KST Papua Kembali Ciderai HAM

Diketahui, aksi teror Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua di sejumlah wilayah menunjukkan peningkatan. Terbaru terjadi di Yahukimo, KST Papua menembak mati dua pekerja PT Indo Papua pada Minggu (22/8/2021). Sebelumnya KST Papua juga menembaki aparat TNI-Polri pada Sabtu (10/7/2021) malam.

Di tengah aksi teror KST Papua yang meningkat, sebanyak 203 personel Satuan Brimob Polda Aceh dikirim ke Papua. Para personel Brimob itu ditugaskan ke Polda Papua untuk pengamanan dalam rangka Operasi Amole 2021.

Menyikapi fenomena tersebut, peneliti keamanan Lesperssi, Jim Peterson, mengatakan bahwa berbagai aksi teror yang dilakukan oleh kelompok separatis teroris (KST) Papua yaitu OPM, KKB dan TPNPB merupakan bentuk kejahatan kemanusiaan dan HAM di Papua.
“berbagai aksi teror yang dilakukan oleh kelompokh separatis teroris (KST) Papua yaitu OPM, KKB dan TPNPB merupakan bentuk kejahatan kemanusiaan dan HAM di Papua”, ujar Jim.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa KST selama ini melakukan aksi teror ke masyarakat dengan membunuh warga Papua secara kejam dan membakar fasilitas umum, sehingga KST pantas ditindak tegas dan ditumpas habis karena aksinya merupakan kejahatan kemanusiaan dan melanggar HAM, mengganggu ketertiban dan keamanan, serta menghambat pembangunan dan kemajuan di Papua.
“KST selama ini melakukan aksi teror ke masyarakat dengan membunuh warga Papua secara kejam dan membakar fasilitas umum, sehingga KST pantas ditindak tegas dan ditumpas habis karena aksinya merupakan kejahatan kemanusiaan dan melanggar HAM, mengganggu ketertiban dan keamanan, serta menghambat pembangunan dan kemajuan di Papua”, tambah Jim.

Tinggalkan Balasan