Mengapresiasi Gerakan Solidaritas Warga Selama Pandemi Covid-19

Oleh : Ismail )*

Pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia terbukti telah meningkatkan rasa solidaritas warga. Meningkatnya rasa tolong menolong ini menjadi energi positif bangsa agar dapat segera keluar dari krisis akibat virus Corona. 

Di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, ruang perawatan di rumah sakit sempat mengalami over kapasitas di beberapa wilayah. Hal tersebut mengakibatkan sebagian besar pasien Covid-19 tanpa gejala dan bergejala ringan terpaksa menjalani isolasi mandiri di rumah.

Kesulitan lainnya juga dirasakan warga yang terdampak pandemi. Meski demikian, masih banyak orang baik yang membantu meringankan beban warga, hal tersebut tentu harus dapat menginspirasi yang sangat bermanfaat.

            Berikut ini kisah solidaritas aksi kemanusiaan pada masa pandemi Covid-19.

Dokter yang Membuka konsultasi gratis.

Melihat banyaknya pasien Covid-19 yang memprihatinkan. Seorang dokter di Yogyakarta membuka jasa konsultasi kesehatan untuk pasien isolasi mandiri. Ia adalah dr Riyo Pungki Irawan (24), Dokter dari Divisi Perinatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUP Dr Sardjito.

            Alumnus Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM tersebtu merasa prihatin dan ingin turut membantu warga yang sedang kesulitas ditengah masa isolasi mandiri.           

            Dokter Riyo juga membuka layanan konsultasi medis secara Cuma-Cuma melaui media daring. Ide jasa konsultasi kesehatan tersebut berawal dari banyaknya teman yang menjalani isolasi di rumah.

            Melalui akun twitternya @doctoriyo, ia menawarkan konsultasi medis bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi setiap hari Senin-Kamis pukul 07.00-08.00 WIB.

            Ia mengugkapkan, layanan konsultasi gratis mulai tanggal 7 Juli selama 24 jam sampai tanggal 8 Juli, ada sekitar 800 chat yang masuk untuk minta konsultasi.

            Dirinya juga mengaku sempat kewalahan karena banyaknya masyarakat yang ingin berkonsultasi, dr Riyo bahkan sampai menghubungi rekan sejawatnya untuk meminta bantuan.  

            Bahkan sudah ada 30 dokter yang ikut bergerak bersama dengan layanan konsultasi medis tersebut yang tersebar di rumah sakit Yogyakarta, Jakarta, Bangka, Batam dan Medan.

Gerakan pinjam tabung oksigen gratis

Selain konsultasi gratis yang diprakarsai oleh dokter, aksi solidaritas juga datang dari sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia.

            Kelompok tersebut berinisiatif untuk memberikan layanan pinjaman tabung oksigen secara cuma-Cuma untuk pasien Covid-19 yang berada di kawasan Jabodetabek.

            Tim Pelaksana Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia, Arief Bobhil mengatakan, proses pendaftaran bisa dilakukan melalui link yang berada di bio akun instagram @sejutates.

            Dalam sehari ada sebanyak 40 set tabung oksigen bersama regulator, nassal dan alat lainnya dipinjam oleh warga yang membutuhkan.

Platform Bantu para Pekerja yang terdampak ekonomi

Melihat banyaknya pekerja yang terdampak pandemi covid-19 sejak tahun 2020 lalu, sekumpulan anak muda asal Jakarta Ivy (29 tahun) dan teman-temannya merasa harus mengambil langkah membantu sesama.

            Dirinya mengajak teman-temannya, Lody, Rheza dan Elham untuk membuat sebuah platform yang dapat menyalurkan bantuan bagi pekerja yang nasibnya tidak menentu karena pandemi Covid-19.

            Apalagi pemerintah juga tidak dapat memberikan bantuan kepada seluruh rakyat. Sehingga platform tersebut bertujuan untuk melakukan subsidi silang bagi yang masih memiliki gaji full agar dapat membantu seberapapun, setidaknya agar kebutuhan dasar dari pekerja ang harus dirumahkan atau di-PHK dapat terpenuhi.

            Nama platform tersebut adalah Bagi Rata dengan laman bagirata.id, platform tersebut sudah dibuat sejak akhir Maret 2020 lalu.

Bagi-bagi vitamin dan suplemen

Kalangan anak muda rupanya memiliki kontribusi yang patut diacungi jempol, pemuda asal Lampung Bakti Saputra dan beberapa temannya, memilih untuk membantu para pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri.    

            Ditengah kebijakan PPKM, dia dan teman-temannya berkeliling untuk membagigak vitamin dan suplemen bagi para pasien yang tengah berjuang untuk pulih.

            Dengan mengendarai motor, ia mulai mendatangi pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri. 

Borong dagangan PKL

Mengusir PKL saat PPKM tentu bukanlah pilihan yang bijak, para personel Kepolisian dari Polresta Banyumas justru memilih untuk mendatangi PKL yang sudah melebihi jam aturan PPKM lalu memborong dagangan PKL yang tentu saja membuat PKL merasa senang.

            Makanan yang diborong tersebut lantas akan diberikan kepada warga yang juga terdampak PPKM, seperti tukang becak dan lainnya.

            Ada banyak hal baik yang bisa dilakukan selama pandemi, bagaimanapun juga saat ini kita sedang berada dalam tahap tidak saling menyalahkan, tetapi saling menjaga sesama hingga nanti pandemi berakhir.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Tinggalkan Balasan