Pemerintah Amankan Stok Vaksin, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

Oleh : Zulkarnain )*

Pemerintah Indonesia mengamankan 21,2 juta dosis vaksin Sinovac sebagai tambahan stok vaksin. Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu khawatir atas isu kelangkaan vaksin.
Siti Nadia Tarmizi selaku Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan mengatakan, vaksin diterima dalam bentuk jadi dan setengah jadi. Kedatangan kali ini sekaligus menjadi jumlah besar. Vaksin akan digunakan pada Agustus 2021.

Selanjutnya vaksin yang sudah dalam bentuk jadi akan diperiksa secara fisik dan dilakukan kontrol kualitas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk memastikan keamanan dan kualitasnya. Sedangkan vaksin yang masih setengah jadi akan diolah oleh Bio Farma selama dua minggu sebelum diperiksa Badan POM.

Nadia mengungkapkan, kurang lebih tersedia 5 sampai 7,5 juta dosis vaksin dari Bio Farma setiap minggunya, sehingga nanti akan ada 21,5 juta vaksin yang siap digunakan pada bulan Agustus. Dia menyebut, saat ini pemerintah baru menerima sekitar 30 persen dari kebutuhan total 460 juta dosis vaksin. Nadia meminta agar pemerintah daerah dapat mengatur prioritas.

Saat ini distribusi vaksin 50 persen fokus ke Jawa-Bali, dan dari wilayah itu distribusi fokus ke 57 kabupaten kota aglomerasi. Pembagian vaksin bisa tidak sama, karena harus difokuskan ke kabupaten kota yang jumlah kasus dan laju penularannya sangat tinggi.

Dalam upaya menurunkan laju penularan, pemerintah berkolaborasi dengan TNI-Polri untuk mendorong akselerasi vaksinasi dosis pertama di Kabupaten dan kota, khususnya pada Pulau Jawa dan Bali. Pihak swasta juga digandeng untuk membuka sentra vaksinasi, seperti Traveloka yag menyediakan vaksinasi di bandara.

Menurut Head of Corporate Traveloka Reza Amirul, dalam waktu dua pekan sentra vaksinasi di Terminal 2 dan terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah melayani 14 ribu orang. Selain membuka sentra vaksinasi di bandara, Traveloka juga menjadi kerja sama dengan MNC peduli bersama Kemenparekraf yang masih berjalan sampai saat ini. Reza mengatakan, masyarakat bisa mendaftar secara gratis.

Selain itu Indonesia juga mengamankan ketersediaan stok vaksin untuk masyarakat. Sebanyak 3,5 juta vaksin dosis vaksin siap pakai Moderna tiba di Tanah Air pada hari Minggu, 1 Agustus 2021. Vaksin Moderna ini tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dengan pesawat Qatar Airways dengan nomor penerbangan QR-8014.

Selain moderna, Indonesia juga akan kembali menerima 620 ribu dosis vaksin AstraZeneca pada 2 Agustus 2021. Kedatangan kedua jenis vaksin tersebut merupakan upaya pemerintah dalam mengamankan ketersediaan vaksin untuk masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menuturkan dirinya mengucapkan terima kasih, atas kehadiran vaksin tahap ke-32 dan 33, hal ini merupakan bukti nyata bahwa pemerintah terus berupaya keras menghadirkan vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia.

Secara tidak langsung, pemerintah Indonesia telah mengamankan sekitar 440 juta dosis vaksin yang datang secara bertahap. Ketersediaan stok vaksin mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target vaksinasi sebanyak dua juta dosis per hari untuk mempercepat terciptanya kekebalan komunal.

Muhadjir menuturkan, kerja sama berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam mempercepat program vaksinasi, baik melalui pihak swasta, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, maupun lembaga-lembaga lainnya. Selanjutnya, pemerintah juga selalu menjamin bahwa vaksin yang diberikan kepada masyarakat adalah vaksin yang aman, berkhasiat dan halal. Disamping itu, program vaksinasi juga perlu didukung oleh penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Ia menyebutkan bahwa pemerintah terus melakukan langkah-langkah penting guna mempercepat pemulihan kesehatan, membangkitkan produktifitas dan mengakhiri pandemi Covid-19 di Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah melalui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Saat ini tantangan dari proses vaksinasi adalah hoaks yang menyebar secara masif. Oleh karena itu masyarakat perlu melakukan checking informasi dari sumber informasi dan jangan terburu-buru membagikan berita hanya karena judulnya yang menghebohkan.

Masyarakat juga tak perlu menarik diri dari vaksin, apalagi vaksin telah disetujui oleh BPOM dan MUI, sehingga vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat sudah dipastikan aman, bermutu dan berkhasiat untuk menjaga seseorang dari infeksi virus corona.

)* Penulis adalah kontributor Lembaga studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

Tinggalkan Balasan