yang dijadikan shelter pasien Corona, Sleman, Jumat (16/9/2021).

Muhadjir mengatakan dengan adanya perpanjangan PPKM Darurat ini, Jokowi menyampaikan ada beberapa risiko. Di antaranya yang dia sebut yakni terkait bantuan sosial atau bansos.

Perpanjangan ini memang banyak risiko. Termasuk bagaimana supaya seimbang, bersama-sama antara tadi itu meningkatkan disiplin warga untuk mematuhi protokol kesehatan dan standar PPKM dan bantuan sosial,” katanya.

Khusus untuk bansos, Muhadjir menyebut pemerintah tidak bisa memikulnya sendiri. Dia meminta semua pihak saling gotong royong. Termasuk pihak universitas juga diminta untuk membantu.

“Karena itu bansos itu tidak mungkin ditanggung negara sendiri oleh pemerintah. Gotong royong masyarakat,” katanya.

“Termasuk civitas akademika UGM di bawah Pak Rektor saya mohon gerakan untuk membantu mereka-mereka yang kurang beruntung akibat PPKM ini,” ujarnya.

Muhadjir ingin agar masyarakat bisa memupuk kesadaran untuk saling jaga dan membantu sesama.

“Saling bantu saling bergandeng tangan mengulurkan tangan termasuk sedekah masker. Karena bagaimana pun masyarakat di bawah, masker barang yang mahal, tidak mungkin kita meminta kesadaran (masyarakat) melulu tanpa upaya kita membantu mereka,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s