Kasus Covid-19 di Jawa-Bali Mulai Menurun

Oleh : Muhammad Yasin )*

Kasus Covid-19 di Jawa-Bali terindikasi mulai menurun. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai menunjukkan tren positif.

Presiden RI Ir. Joko Widodo mengklaim adanya penurunan kasus covid-19 di Jawa dan Bali, mulai menunjukkan penurunan setelah sempat mengalami lonjakan dalam sebulan terakhir. Bahkan, Ibu Kota Negara yang semula mencatatkan kasus virus corona dalam jumlah besar kini mulai melandai. Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa kita patut bersyukur karena angka-angka menunjukkan bahwa pandemi di Jawa dan Bali mulai sedikit menurun dan utamanya di Jakarta.

Melandainya eskalasi pandemi tutur Jokowi ditandai dengan menurunnya angka keterisian tempat tidur atau Bed Occupacy Rate (BOR) di berbagai rumah sakit rujukan Covid-19. Di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Jakarta misalnya, pada tanggal 6 Agustus 2021 pagi menunjukkan jumlah kasus sebanyak 25%. Padahal pada 6-8 minggu angkanya mencapai 90%.

Jokowi mengaku bahwa dirinya selalu memantau angka-angka BOR Rumah Sakit setiap malam. Meski demikian, Jokowi mengingatkan seluruh pihak untuk tetap berhati-hati dan waspada. Dengan cara disiplin terhadap protokol kesehatan (prokes) mulai dari memakai masker, mencuci tangan hingga menjaga jarak harus terus diterapkan.

Seperti diketahui, situasi pandemi covid-19 di Indonesia masih mengalami perburukan sejak pertengahan Juni 2021. Setiap harinya kasus virus corona bertambah melewati 2.000 kasus. Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah pada tanggal 5 Agustus 2021 pukul 12.00 WIB, bertambah 35.764 kasus baru Covid-19 dalam sehari.

Penambahan tersebut menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 3.568.331 orang, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Jumlah pasien yang meninggal setelah terpapar Covid-19 juga terus bertambah. Pada periode 4-5 Agustus 2021, ada 1.739 pasien Covid-19 yang tutup usia. Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 mencapai 102.375 orang, terhitung sejak awal pandemi.

Sementara itu, Provinsi DKI Jakarta mencatat bahwa penurunan untuk kasus positif. Saat ini kasus harian baru berada di kisaran 2 ribuan per hari. Angka tersebut tentu saja jauh dibanding sebelumnya. Di mana kasusnya bahkan mencapai puluhan ribu per hari.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, ada tambahan kasus positif sebanyak 2.185 orang. Sehingga secara total, kasus positif di DKI Jakarta saat ini mencapai 827.842 kasus positif. Dengan data tersebut maka kasus aktif Covid-19 di DKI turun lagi dan tersisa 12.798. DKI Jakarta-pun akhirnya menjadi provinsi di Jawa-Bali dengan kasus aktif Covid-19 terendah.

Angka tersebut menjadi terendah jika dibandingkan dengan Jawa Barat yang memiliki kasus aktif 107.907. Sementara Jawa Tengah 45.972 kasus dan Jawa Timur 46.978 kasus. Jika dilihat sejak awal pekan, kasus kemarin lebih rendah dibanding pada kamis 2.311 kasus dan Rabu 2.981 kasus. Namun memang, jika dibandingkan dengan hari Selasa dan Senin, kasusnya cenderung naik di mana saat itu kasus tercatat 1.601 dan 1.401.

Sebelumnya, Dalam unggahan terakhir di akun instagramnya @aniesbaswedan, Anies Baswedan menuliskan, sejak kita semua sama-sama mengurangi mobilitas, situasi pandemi di Jakarta terus mengalami penurunan dan InsyaAllah bisa keluar dari masa genting, terlihat dari keterisian IGD berbagai rumah sakit di Jakarta.

Dia menambahkan dalam beberapa minggu terakhir terus memantau beberapa rumah sakit umum daerah yang ada di Jakarta. Seiring peningkatan kasus, kondisi di rumah sakit kini semakin terkendali karena kapasitas tempat tidur isolasi IGD hingga ICU tersedia.

Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan juga memprediksi, kasus harian Covid-19 bakal semakin menurun dengan adanya perpanjangan PPKM. Iwan menuturkan, dari hasil pemantauan timnya, kasus harian covid-19 di sebagian besar Jawa-Bali mengalami penurunan, namun harus hati-hati di luar Jawa Bali yang mulai meningkat.

Menurut Iwan, syarat agar kasus Covid-19 terus menurun adalah kembali ke strategi pengendalian wabah Covid-19, yakni 5M (Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas). Dirinya menilai, PPKM turun – naik sesuai indikatornya. Level PPKM baru diturunkan jika syarat penurunan sesuai indikatornya sudah tercapai.

Angka penurunan kasus ini tentu saja menjadi kabar baik yang patut disyukuri karena penurunan jumlah kasus sama saja mendekatkan kita pada herd immunity, meski demikian kita harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Tinggalkan Balasan