Masyarakat Papua Mendukung Kedaulatan NKRI

Oleh : Lukas Talenggen )*

Agustus adalah bulan penuh kebahagiaan karena kita merayakan kemerdekaan Indonesia, termasuk rakyat Papua. Mereka mendukung 100% kedaulatan NKRI dan menyambut bulan kemerdekaan dengan suka cita.

Apa yang Anda ketahui tentang Papua? Sebagian mengenalnya sebagai wilayah paling timur Indonesia yang masih hijau, memiliki alam yang eksotis, dan menjadi tujuan wisata favorit. Namun sayang sebagian mengenal Bumi Cendrawasih karena ada KST (kelompok separatis dan teroris). Citra buruk ini yang harusnya kita hapus karena mereka sangat memalukan.

Padahal kenyataannya seluruh rakyat Papua sangat cinta Indonesia dan tidak mau berpisah darinya. Mereka menjunjung tinggi kedaulatan NKRI dan dengan bangga mengibarkan bendera merah putih di bulan agustus, bukannya bendera bintang kejora. Penyebabnya karena mereka tinggal di Indonesia dan bangga menjadi warga negara Indonesia.

Masyarakat tidak mau bergabung ke kelompok separatis dengan nama apapun karena menolak ide untuk berpisah dari Indonesia. Mereka sudah nyaman jadi WNI dan tidak mau jadi pemberontak. Ide tentang perpisahan sangat aneh dan mereka tidak mau memerdekakan diri, karena pemerintah saat ini sudah sangat perhatian ke masyarakat Papua. Buktinya adalah dengan program otonomi khusus yang terus diperpanjang.

Yonas Nusi, Ketua Komponan Barisan Merah Putih Papua menyatakan bahwa mereka berkomitmen melaksanakan seluruh program pemerintah dan menjaga kedaulatan RI di Papua. Organisasi ini terdiri dari para tokoh masyarakat di Bumi Cendrawasih, seperti Yanto Eluay, Jan Arebo, dan Max Ohee.

Tokoh masyarakat berkomitmen untuk menjaga kedaulatan RI karena mereka setia pada negara, dan cinta tanah air adalah bukti bahwa mereka setia pada NKRI. Apalagi di bulan agustus yang merupakan bulan kemerdekaan. Mereka makin menunjukkan kecintaannya pada RI dan memberi contoh yang baik pada masyarakat sipil.

Para tokoh masyarakat berusaha keras menjaga kedaulatan Indonesia dengan cara mempertahankan kebersamaan dan saling menghormati. Sebagai tokoh masyarakat dan panutan umum, mereka memberi contoh bahwa menjadi WNI yang berintegritas adalah dengan menghargai perbedaan dan tidak saling bertikai.

Jika para tokoh masyarakat berusaha keras menjaga kedaulatan Indonesia maka akan diikuti oleh warga sipil, dan mereka akan bersatu demi Indonesia. Rakyat sipil akan saling berpadu, tak peduli mereka warga asli atau pendatang, dan tidak mendiskreditkan orang dari luar Papua. Mereka sadar bahwa saling bersaudara setanah air dan berusaha menjunjung persatuan.

Warga sipil juga tidak mau lagi terlibat perang antar suku karena paham bahwa hal ini sangat merugikan, dari segi waktu dan biaya. Selain itu, pertikaian hanya akan menghasilkan tumpahnya darah dan balas dendam turun-temurun. Kedaulatan dan persatuan akan tercemar. Memang sudah puluhan tahun tidak ada perang antar suku dan jangan sampai terjadi lagi karena efek ke belakangnya akan sangat banyak.

Masyarakat paham bahwa mendukung kedaulatan RI bisa dilakukan dengan cara yang mudah, misalnya mengibarkan bendera merah putih, ikut upacara tujuhbelasan (versi virtual karena masih pandemi), dan menjaga persatuan antar warga. Selain itu, mereka juga berusaha agar tidak ada pertikaian di tengah masyarakat. Ketika ada perdamaian maka kita tidak mudah untuk terpecah-belah.

Seluruh masyarakat Papua mendukung kedaulatan NKRI dan mereka sangat bangga jadi WNI, serta tidak mau jika diajak ikut masuk ke kelompok separatis. Warga di Bumi Cendrawasih terus berusaha menjaga perdamaian dan menolak perang antar suku, karena sadar bahwa hal itu hanya akan merugikan mereka sendiri, baik secara moril maupun meteriil.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jayapura

Tinggalkan Balasan