Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Terus Melandai

Oleh : Lisa Pamungkas )*

Sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kasus positif Covid-19 di Indonesia terus melandai. Kabar gembira ini diharapkan mampu membangun optimisme publik, namun juga tidak membuat warga lengah untuk selalu menerapkan Prokes ketat.

Pandemi Covid-19 yang telah kita lewati selama lebih dari setahun lama-lama mulai menciptakan kekhawatiran karena banyak kabar buruk tentang teman dan kerabat yang sakit, bahkan meninggal. Pemerintah tentu tidak ingin ada kematian massal, sehingga membuat berbagai program, di antaranya PPKM level 4. Program ini dibuat untuk menekan kasus Corona di Indonesia.

PPKM level 4, protokol kesehatan 10M, dan beberapa program lain yang dibuat oleh pemerintah sudah membuat hasil positif. Menurut data dari Tim Satgas Covid, pasien Corona per tanggal 2 Agustus 2021 berkisar di angka 22.404 orang. Bandingkan dengan seminggu lalu, ketika pasien Covid masih di kisaran 30.000-an orang per hari.

Sementara itu, untuk jumlah pasien yang sembuh per tanggal 2 Agustus 2021 ada lebih dari 32.000 orang, sehingga total yang sembuh dari Corona ada lebih dari 2,8 juta orang. Angka ini tentu sangat melegakan, karena lebih banyak yang sembuh daripada kehilangan nyawa.

Ketika jumlah pasien Corona menurun maka ini adalah buah dari kerja keras pemerintah dan semua pihak. Sejak awal pandemi di tahun 2020 lalu, pemerintah sudah menerapkan banyak program. Mulai dari protokol kesehatan, stay at home, worok from home, school from home, PSBB, sampai PPKM level 4.

Masyarakat juga mulai terbiasa untuk tertib memakai masker dan mematuhi berbagai peraturan, agar tidak kena Corona. Mereka sadar bahwa kedisiplinan adalah kunci dalam menghantam virus Covid-19, karena ia bisa menyingkir saat semuanya kompak untuk tidak berdekatan dengan droplet.

Menurunnya angka pasien Corona tentu membuat kita lega karena ada harapan untuk mengakhiri pandemi dengan lebih cepat. Jika jumlah pasien ditekan terus sehingga kurva melandai, maka lama-lama akan menjadi 0 alias tidak ada yang terinfeksi oleh virus Covid-19. Kita bisa mengakhiri derita selama lebih dari setahun dan beraktivitas dengan normal seperti dulu.

Akan tetapi, jangan lengah ketika jumlah pasien Corona menurun. Penyebabnya karena angka ini masih harus ditekan lagi. Ketika kita lengah dan malas-malasan menerapkan protokol kesehatan, di sanalah virus Covid-19 mengintai dan akhirnya berbahaya karena banyak yang terinfeksi. Akibatnya fatal karena angka pasien Corona bisa naik lagi dan tidak terkendali, sehingga kemungkinan terburuknya adalah kematian massal.

Kita tentu tidak ingin terjadi tragedi seperti di India, ketika banyak yang kehilangan nyawa akibat Corona dan bahkan berebut lahan pemakaman. Oleh karena itu, masih harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, tidak hanya 3M tetapi 10M. Jangan lelah untuk memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan tidak membuat keramaian.

Selain itu juga wajib untuk menjaga imunitas tubuh, menjaga kebersihan lingkungan, mengganti baju pasca bepergian, menjaga kesehatan diri, dan berpikiran positif. Ketika sehat jiwa dan raga maka tidak akan terkena virus Covid-19 karena kekebalan tubuh tinggi dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Jangan malas-malasan, karena kita tentu tidak ingin jadi pasien Covid berikutnya, bukan?

Penurunan jumlah pasien Corona di Indonesia adalah kabar yang sangat bagus karena menunjukkan bahwa program-program yang diterapkan oleh pemerintah sudah cukup berhasil. Masyarakat terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan agar tidak kena Corona dan tidak menaikkan lagi jumlah pasien Covid. Selain itu, wajib juga menjaga kesehatan mental agar tetap waras di masa pandemi.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Tinggalkan Balasan