Alih Kelola Blok Rokan Kado Istimewa HUT RI

Oleh : Denny Indrayana )*

Blok Rokan yang menjadi kilang minyak terbesar, kembali ke pangkuan Indonesia. Alih kelola ini adalah kado manis bagi HUT Republik Indonesia di bulan Agustus, sehingga diharapkan dapat membantu kondisi finansial negara dan mengatasi berbagai efek pandemi Covid-19.

Indonesia adalah negeri yang kaya akan sumber daya alam, seperti tembaga, emas, gas, dan minyak bumi. Namun sayang ada yang pengelolaannya masih dilakukan oleh asing, karena mereka datang sebelum kita merdeka, sehingga deal terjadi antara Belanda dengan perusahaan tersebut. Namun kini kilang minyak Rokan di Riau telah dikembalikan ke Indonesia dan pengelolaannya dipercayakan kepada perusahaan BUMN.

Kembalinya blok Rokan ke tangan ibu pertiwi adalah sebuah prestasi yang membanggakan, karena setelah 90 tahun akhirnya ia menjadi milik kita lagi. Presiden Jokowi mengucapkan selamat atas prestasi ini dan mengapresiasi serta mempercayai BUMN yang memegangnya. Mulai 9 Agustus 2021 blok Rokan resmi tak lagi dikelola oleh asing.

Jika blok Rokan menjadi milik Indonesia maka ini adalah kado paling istimewa, karena akuisisi terjadi di bulan Agustus, sehingga saat NKRI ulang tahun tanggal 17 nanti sudah memiliki kilang minyak yang bagus. Amat wajar jika presiden memuji keuletan BUMN dalam proses perpindahan pengelolaan ini, karena banyak sekali yang harus diurus, terutama untuk birokrasi.

Selain itu, blok rokan menjadi hadiah paling apik untuk HUT RI, karena kita bisa mengelola sendiri sumber daya alam di negeri ini. Setelah berhasil mengakuisisi perusahaan tambang tembaga di Indonesia Timur, maka peralihan hak milik kilang minyak adalah langkah yang jitu. Jika kita bisa mengelola SDM sendiri, akan mencapai swasembada bahan bakar dan tidak lagi tergantung oleh harga minyak dunia atau impor dari asing.

Pihak asing juga rela mundur teratur dan tidak nekat untuk mempertahankan blok Rokan, karena mereka tahu diri. Blok Rokan ada di Indonesia sehingga wajar jika dikelola oleh perusahaan BUMN. Mereka sudah cukup untuk mengelola selama 90 tahun dan bisa melanjutkannya di negara lain.

Apresiasi wajib diberikan karena jika kilang minyak ini dipegang oleh BUMN, maka otomatis keuntungannya untuk negara. Sehingga bisa memiliki dana yang cukup untuk menambal finansial RI yang sempat hampir keok akibat pandemi, karena untuk program vaksinasi dll tentu butuh biaya besar. Uang ini juga bisa disalurkan untuk program lain dalam mengatasi efek pandemi Covid di Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa dikelolanya blok Rokan oleh perusahaan BUMN merupakan komitmen Presiden Jokowi sejak 2018. Dalam artian, presiden ingin agar kilang minyak itu jadi milik Indonesia agar bermanfaat bagi seluruh WNI. Sehingga kita bisa mencapai taraf hidup yang lebih baik.
Menteri Erick menambahkan, blok Rokan bisa memperbaiki perekonomian nasional, khususnya di wilayah Sumatera. Kini saatnya perwira BUMN untuk menjaga dan meningkatkan hasil dari kilang minyak, membangun kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional.

Sementara itu, akuisisi baru berhasil dilakukan tahun 2021 karena tentu butuh proses panjang dan persiapan matang. Jangan ada yang malah mem-bully karena mereka tidak tahu beratnya untuk mengalihkan sebuah kilang minyak. Selain itu, akuisisi ini sangat aman karena pegawai perusahaan asing yang berasal dari Indonesia akan direkrut menjadi pegawai BUMN, sehingga tidak akan ada pemecatan.

Kembalinya blok Rokan ke pangkuan Indonesia menjadi kado indah di bulan Agustus, bulan kemerdekaan RI. Kita patut bangga karena bisa mengakuisisi kilang minyak besar, sehingga bisa swasembada bahan bakar dan menambah finansial negara.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Tinggalkan Balasan