Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua pimpinan Brigjen Fernando Worabai diyakini bisa merakit bom elpiji dan memiliki puluhan senjata api.

Polri pun mewaspadai serangan KST Papua jelang peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus

Seperti diketahui, Fernando Worabai adalah pemimpin KST Papua di Kepulauan Yapen.

Fernando Worabai mengangkat dirinya sendiri sebagai Panglima Komando Militer Wilayah II Saireri dengan pangkat Brigjen.

Kelompoknya berdiri sendiri walaupun tidak menutup kemungkinan berafiliasi dengan kelompok TPNPB wilayah lain.

Fernando dan anak buahnya juga sering terlihat melakukan latihan militer versi mereka.

Ada 10 orang anggota KST Papua pimpinan Fernando Worabai yang masuk ke daftar pencarian orang (DPO).

Sedangkan simpatisan atau pengikutnya ada 25-30 orang dengan 12-15 pucuk senjata api laras panjang rakitan, serta 1 pucuk senjata api organik standar TNI-Polri.

Mereka berusaha merekrut masyarakat yang belum paham kamtibmas, dan kegiatan kriminal mereka sudah sering terjadi.

PON XX Papua yang berlangsung pada 2-15 Oktober 2021 nanti, direncanakan akan mempertandingkan 37 cabang olahraga dengan total 679 pertandingan, 56 nomor disiplin olahraga dan 6.442 atlet yang tersebar di empat klaster penyelengara, di antaranya Kota Jayapura, Kabupaten Merauke dan Mimika dan Kabupaten Jayapura.

Guna mensukseskan pagelaran tersebut, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, menargetkan 70 persen warga yang tinggal di sekitar arena lokasi pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua klaster Kabupaten Jayapura mendapatkan vaksinasi Covid-19, di antaranya Distrik Sentani, Sentani Timur dan distrik Waibhu.

“Kami harap 70 persen masyarakat di Kabupaten Jayapura, khususnya di tiga distrik yang memiliki venue pelaksanaan PON, harus mendapatkan vaksin Covid-19. Jadi, minimal 70 persen warga yang ada di tiga distrik ini harus tervaksin. Kami optimistis capaian vaksinasi tiga distrik bisa melebihi target tersebut,” ujar Mathius Awoitauw.

Lebih lanjut, Mathius mengatakan bahwa dirinya berharap agar masyarakat mendukung penuh program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Jayapura.

“Saya harap masyarakat tidak mempercayai informasi bohong atau hoaks yang tersebar di media sosial, yang sifatnya menyesatkan. Saya sendiri sudah divaksin dan itu sudah dilakukan sebanyak dua kali. Jadi saya harap kepada masyarakat di daerah ini agar menjemput program ini dan mendukung pemerintah. Supaya pelaksanaan vaksin ini dapat menjangkau seluruh masyarakat di daerah ini,” tambah Mathius.

Menyikapi hal tersebut, peneliti MPPI, Muhammad Irandito, mengatakan bahwa dukungan masyarakat menjadi kunci sukses bagi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX pada 2-15 Oktober 2021 di Papua.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa program vaksinasi pandemi Covid-19 bagi atlet akan menumbuhkan kepercayaan diri dalam ajang berprestasi, kesehatan atlet, kesehatan official dan kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama suksesnya PON XX Papua. Perlu dukungan semua pihak untuk suksesnya PON XX Papua dengan aman dan kondusif ditengah pandemi Covid-19.

“Program vaksinasi pandemi Covid-19 bagi atlet akan menumbuhkan kepercayaan diri dalam ajang berprestasi, kesehatan atlet, kesehatan official dan kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama suksesnya PON XX Papua. Perlu dukungan semua pihak untuk suksesnya PON XX Papua dengan aman dan kondusif ditengah pandemi Covid-19”, ujar Muhammad Irandito.

Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad menyatakan bahwa saat ini angka kasus positif covid-19 Propinsi Kepri semakin menurun dibandingkan beberapa minggu lalu. Menurunnya angka kasus positif covid-19 harian di Kepri saat ini, tak lepas dari dampak positif penerapan PPKM level IV . Hal ini dikatakannya pada Rakor dan Evaluasi Perkembangan PPKM dan Covid-19 di wilayah Sumatera, dari Tanjungpinang, Minggu (15/8/2021).

“Penerapan PPKM ini memang berhasil secara signifikan menurunkan fluktuasi pandemi covid-19 di Kepri, dengan tren penyebaran yang semakin rendah kita akan terus menekan tujuh kabupaten kota sampai ke level II,” ujar H. Ansar.

Pada rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto tersebut, Gubernur Ansar memaparkan capaian vaksinasi di Kepri sampai Sabtu (14/8) sudah tercapai 71,01 persen atau 975.206 orang untuk dosis I, dengan sisa yang belum tervaksinasi sebanyak 398.166 orang . Kepulauan Riau tercatat sebagai provinsi di pulau Sumatera dengan capaian vaksinasi tertinggi.

Menyikapi fenomena tersebut, Direktur eksekutif Makara Strategics Insight, Andre Priyanto, mengatakan bahwa kasus positif harian di Kepri pada saat ini sebanyak 247 kasus, angka tersebut jauh menurun dibandingkan tanggal 29 Juli yang tercatat sampai angka 616 kasus positif harian. Sementara persentase BOR rumah sakit juga sudah jauh menurun dari 70 persen pada Juli lalu ke 40 persen Agustus ini.

Lebih lanjut, Andre mengatakan bahwa masyarakat sebaiknya mendukung keputusan pemerintah didalam memperpanjang penerapan PPKM karena terbukti berdampak positif dan mempercepat penanganan pandemi Covid-19, serta pemulihan ekonomi nasional. Dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan mobilitas yang berlebihan selama pandemi Covid-19. PCR dan antigen merupakan bagian dari upaya untuk mencegah lonjakan kasus positif Covid-19, serta sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat sekitar yang melakukan mobilitas.

“Masyarakat sebaiknya mendukung keputusan pemerintah didalam memperpanjang penerapan PPKM karena terbukti berdampak positif dan mempercepat penanganan pandemi Covid-19, serta pemulihan ekonomi nasional. Dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan mobilitas yang berlebihan selama pandemi Covid-19. PCR dan antigen merupakan bagian dari upaya untuk mencegah lonjakan kasus positif Covid-19, serta sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat sekitar yang melakukan mobilitas” ujar Andre Priyanto.

Kemampuan menjaga diri dengan skill dan literasi sudah menjadi kebutuhan setiap pengguna internet agar terhindar dari pengaruh konten negatif yang berseliweran di ruang digital dewasa ini. Namun, skill saja tak akan cukup jika tak dibarengi dengan adab dan kesopansantunan saat berinteraksi di ruang digital.

“Kemampuan menjaga diri dan adab itu perlu karena jika kita terpapar konten negatif bisa langsung memfilternya, memilahnya, dan tak mengikutinya,” kata Ahmad Faridi Kepala Kantor Kemenag Wonosobo, Jawa Tengah saat menjadi pembicara webinar literasi digital bertema ”Sopan dan Beradab Berdigital di Masa Covid-19,” yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Wonosobo, Kamis (12/8/2021).

Ahmad Faridi menguraikan konten negatif atau konten ilegal merupakan informasi yang memiliki muatan kontra produktif dan di luar norma-norma sosial yang dianut masyarakat.

Konten negatif itu, ujar Faridi, bisa berupa informasi yang melanggar norma kesusilaan, juga perjudian, penghinaan atau pencemaran nama baik, pemerasan dan atau pengancaman yang terjadi di ruang digital.

“Konten negatif juga bisa meliputi penyebaran berita bohong atau hoaks yang menyesatkan, yang bisa fatal karena berpotensi menyebabkan konflik antar agama, manusia, suku, kelompok, ras, etnis dan konflik yang ujungnya menyebabkan perpecahan suatu bangsa atau pengguna digital itu sendiri,” ujarnya.

Dampak bahaya konten negatif ini bukan hanya dari hoaks. Tapi juga memicu terorisme, radikalisme sampai pornografi yang kini menjadi momok yang tengah sengit dibendung oleh pemerintah Indonesia.

Ahmad Faridi menambahkan, mengantisipasi perilaku negatif di ruang digital dapat ditempuh dengan dua cara. Pertama, penghargaan pada diri sendiri, dan kedua penghargaan pada orang lain.

“Penghargaan pada diri sendiri akan menjaga kepentingan kita di dunia digital. Sikap menghargai diri sendiri juga akan mendorong kita menciptakan rekam jejak digital yang baik, bukan sebaliknya, karena sadar bahwa di masa depan jejak digital itu akan sulit terhapus,” tegas Faridi.

Ditambahkan, penghargaan pada diri sendiri juga akan mencegah kita tidak mengekspos hal-hal yang tidak pantas di dunia maya. Tak terkecuali data pribadi yang rawan disalahgunakan.

Sedangkan prinsip penghargaan kepada orang lain, salah satunya dalam bentuk tidak menyebarkan konten negatif. “Penghargaan pada orang lain terwujud pula dengan tidak menyebar hoaks serta tidak menyebarkan foto kekerasan, korban kecelakaan dan sejenisnya,” urai Faridi.

Ahmad Faridi menguraikan, melawan konten negatif juga bisa dilakukan dengan mendorong masyarakat untuk semakin sadar dan memahami adanya konten negatif itu lalu diberikan pemahaman dan cara bagaimana memperlakukan konten itu.

“Melawan konten negatif menjadi tanggung jawab seluruh pengguna ruang digital, tanpa kecuali. Fenomena hoaks terjadi di era teknologi saat ini membuat masyarakat memiliki kemudahan dalam mengaksesnya,”.

Ahmad Faridi juga mengatakan pemuda saat ini adalah calon-calon pemimpin masa depan.

“Sebagai calon pemimpin, pemuda dituntut bisa seimbang antara intelektualitas dan moralitasnya. Harus menyesuaikan zaman, karena pintar saja tak berguna bila tanpa moral, begitu juga sebaliknya,” tegas Ahmad Faridi.

Jadi dengan kondisi seperti sekarang ini, hendaknya masyarakat secara bijak menggunakan sarana digital di masa Pandemi Covid-19 ini. Mewaspadai segala bentuk informasi dan tidak mudah terpancing oleh provokasi dari kelompok yang tidak ingin Indonesia bangkit.

Selain itu, masyarakat juga perlu mewaspadai kelompok yang memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 untuk agenda politik yang justru akan menyusahkan rakyat. Untuk itu, seluruh elemen perlu berkolaborasi bekerjasama, agar rakyat dapat kembali bekerja dan Indonesia segera bangkit, karena hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama. (**)

Berbagai mural yang berisikan kritikan bermunculan saat ini, salah satunya mural ‘Jokowi 404: Not Found’ di Tangerang menjadi sorotan. Mural-mural ini dinilai sebagai bentuk suara kekecewaan terhadap keadaan. “Mural ini biasa digunakan oleh kelompok-kelompok tertindas untuk menyuarakan ide, pesan dan gagasan mereka mengenai kekecewaan terhadap keadaan. Kekecewaan ini diakibatkan tidak adanya media yang mewakili suara mereka dan mereka adalah kelompok yang tidak memiliki akses terhadap media,” ujar Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Medan Area (UMA) Ara Auza.

Ara mengatakan mural berisi kritikan itu dibuat kelompok tertentu untuk menyampaikan kritik kepada pemerintah. Dia menilai mural merupakan budaya tandingan.”Mural identik dengan budaya tandingan yang biasa disebut culture jamming, secara sederhana diartikan sebagai budaya tandingan yang disampaikan kelompok tertentu kepada pemerintah disebabkan kelompok suara masyarakat ini tidak menemukan keterwakilan mereka untuk melakukan kritik terhadap pemerintah,” tuturnya.

Sementara itu, kebebasan mengemukan pendapat merupakan hak asasi manusia (HAM) setiap negara. Setiap warga negara bebas mengemukan pendapat untuk menyampaikan pendapat, pikiran dengan lisan, tulisan dan sebagai secara bebas dan bertanggung bertanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dasar hukum Kebebasan mengemukan pendapat dimuka umum di jamin dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights).

Kemerdekaan setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum merupakan perwujudan demokrasi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Untuk membangun negara demokrasi yang menyelanggarakan keadilan sosial dan menjamin hak asasi manusia diperlukan adanya suasana yang aman, tertib, dan damai. Hak menyampaikan pendapat di muka umum secara bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sehingga perlu dibentuk UU tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum Nomor 9 Tahun 1998. Pada UU tersebuat Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum dilaksanakan berlandaskan pada: Asas keseimbangan antara hak dankewajiban ; Asas musyawarah dan mufakat ; Asas kepastian hukum dan keadilan ; Asas proporsionalitas ; Asas manfaat.

Pada konstitusi Indonesi menjami warganya menyampaikan pendapat baik secara lisan maupun tulisan, sejauh tidak menebar fitnah dan melanggar hukum. Dilansir situs Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM), deklarasi universal hak-hak asasi manusia atau Universal Declaration of Human Rights adalah sebuah deklarasi yang di adopsi oleh Majelis Umum PBB pada 10 Desember 1948 di Palais de Chaillot, Paris, Prancis melalui General Assembly Resolution 217 A (III). Deklarasi ini merupakan standar umum yang menyatakan bahwa hak asasi manusia secara internasional haruslah dilindungi. Deklarasi ini merupakan pernyataan umum pertama dari masyarakat dunia tentang hak asasi manusia dan di dalamnya termuat 30 pasal.

Sikap Positif Pelaksanaan Kebebasan Mengemukakan Pendapat, yakni: Kebebasan yang bertanggung jawab Saat menyampaikan pendapat maka harus memperhatikan batas-batas penghargaan terhadap orang lain. Kebebasan saat menyampaikan pendapat harus senantiasa memperhatikan nilai-nilai dan norma-norma kesusilaan, hukum negara, dan adat istiadat. Senantiasa berbuat dengan memperhatikan hak orang lain Senantiasa mengedepankan Musyawarah untuk mufakat. (*)

Oleh : Diana Puspita )*

Dalam rangka melindungi segenap warga negara Indonesia, maka pemerintah melakukan percepatan program vaksinasi nasional guna membentuk herd immunity agar pandemi Covid-19 cepat berakhir. Vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk menekan penyebaran Covid-19 dan mengurangi risiko pemburukan kondisi tubuh apabila terpapar Covid-19.

Pandemi Covid-19 memang sampai saat ini masih terus melanda dunia. Guna mengakhiri pandemi tersebut berbagai negara dunia melakukan pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakatnya. Pemerintah mengajak kepada seluruh warganya untuk mendapatkan vaksin tersebut, kecuali untuk warga yang menurut dokter tidak dapat diberikan karena masalah kesehatan.

Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia mulai dilakukan oleh pemerintah, pada 13 Januari 2021 di Istana Negara Jakarta. Orang yang pertama kali disuntik vaksin buatan Sinovac adalah Presiden Joko Widodo. Pada saat yang sama, sejumlah pejabat, tokoh agama, organisasi profesi serta perwakilan masyarakat juga ikut vaksinasi.

Pemerintah menargetkan vaksinasi terhadap 208.265.720 masyarakat yang terdiri dari tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan dan masyarakat umum, serta usia 12-17 tahun. Jumlah masyarakat Indonesia yang sudah divaksin dari jumlah target, baru 53.291.307 dosis tahap pertama disuntikkan atau terealisasi sebesar 25,59 persen. Sementara dosis tahap dua baru 27.362.915 atau 13,14 persen.

Cakupan vaksinasi di daerah memang belum sepenuhnya merata. Ada bebereapa daerah yang tingkat vaksinasinya masih rendah tetapi juga terdapat vaksinasi yang sudah tinggi. Misalnya, vaksinasi dosis pertama paling tinggi adalah DKI Jakarta dengan 103,91 persen, Bali 90,95 persen, dan Kepulauan Riau 67,82 persen per 10 Agustus.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito meminta masyarakat tidak ragu mendapatkan vaksinasi Covid-19. Menurutnya, vaksinasi mampu mengurangi risiko pemburukan kondisi tubuh apabila terpapar Covid-19.
Sementara hasil studi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuktikan bahwa vaksinasi mampu menurunkan risiko terinfeksi Covid-19 serta mengurangi perawatan dan kematian bagi tenaga kesehatan.

Studi ini dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) terhadap 71.455 tenaga kesehatan di DKI Jakarta meliputi perawat, bidan, dokter, teknisi, dan tenaga umum lainnya sepanjang periode Januari-Juni 2021. Studi tersebut mengamati kasus konfirmasi positif, perawatan, dan kematian akibat Covid-19 terhadap tiga kelompok tenaga kesehatan yaitu mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama, vaksinasi dosis kedua, dan yang belum divaksinasi.

Jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksinasi lengkap yang harus dirawat akibat Covid-19 jauh lebih rendah (0,17 persen), ketimbang mereka yang belum divaksinasi (0,35 persen). Jumlah tenaga kesehatan yang belum divaksinasi dan meninggal relatif lebih banyak daripada yang sudah mendapat vaksinasi lengkap. Hal yang sama juga terjadi terhadap tenaga kesehatan yang baru mendapat vaksinasi dosis pertama, jumlah yang meninggal akibat Covid-19 relatif lebih banyak daripada mereka yang menerima dosis lengkap. Ini menunjukkan vaksinasi berperan dalam memperlambat risiko infeksi Covid-19. Tenaga Kesehatan yang divaksinasi lengkap relatif memiliki ketahanan yang lebih lama untuk tidak terinfeksi virus dibandingkan Tenaga Kesehatan yang belum divaksinasi.

Masyarakat juga tidak perlu khawatir untuk divaksin, karena seluruh vaksin Covid-19 tentunya sudah melewati uji klinis yang amat ketat sehingga aman dan efektif mengurangi keterpaparan pada virus corona. Selain itu juga sudah terdapat fatwa MUI, yang menyatakan bahwa Vaksin Aman dan Halal untuk vaksin Sinovac dan lainnya.
Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah resmi menetapkan fatwa Nomor 14 tahun 2021 tentang Hukum Penggunaan Vaksin Covid-19 Produk AstraZeneca, yang selanjutnya tanggal 17 Maret 2021 fatwa tersebut diserahkan kepada pemerintah untuk dijadikan panduan. Dengan dibolehkannya penggunaan vaksin AstraZeneca tersebut, maka hal ini menjadi dasar bahwa jangan ada lagi keraguan dari masyarakat untuk divaksinasi Covid-19.

Penggunaan Vaksin Covid-19 produk AstraZeneca, pada saat ini, dibolehkan karena ada kondisi kebutuhan yang mendesak yang menduduki kondisi darurat. Selanjutnya ada keterangan dari ahli yang kompeten dan terpercaya tentang adanya bahaya (resiko fatal) jika tidak segera dilakukan vaksinasi Covid-19.

Komitmen dan upaya pemerintah untuk membebaskan Indonesia dari pandemi Covid-19 terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan mendatangkan 10 juta vaksin Covid-19 dalam bentuk bulk. Dengan kedatangan vaksin itu, diharapkan target percepatan program vaksinasi nasional guna membentuk herd immunity bisa tercapai dan Indonesia terbebas dari pandemi Covid-19.

)* Penulis adalah Warganet tinggal di Tangerang Selatan

Oleh : Zakaria )*

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) merupakan kebijakan untuk menekan lonjakan kasus Covid-19. Dengan PPKM, kepatuhan masyarakat terhadap Protokol Kesehatan diharapkan dapat meningkat.

Kepatuhan terhadap PPKM ternyata membutuhkan waktu, satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 mencatat bahwa kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan terus meningkat di 7 Provinsi Jawa Bali. Ketujuh provinsi tersebut adalah Bali, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi menuturkan, protokol kesehatan mengalami kenaikan dalam hal kedisiplinan, pihaknya mengaku telah memonitor hal tersebut dari hari ke hari dan tetap melakukan berbagai upaya agar tetap terjadi peningkatan terhadap protokol kesehatan.

Berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19, pada periode 3-10 Juli 2021, kepatuhan masyarakat menggunakan masker di tujuh wilayah tersebut memiliki skor rata-rata 7,46 dari skala 1-10. Sedangkan untuk kategori menjaga jarak 7,23 dan mencuci tangan 7,25.

Pada periode 11-18 Juli, masyarakat yang menggunakan masker meningkat menjadi 7,76, Menjaga jarak 7,59 dan mencuci tangan 7,71. Selanjutnya pada periode 19-26 Juli, masyarakat yang menggunakan masker 7,79, menjaga jarak 7,63 dan mencuci tangan 7,72.

Terakhir pada periode 27 Juli – 9 Agustus, masyarakat yang menggunakan masker 7,84, menjaga jarak 7,7 dan mencuci tangan 7,81. Sementara itu secara nasional, kepatuhan masyarakat menggunakan masker mempunyai skor 7,70, menjaga jarak 7,64 dan mencuci tangan 7,74.

Hal tersebut tentu saja menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat untuk protokol kesehatan 3M sebetulnya sudah sangat tinggi. Sony meyakini bahwa kepatuhan masyarakat terhadap disiplin protokol kesehatan akan terus meningkat jika para pemimpin dapat memberikan contoh yang baik.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan persnya melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden mengatakan, setiap periode libur panjang berlangsung, panen kasus pasti akan terjadi pada 10-14 hari setelahnya.

Tentu saja pemerintah tidak dapat bekerja sendirian dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Tanah Air, khususnya dalam memberikan edukasi dan mengajak masyarakat agar tetap disiplin terhadap protokol kesehatan.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga mengingatkan agar masyarakat tidak lengah dalam menjalankan protokol kesehatan, meski program vaksinasi mulai berjalan. Vaksin disebutnya tidak otomatis langsung memberikan kekebalan atau imunitas pada penggunanya.

Juru Bicara Vaksin IDI Iris Rengganis, mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 masih berlangsung di seluruh dunia. Vaksinasi adalah upaya untuk menciptakan kekebalan kelompok alias herd imunity. Kekebalan kelompok ini baru berhasil apabila vaksinasi telah menjangkau 70% penduduk.

Untuk mencapai vaksinasi terhadap 70 persen masyarakat, Indonesia memerlukan waktu bertahap. Selain karena jumlah waktu yang terbatas, Indonesia merupakan negara yang berbentuk kepulauan yang membuat distribusi vaksin tidak bisa dilakukan dalam sekejap.

Dia juga menuturkan, bahwa vaksin Covid-19 bukanlah segalanya. Vaksin tidak bisa melindungi 100 persen. Karena setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam membentuk antibodi di tubuhnya. Tidak ada salahnya untuk menggunakan faceshield ketika berada di luar rumah, penggunaan faceshield tersebut berguba untuk mengurangi peluang tersentuhnya tangan pada wajah.

Selain itu perlu diketahui pula bahwa masker hanya dapat dikenakan selama 4-6 jam sekali, sebelum membuang masker maka kita perlu memotong tali masker untuk menghindari penggunaan masker berulang.

Selain protokol 3M, mengurangi mobilitas juga menjadi salah satu upaya yang patut dilakukan demi mengurangi risiko kerumunan, transaksi jual beli secara daring juga perlu dimanfaatkan untuk menghindari kontak langsung. Apalagi sudah banyak warung makan yang melayani fasilitas delivery order, sehingga kita tidak perlu makan di luar jika tidak dalam keadaan terpaksa. Kepatuhan terhadap protokol kesehatan ini tentu saja perlu dijaga, semata demi memutus rantai penularan yang bisa saja terjadi di manapun.

Selain kepatuhan terhadap protokol, gerakan jogo tonggo atau menjaga tetangga juga perlu digalakkan, karena selain kesabaran rasa empati juga diperlukan demi menolong masyarakat yang penghasilannya terdampak oleh pandemi.

Kebijakan PPKM memang berdampak pada menurunnya kasus, meski demikian kedisiplinan protokol kesehatan harus tetap dilakukan sampai nanti pandemi covid-19 dinyatakan berakhir. Kita semua punya peran dalam upaya percepatan mengakhiri pandemi, salah satunya adalah disiplin protokol kesehatan.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Oleh : Alfred Jigibalom )*

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX akan diselenggarakan pada Oktober 2021 di Papua. Acara ini akan mengharumkan Papua dan sangat membanggakan karena baru pertama kali diadakan di sana.

Warga Papua sedang bahagia karena menanti bulan Oktober, ketika PON XX diselenggarakan di Bumi Cendrawasih. Pertandingan olahraga ini menjadi sangat penting karena ketika diadakan di Bumi Cendrawasih, maka akan menjadi sorotan dari banyak orang. Oleh karena itu, mereka menyatakan dukungannya dengan mem-posting foto dan berita mengenai PON XX di media sosial.

Duta PON XX sekaligus pesepakbola Boaz Salossa menyatakan bahwa PON akan mengharumkan nama Papua. Ia yakin acara olahraga ini akan sukses, karena mendapat support penuh dari masyarakat di Bumi Cendrawasih. Mereka bisa menonton langsung atau lewat televisi. Apalagi PON baru pertama kali diadakan di Papua, sehingga akan sangat meriah.

PON XX akan mengharumkan nama Papua karena jika acara ini diselenggarakan di sana, maka kamera televisi dan HP akan selalu menyorot. Tak hanya di dalam stadion atau arena pertandingan, tetapi juga ke lingkungan di sekitarnya. Masyarakat yang menonton lewat TV atau streaming via internet akan terpukau dengan eksotisme alam Papua. Ternyata di sana tidak hanya ada Raja Ampat, tetapi juga berbagai tempat wisata lain.

Keindahan Papua akan menjadi center point dan otomatis akan mengharumkan namanya. Bumi Cendrawasih adalah daerah yang indah dan menjadi tujuan wisata (kelak nanti setelah pandemi selesai) serta memiliki infrastruktur yang memadai. Oleh sebab itu, PON XX akan ‘menjual’ Papua dan menaikkan kunjungan turis, dan otomatis menguntungkan pemerintah provinsi karena menambah pendapatan daerah.

Selain itu, PON XX bisa membuat image Papua makin positif, karena sebelumnya sempat dikotori oleh kelompok separatis dan teroris. Bumi Cendrawasih adalah tempat yang aman dan nyaman untuk dikunjungi, bukan daerah yang bergejolak karena gangguan mereka. Nama Papua makin bersinar sebagai daerah Indonesia Timur yang berpotensi sumber daya alam-nya.

Papua adalah tempat yang indah dan sudah modern, dan netizen di seluruh dunia bisa melihat keadaannya via siaran PON XX. Bumi Cendrawasih bukanlah tempat yang isinya hutan melulu, seperti yang mereka bayangkan. Namun sudah tumbuh menjadi daerah yang maju dan siap untuk menjadi penyelenggara acara olahraga level nasional.

PON XX tak hanya mengharumkan nama Papua tetapi juga nama Indonesia di mata dunia, karena kita bisa menyelenggarakan acara besar walau di tengah pandemi. Netizen di seluruh dunia akan melihat atlet-atlet dari berbagai provinsi di Indonesia, yang bertanding dengan fair play dan menunjukkan performa terbaiknya.

Boaz menambahkan, karena PON XX dilakukan di masa pandemi maka harus mematuhi protokol kesehatan. Memang sebelum dibuka, para atlet, offisial, panitia, bahkan masyarakat di sekitar arena pertandingan divaksin corona. Sehingga akan terbentuk kekebalan kelompok dan tidak berpotensi membentuk kluster baru.

Selain itu, ada kemungkinan pertandingan di PON XX diselenggarakan tanpa penonton, lagi-lagi karena alasan pandemi. Meski tanpa penonton tetapi tidak mengurangi antusiasme masyarakat Papua karena mereka masih bisa melihat siaran langsung via TV atau gawai. Kemeriahan PON XX akan tetap terasa.

PON XX akan mengharumkan nama Papua karena otomatis bisa menyorot keindahan di Bumi Cendrawasih. Masyarakat di sana amat senang dan menyambut acara ini dengan antusias. Mereka sadar bahwa PON XX adalah acara yang penting dan ikut mensukseskannya.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bali

Oleh : Satrio Ramadhan )*

Pemerintah terus merealisasikan target vaksinasi Covid-19 nasional guna mewujudkan kekebalan komunal. Masyarakat pun mengapresiasi percepatan vaksinasi Pemerintah, termasuk vaksinasi door to door yang dilakukan Pemerintah.

Badan Intelijen Negara (BIN) telah menyiapkan ribuan dosis vaksin untuk pelajar SMP-SMA dan Warga di wilayah Jawa Tengah. Hal tersebut bertujuan agar herd immunity atau kekebalan kelompok dapat dicapai sebelum tahun 2021 berakhir, yakni 70% populasi sudah dilakukan vaksinasi. Untuk mencapai target tersebut BIN berinisiatif untuk melakukan vaksinasi secara door to door.

Sistem door to door tersebut mengadopsi dari beberapa negara seperti di Afrika, Georgia, Philiphina dan Amerika Serikat. Ternyata vaksinasi secara door to door tersebut dinilai paling efektif, bisa menjangkau sampai 59-70 persen masyarakat secara keseluruhan di negara masing-masing. Diharapkan hal ini juga terjadi di Indonesia, oleh karena itu vaksinasi door to door terus dilakukan secara berkelanjutan.

Selain protokol kesehatan, vaksin menjadi hal yang penting, sehingga diharapkan masyarakat Indonesia jangan sampai termakan ucapan-ucapan yang muncul di medsos dari beberapa orang yang sangat menyesatkan. Virus Covid-19 ini memang nyata. Sudah memakan banyak korban. Tidak hanya di Indonesia, tetapi semua negara mengalami hal serupa, sehingga semua orang harus pro aktif untuk mendapatkan vaksin. Dengan mengikuti vaksinasi setidaknya langkah tersebut dapat mencegah seseorang dari kematian dan memperbesar kemungkinan untuk bisa sembuh.

Sementara itu, Muhammad Syauqillah selakua Ketua Program Studi Kajian Terorisme Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) UI berpendapat program vaksinasi door to door yang dicanangkan oleh BIN merupakan langkah yang sangat tepat untuk mengatasi ancaman Covid-19 yang dinilai sangat berbahaya terhadap keamanan manusia.

Menurutnya, Pandemi Covid-19 perlu dilihat sebagai ancaman terhadap keamanan manusia dan oleh karenanya segala tindakan untuk menurunkan infeksi Covid-19 perlu dilaksanakan. Jika Indonesia terus mengalami lonjakan angka kenaikan infeksi virus ini, maka pada gilirannya akan mengancam stabilitas ekonomi dan berujung pada stabilitas nasional.

Kegiatan vaksinasi dari rumah ke rumah tersebut rupanya mendapatkan dukungan dari Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto, dirinya mendukung Badan Intelijen Negara (BIN) yang telah melakukan vaksinasi virus corona (Covid-19) secara door to door. Menurutnya, langkah BIN tersebut akan dapat mempercepat proses vaksinasi bagi masyarakat Indonesia.

Aktivis Muhammadiyah yang akrab disapa Cak Nanto tersebut menjelaskan vaksinasi secara door to door yang dilakukan BIN tersebut juga dapat menghindari terjadinya kerumunan dan antrean panjang, khususnya pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Dirinya menilai, cara ini efektif untuk kaangan masyarakat tertentu seperti ibu rumah tangga yang agak kesulitan untuk meninggalkan rumah, termasuk juga para lansia yang rentan terpapar virus corona. Dengan upaya vaksin tersebut, tentu saha pemutusan rantai penularan Covid-19 dapat dipercepat. Dirinya juga memberikan saran kepada BIN, agar upaya ini didukung pula dengan memperbanyak tenaga medis di lapangan sehingga upaya tersebut betul-betul dapat mempercepat vaksinasi door to door.

Sementara itu, Pengamat sosial keamanan, Ir Djuni Thamrin, menilai bahwa langkah dari BIN dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program vaksinasi Covid-19. Menurut Djuni, terobosan tersebut perlu didukung oleh semua pihak bahkan perlu ditiru oleh pihak instansi lain. Karena, hal itu akan dapat membuat program vaksinasi cepat terealisasi.

Sebagian masyarakat memang perlu dimaklumi, terkadang memang harus dilayani dengan cara jemput bola, utamanya masyarakat yang kesulitan dalam hal transportasi atau memang memiliki kesibukan di rumahnya. Pada kondisi seperti ini, tentu saja semua pihak harus mengedepankan rasa kemanusiaan dan membuang egonya masing-masing. Dalam program vaksinasi ini, ia mengatakan bahwa yang terpenting adalah adanya tenaga teknisi di lapangan yang ditunjuk oleh pemerintah untuk melakukan vaksinasi.

Djuni menuturkan, masyarakat tidak hanya harus mendukung BIN, tetapi juga harus mendukung siapapun yang dapat menggerakkan proses vaksinasi ini. Apalagi, Indonesia masih tergolong negara yang tingkat vaksinasinya rendah.

Apalagi negara-negara lain sudah sangat solid dalam menjalankan perang total terhadap Covid-19. Karena itu, menurut dia, masyarakat juga perlu mendukung penuh langkah-langkah yang diambil untuk mencegah penularan Covid-19.

Untuk menanggulangi pandemi Covid-19 memang diperlukan tindakan nyata, sebagai masyarakat tentu saja kita bisa memberikan dukungan secara langsung salah satunya dengan menyebarkan informasi pelaksanaan vaksinasi agar Herd Immunity bisa segera kita capai.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Semarang

Oleh: Lisa Wahyuni (Warganet Kota Mataram, NTB)

Pekan Olahraga Nasional atau yang biasa disingkat PON dilaksanakan empat tahun sekali dan melibatkan atlet seluruh Indonesia. PON pertama digelar di Solo pada tahun 1948. Namun, PON XX kali ini spesial, karena dilaksanakan di Papua dengan 4 lokasi, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika.

PON XX akan diselenggarakan pada tanggal 2-13 Oktober 2021. Lokasi utama penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional 2021 adalah Stadion Lukas Enembe. Stadion ini memiliki kapasitas 40.000 tempat duduk. PON XX Papua akan mempertandingkan 37 cabang olahraga, 56 disiplin cabang olahraga, 679 nomor pertandingan/perlombaan, dan 6.484 orang (kuota) atlet. Tagline yang diangkat pada edisi ini adalah “Torang Bisa” yang merupakan bentuk penyemangat khas Papua.

Pertama dalam sejarah, PON XX 2020 menggunakan sistem aplikasi untuk pendaftaran kontingen. Jika PON sebelumnya masing-masing kontingen saat pendaftaran wajib membawa bukti fisik semua kelengkapan persyaratan atlet, seperti e-KTP, akte kelahiran sampai ijazah.

Namun, di PON XX kontingen hanya mengirim e-KTP dan ID Card yang sudah teregistrasi melalui aplikasi. Selain aplikasi pendaftaran kontingen, PON XX juga meluncurkan aplikasi online pendaftaran wartawan. Menurut ketua harian Panitia Besar PON, DR. Yunus Wonda, S.H, M.H, menegaskan pendaftaran online ini pertama kali disediakan dan tersambung dengan data kewarganegaraan serta terkoneksi dengan data KTP elektronik Kemendagri.

Keindahan alam yang diciptakan oleh Tuhan di Bumi Papua dan dipadukan dengan kemeriahan PON XX merupakan harapan baru dari wilayah Timur Indonesia. Bayangkan, jika banyak wisatawan yang berkunjung ke Papua, pendapatan daerah meningkat melalui pariwisata. Selain itu, ekonomi warga setempat juga dapat meningkat.

Selain keindahan alamnya, Papua juga memiliki atlet-atlet yang berprestasi. Diantaranya adalah Stevanie Maysche Ibo yang merupakan atlet dayung. Prestasi-prestasinya: PON Jawa Barat 2016-Medali Emas Nomor Kayak Double Putri 500 meter, Asian Games Jakarta 2018-Medali Perak Nomor Traditional Boad Race (TBR) 200 meter, Asian Canoe Sprint Championship Thailand 2019-Medali Emas Nomor Kayak Putri 200 meter dan 500 meter, Kejurnas Pra-PON 2019-Medali Emas Nomor Kayak Putri 200 meter dan Traditional Boad Race (TBR) 1000 meter, SEA Games Filipina 2019-Medali Emas Kategori Kayak Tunggal Putri 200 meter dan 500 meter.

Selain Stevanie Maysche Ibo, atlet berprestasi yang berasal dari Papua adalah Boaz Solossa. Boaz Solossa merupakan altet sepak bola. Berkat kegigihannya, Boaz Solossa berhasil menorehkan prestasi-prestasi yang membanggakan warga Papua, salah satunya yaitu pencetak gol terbanyak (10 gol) Tim PON Papua 2004 dan menjadi pemain terbaik berturut-turut pada Indonesia Super League dari tahun 2009 hingga 2014.

Raema Lisa, atlet angkat besi yang berasal dari Papua juga sukses menorehkan prestasinya dikancah internasional. Raema berhasil meraih medali perak dikelas 48 kg pada Olimpiade Sydney 2000. Kemudian pada Olimpiade Athena 2004, dia juga berhasil meraih medali perak dikelas 53 kg. Terakhir, pada olimpiade Beijing 2008 berhasil meraih perungggu dikelas 53 kg.

Prestasi-prestasi yang ditorehkan pemuda Papua merupakan harapan baru dari Timur. Mereka membuktikan bahwa Papua juga mampu mengharumkan Indonesia dikancah internasional. Dengan semangat dan kegigihan masyarakat Papua, PON XX akan berjalan sukses.