Pemerintah Salurkan Bantuan Selama PPKM Level 4

Oleh : Raditya Rahman )*

Selama PPKM level 4 ada banyak pembatasan yang diatur oleh pemerintah. Masyarakat tidak usah takut rezekinya akan berkurang karena mobilitasnya dibatasi. Penyebabnya karena pemerintah menyalurkan berbagai bantuan selama PPKM level 4, sehingga bisa menolong kondisi finansial rakyat.

Perpanjangan PPKM darurat menjadi PPKM level 4 membuat masyarakat agak kaget, karena sebenarnya mereka ingin agar PPKM berakhir tepat waktu. Salah satu yang jadi faktor keberatan adalah banyaknya pembatasan, misalnya pedagang harus menutup lapak maksimal jam 8 malam. Sehingga mereka yang baru buka warung sore hari bingung bagaimana bisa menghabiskan dagangan dalam waktu singkat.

Namun PKL dan rakyat kecil tak perlu takut karena pemerintah berjanji akan menyalurkan berbagai bantuan pada mereka. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa pemerintah akan memberi BPUM (bantuan produktif usaha mikro) dan sasarannya adalah pelaku usaha mikro (UMKM) yang terdampak pandemi, termasuk para pedagang kaki lima.

Sri Mulyani menambahkan, pada kuartal ke-3 pemerintah akan menyalurkan BPUM pada 3 juta peserta baru. Namun Presiden Jokowi minta agar ditambah 1 juta peserta lagi, sehingga totalnya 4 juta orang. Anggaran untuk program ini sebesar 4,8 triliun dan yang 1,2 triliun khusus untuk para pedagang kaki lima.

Selain BPUM, ada bantuan lain berupa BLT untuk para PKL, pemiik warung kecil dan warteg. Mereka masing-masing akan mendapatkan intensif usaha sebesar 1,2 juta rupiah. Sebanyak 1 juta PKL akan menikmati intensif ini. Nanti penyalurannya akan dibantu oleh aparat. Para PKL dan pemilik warteg senang karena mereka diperhatikan oleh pemerintah, karena saat PPKM level 4 pendapatan mereka berkurang.

Bantuan lain yang diberikan oleh pemerintah adalah subsidi gaji. Sebanyak 8 juta pekerja atau buruh akan menikmati uang sebesar 1 juta rupiah, selama 2 bulan. Anggaran untuk program ini sebesar 8 triliun rupiah. Syarat untuk mendapatkannya masih sama dengan periode sebelumnya, yakni NIK dan harus terdaftar dalam BPJS ketenagakerjaan.

Masyarakat juga akan menerima diskon listrik, khusus untuk mereka yang memiliki daya listrik 450 dan 900 KWH di rumahnya. Diskon akan berlaku hingga bulan desember, sehingga akan memudahkan mereka dalam membayar rekening listrik. Jika memiliki daya 450 KWH diskonnya 50%, sedangkan untuk daya 900 KWH diskonnya 25%.

Kartu prakerja juga masih akan dibuka lagi, karena masih banyak yang membutuhkannya. Penyebabnya karena di masa pandemi banyak yang kehilangan pekerjaan, sehingga mereka bisa mendaftarkan diri di program ini. Peminat kartu prakerja sangat banyak, karena ada berbagai kelas yang disediakan, mulai dari wirausaha hingga bahasa.

Dengan mengikuti kartu prakerja maka akan mendapatkan skill dan uang saku, sehingga keterampilan itu bermanfaat sebagai modal membuka usaha baru. Mereka akan jadi pengusaha dan membuka lapangan kerja baru serta membantu pemerintah. Sehingga akan banyak yang tertolong karena memiliki pekerjaan.

Pemerintah benar-benar memikirkan bantuan apa yang tepat bagi rakyat, dan hampir semua sektor mendapatkannya. Mulai dari pengangguran yang bisa menikmati fasilitas di kartu prakerja, para pedagang kecil yang mendapat BPUM, serta para PKL dan pemilik warung serta warteg yang juga mendapatkan dana dari pemerintah. Bahkan pekerja dan warga biasa juga mendapat bantuan berupa insentif dan diskon listrik.

Berbagai bantuan dari pemerintah akan sangat bermanfaat, terutama bagi rakyat kecil yang terdampak pandemi. Mereka bisa bernafas lega karena memiliki uang untuk membeli sembako dan kebutuhan lain, karena selama PPKM pendapatan agak menurun. Bantuan dari pemerintah adalah bentuk perhatian dan rakyat sangat berterima kasih karenanya.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Tinggalkan Balasan