Vaksinasi dan PPKM Turunkan Kasus Covid-19

Oleh : Alfisyah Dianasari )*

Vaksinasi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) merupakan 2 unsur yang berpengaruh terhadap jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim bahwa penurunan kasus harian covid-19 di Indonesia dalam beberapa hari terakhir terjadi lantaran dampak dari gencarnya vaksinasi dan penerapan PPKM level 2-4.

Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menambahkan, vaksinasi covid-19 berdampak pada penurunan kasus. Ia menyebut, sedari awal vaksinasi memang bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian, serta diharapkan dapat menekan laju penularan covid-19 di Tanah Air. Ia menyebut, kebijakan pemerintah itu dinamis mengikuti perkembangan situasi Covid-19 setiap daerah.

Sementara itu, pemerintah pada awal PPKM Darurat telah menargetkan tambahan kasus Covid-19 di Indonesia harus kurang dari 10 ribu kasus. Namun sejak pemberlakuan awal pada 3 Juli lalu, belum pernah kasus covid-19 di Indonesia mencatatkan kasus harian di bawah 10 ribu.

Pada kesempatan berbeda, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut penurunan kasus covid-19 akhir-akhir ini merupakan kumulatif keberhasilan dari pemerintah dah masyarakat yang berkolaborasi dalam mengendalikan pandemi covid-19.

Berdasarkan data laporan Satgas Covid-19, kasus harian covid-19 secara konsisten berada di bawah 30 ribu kasus selama lima hari berturut-turut. Pada 14 Juli lalu, terjadi penambahan harian sebanyak 25.598 kasus. 15 Juli, penambahan kasus menurun menjadi 20.813 kasus. Kemudian pada 16 Juli kembali berkurang menjadi 17.384 kasus.

Kita patut bersyukur pada 17 Juli terlihat kembali mengalami kenaikan namun masih pada rentang 20.741 kasus. Lalu, pada 18 Juli turun menjadi 15.768 kasus, namun pada 19 Juli kembali naik menjadi 22.053 kasus.

Senada dengan Nadia, Wiku juga belum bisa memberikan kepastian kapan relaksasi PPKM akan dilakukan. Ia mengatakan pemerintah akan terus memantau kondisi yang ada di lapangan untuk menentukan sebuah kebijakan pembatasan mobilitas.

Indikator penilaian penanganan covid-19 daerah dinilai dari aspek penambahan kasus, kesembuhan dan kematian covid-19 mingguan. Kemudian kasus aktif, tingkat keterisian atau BOR RS rujukan covid-19 dan pembentukan posko level terkecil di daerah masing-masing. Tentu saja jika kondisi semakin terkendali, maka pengaturan pembatasan tentu akan semakin dilonggarkan, dan hal tersebut berlaku sebaliknya.

Perlu kita ketahui juga bahwa vaksinasi juga menjadi kegiatan yang dapat mengurangi gejala berat. Evaluasi efektifitas vaksin Covid-19 yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI, membuktikan bahwa vaksin mampu menurunkan risiko terinfeksi Covid-19, serta mengurangi perawatan dan kematian bagi tenaga kesehatan. Studi tersebut dilakukan terhadap 71.455 tenaga kesehatan di Jakarta, meliputi perawat, dokter, bidan , teknisi dan tenaga umum lainnya sepanjang periode Januari-Juni 2021.

Sebelumnya, pemerintah juga telah memperpanjang PPKM level 4 hingga tanggal 23 Agustus di beberapa kabupaten/kota tertentu dengan penyesuaian pengaturan aktivitas dan mobilitas masyarakat sesuai kondisi masing-masing daerah. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Konsultasi Pembangunan Kesehatan (LPK2PK) dr Ardiansyah Bahar menuturkan, Jika PPKM dijalankan dengan benar, tentunya kasus harian Covid-19 akan menurun. Syaratnya PPKM harus dijalankan dengan benar. Pemerintah, masyarakat dan pihak swasta mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan juga telah memprediksi, kasus harian Covid-19 bakal semakin menurun dengan adanya perpanjangan PPKM. Iwan menuturkan, dari hasil pemantauan timnya, kasus harian covid-19 di sebagian besar Jawa-Bali mengalami penurunan, namun harus hati-hati di luar Jawa Bali yang mulai meningkat. Menurut Iwan, syarat agar kasus Covid-19 terus menurun adalah kembali ke strategi pengendalian wabah Covid-19, yakni 5M (Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas).
Vaksinasi dan PPKM merupakan 2 instrumen yang memiliki peran penting dalam menurunkan kasus harian Covid-19, tentu saja kita berharap keefektifan kedua instrumen tersebut dapat dilonggarkan agar sektor kesehatan dan ekonomi dapat berjalan dengan normal.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Depok

Tinggalkan Balasan